Pemerintah Manfaatkan Mesin TCM untuk Deteksi Covid-19
Jakarta: Pemeriksaan covid-19 (new coronavirus) di Indonesia saat ini dilakukan dengan rapid test. Nantinya, pemerintah akan memanfaatkan mesin TCM (tes cepat molekuler) untuk memeriksa orang dengan gejala covid-19.
"Kita akan melakukan dalam waktu dekat untuk memanfaatkan mesin pemeriksaan TB PCM yang selama ini tersebar di 320 rumah sakit dan puskesmas terpilih," ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Rabu, 1 April 2020.
Yuri, sapaannya, menyatakan bahwa covid-19 merupakan permasalah serius yang harus ditangani secara integrasi. TCM sendiri sebelumnya digunakan sebagai mesin pendeteksi penyakit tuberkulosis (TBC) dan tingkat akurasinya bisa hampir mencapai 100 persen.
Nantinya, untuk dapat melakukan pemeriksaan covid-19, TCM akan dikonversi dengan catridge yang disediakan khusus. Lantaran persiapan yang masih dilakukan, pemeriksaan covid-19 dengan TCM belum bisa diterapkan saat ini.

(Apabila TCM sudah bisa digunakan, nantinya hasil pemeriksaan covid-19 bisa lebih cepat. Foto: Ilustrasi. Dok. Unsplash.com)
"Untuk itu penjajakan ini tentu tidak mudah karena pasti membutuhkan perubahan pada setting mesin (termasuk menyiapkan catridge) dan melatih SDM (sumber daya manusia) dan juga catridge-nya," paparnya.
Meskipun demikian, Yuri optimis pemeriksaan covid-19 dengan TCM bisa dilakukan di minggu ini. "Kita harap pada hari ini dan paling lambat besok sudah masuk catridge untuk melakukan uji coba mesinnya," tambahnya.
Apabila TCM sudah bisa digunakan, nantinya hasil pemeriksaan covid-19 bisa lebih cepat. Sebab, tidak lagi memakan waktu dalam pengiriman spesimen ke laboratorium. Melainkan, di rumah sakit atau puskesmas yang menjadi lokasi pemeriksaan covid-19 dengan TCM.
"Ini akan memperpendek lagi jarak spesimen ke laboratorium yang kita tentukan. Lebih cepat lagi kita lakukan pemeriksaan," pungkasnya.
Sementara itu, jumlah pasien positif covid-19 bertambah 149 orang, sehingga totalnya 1677 kasus per Rabu, 1 April 2020. Kasus sembuh bertambah 22 orang dengan total menjadi 103 orang, sedangkan angka kematian dari pasien positif yang bertambah 21 menjadi 157 orang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(yyy)