FITNESS & HEALTH

Masih Banyak Persepsi yang Menyamakan Produk Tembakau Alternatif dengan Rokok

Medcom
Rabu 16 November 2022 / 16:00
Jakarta: Sejumlah komunitas berharap pemerintah mulai merumuskan regulasi yang berbeda bagi produk tembakau alternatif. Dengan regulasi itu diharapkan bisa menjadi alternatif perokok dewasa yang kesulitan untuk berhenti merokok.

Menurut Ketua Koalisi Indonesia Bebas TAR (KABAR) Ariyo Bimmo, produk tembakau alternatif ditujukan bagi perokok dewasa yang kesulitan untuk berhenti dari kebiasaan lalu beralih ke produk tembakau yang memiliki risiko lebih rendah.

"Regulasi memiliki peran penting agar masyarakat terlindungi dan dunia usaha memiliki kepastian hukum untuk terus mengembangkan produk serta berinovasi. Akibat ketiadaan regulasi ini, masih banyak persepsi publik yang menyamakan produk tembakau alternatif dengan rokok," kata Bimmo.

Menurut Bimmo, produk tembakau alternatif membutuhkan regulasi yang proporsional agar potensi dari produk ini dapat dimaksimalkan. Hal itu bisa mengacu kepada kajian ilmiah yang telah dilakukan di dalam maupun luar negeri. Salah satunya riset yang dilakukan Public Health England yang menunjukkan produk ini mampu mengurangi risiko kesehatan hingga 90-95 persen daripada rokok.

"Regulasi yang proporsional dapat mengatur keberadaan produk tembakau alternatif berdasarkan profil risiko yang ada dan dibuat berbeda dengan rokok. Yang mestinya menjadi rujukan dalam setiap pembuatan kebijakan publik adalah bukti ilmiah,” ucapnya.

Terlebih lagi, sejumlah penelitian sudah dilakukan di Indonesia, seperti literature review, clinical studies, risk assessment, hingga systematic review yang dapat dijadikan referensi. Setelah mendapatkan bukti ilmiah yang komprehensif, pemerintah dapat mengatur produk tembakau alternatif ke dalam regulasi yang berbeda dari rokok.

"KABAR sebagai civil society organization yang mendukung manfaat dan kegunaan produk tembakau alternatif siap membantu pemerintah," ucapnya.

Sementara itu, pengamat kebijakan publik dari Universitas Diponegoro, Satria Aji Imawan menyebut regulasi produk tembakau alternatif yang berbeda memang sangat dibutuhkan masyarakat.

“Regulasi ini penting agar perilaku perokok dewasa untuk konsumsi berubah secara perlahan ke produk tembakau alternatif. Sebab, merokok adalah kebiasaan sehingga perubahannya harus pelan-pelan," tutupnya.

 
(ELG)

MOST SEARCH