FITNESS & HEALTH

Jangan Sepelekan! Kenali Tanda Heat Exhaustion pada Anak & Cara Cepat Mengatasinya

A. Firdaus
Kamis 16 April 2026 / 10:10
Ringkasnya gini..
  • Heat exhaustion bisa berkembang menjadi kondisi yang lebih berbahaya.
  • Heat exhaustion adalah kondisi saat tubuh anak kepanasan lebih cepat.
  • Hal ini bisa menyebabkan keringat berlebih, detak jantung meningkat.
Jakarta: Cuaca panas yang ekstrem, bisa berdampak serius pada kesehatan anak. Terutama karena tubuh mereka belum mampu mengatur suhu seefektif orang dewasa. 

Salah satu kondisi yang sering terjadi adalah heat exhaustion, kondisi ini bisa muncul tiba-tiba, apalagi jika anak terlalu lama bermain di luar ruangan tanpa cukup minum. Jika tidak segera ditangani, heat exhaustion bisa berkembang menjadi kondisi yang lebih berbahaya. 

Oleh karena itu, penting untuk mengenali gejalanya sejak dini, dan kamu harus tahu langkah yang tepat untuk menanganinya.
   

Apa itu heat exhaustion?


Dilansir dari BabyCenter, heat exhaustion adalah kondisi saat tubuh anak kepanasan lebih cepat, dibanding kemampuannya untuk mendinginkan diri. 

Hal ini bisa menyebabkan keringat berlebih, detak jantung meningkat, pusing, dan berbagai gejala lainnya. Biasanya kondisi ini bisa diatasi, dengan segera memindahkan anak ke tempat yang lebih sejuk, seperti ruangan ber-AC atau area yang teduh.
 

Apa saja gejala heat exhaustion pada anak?


Berikut beberapa tanda yang perlu diwaspadai:
• Kulit terlihat pucat
• Berkeringat sangat banyak
• Mual
• Tubuh terasa lemas atau kelelahan
• Rasa haus yang berlebihan
• Mual hingga muntah
• Kram pada otot
• Sakit kepala
• Mudah rewel atau marah
• Kulit terasa dingin dan lembap
• Suhu tubuh meningkat di bawah 40°C 
 

Apa yang harus dilakukan jika anak mengalami heat exhaustion?


Jika bayi atau balita menunjukkan tanda-tanda heat exhaustion dan belum masuk kondisi yang lebih serius, lakukan langkah berikut:

1. Segera pindahkan ke tempat yang lebih sejuk, seperti ruangan ber-AC atau area teduh
2. Lepaskan pakaian, yang terlalu tebal atau berlapis.
3. Pastikan asupan cairan tercukupi untuk mencegah dehidrasi.
4. Bayi bisa diberikan ASI atau susu formula lebih sering.
5. Untuk usia di atas 6 bulan, bisa diberikan air putih atau cairan elektrolit khusus anak dalam jumlah secukupnya.
6. Bantu menurunkan suhu tubuh dengan mandi air hangat atau kompres dingin, terutama di bagian kepala, leher, dan ketiak.
7. Gunakan kipas angin atau AC untuk membantu mendinginkan tubuh, tetapi jangan sampai terlalu dingin.
8. Kenakan pakaian yang tipis dan mudah menyerap keringat, seperti bahan katun, atau biarkan tanpa pakaian sementara waktu.

Jika kondisi tidak kunjung membaik, justru semakin parah, atau muncul tanda dehidrasi berat, segera cari bantuan medis darurat.

Secillia Nur Hafifah

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH