Begini Cara Atasi Hidung dan Telinga yang Kemasukan Air
Jakarta: Tenggelam di tengah laut atau di kolam renang, bahkan bagi perenang pemula, berisiko masuknya air ke hidung dan telinga. Akibatnya, kesulitan mencium aroma maupun mendengar.
Memang ada beberapa kasus, air yang masuk ke hidung dan telinga itu bisa keluar dengan sendirinya dengan perlahan. Namun, bisa juga air justru mengendap dan tidak keluar sama sekali.
"Kalau korban kemasukan air tapi masih sadar, ya tidak apa-apa. Karena kalau dimiringkan, perlahan-lahan nanti airnya akan keluar sendiri. Bisa juga dibawa ke dokter," ujar Letda Laut Kesehatan, dr. Rizya Mahesa selaku Dokter TNI AL yang sedang berdinas di Pangkalan TNI AL Gorontalo.
Apabila di sekitar kamu tidak ada petugas medis, lakukanlah langkah pertolongan pertama. Caranya, ambil air secukupnya di tangan, lalu masukkan air itu ke telinga yang kemasukkan air.
Kemudian, miringkan kepala dan tunggu beberapa saat. Biasanya, air itu akan keluar bersamaan dengan air yang baru dimasukkan sebagai pemancing keluarnya air.
"Kalau yang kemasukkan di hidung itu air laut, terasa perih. Namun kalau sudah terjadi aspirasi, air menghambat pernapasan hingga terjadi gargling. Itu butuh pelaksanaan basic trauma life support (BTLS)," paparnya.

(Caranya, ambil air secukupnya di tangan, lalu masukkan air itu ke telinga yang kemasukkan air. Lalu, miringkan kepala dan tunggu beberapa saat. Biasanya, air itu akan keluar bersamaan dengan air yang baru dimasukkan sebagai pemancing keluarnya air. Foto: Ilustrasi. Dok. Unsplash.com)
Gargling pertanda bahwa terdengar suara seperti berkumur dan terdapat gangguan dari pernapasannya. Jika terjadi gargling dan kondisi pasien tidak sadarkan diri, upayakan agar pasien sudah ditemukan di darat.
"Kemasukan air pada sistem pernapasan, kalau kita punya kemampuan BTLS, bisa lakukan suction atau penghisapan cairan tersebut," jelas dr. Rizya.
Namun jika tidak ada orang sekitar yang memiliki kemampuan tersebut, lakukanlah cara yang terlihat sederhana. Pertama, miringkan posisi tubuh pasien, lalu tepuk-tepuk punggungnya. dr. Rizya meyakini bahwa biasanya air itu akan keluar.
"Jangan pernah membalikkan posisi tubuh seperti kepalanya di bawah dan kakinya di atas, lalu digoyang-goyang untuk mengeluarkan air. Justru itu malah tidak membantu. Atau ditaruh di pundak lalu digoncang-goncangkan sampai airnya keluar, itu tidak membantu sama sekali. Lebih baik dimiringkan," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(yyy)