FITNESS & HEALTH
Penyebab dan Perawatan Penyakit Trigeminal Neuralgia atau Nyeri di Satu Sisi Wajah
Raka Lestari
Senin 01 Februari 2021 / 16:10
Jakarta: Trigeminal Neuralgia adalah nyeri di satu sisi wajah yang muncul secara hilang dan timbul, muncul sewaktu-waktu, dan dapat dipicu oleh aktivitas sehari-hari seperti mengunyah, sikat gigi, atau tertawa.
Nyeri kronis akibat kompresi pada saraf trigeminal atau saraf kelima dari dua belas pasang saraf di otak ini, dapat menyebabkan penderita merasakan nyeri hebat seperti tertusuk bahkan terasa seperti tersengat listrik.
“Kompresi atau penekanan pada penyakit Trigeminal Neuralgia paling banyak disebabkan karena adanya pembuluh darah yang menekan bagian saraf trigeminal yang masuk ke batang otak," jelas dr. Affan Priyambodo, SpBS (K), Dokter Spesialis Bedah Saraf RSUI.
Ia juga menambahkan, "Selain itu, adanya tumor atau penyakit multiple sclerosis dapat menyebabkan kompresi atau penekanan pada saraf trigeminal, sehingga penderita dapat merasakan nyeri hebat pada satu sisi wajah.
Trigeminal Neuralgia dapat terjadi pada siapa saja. Ditinjau dari usia, trigeminal neuralgia pada umumnya terjadi pada usia di atas 50 tahun.
Penyakit ini biasa dikenal dengan “penyakit bunuh diri” karena penderita dapat merasakan nyeri yang tak tertahankan, sehingga diperlukan tatalaksana yang komprehensif, baik dengan obat maupun tindakan pembedahan.
“Terapi untuk Trigeminal Neuralgia bisa dengan obat atau dengan tindakan pembedahan, namun biasanya obat hanya meringankan gejala. Tindakan pembedahan dengan teknik Microvascular Decompression (MVD) merupakan tindakan yang memiliki tingkat kesembuhan paling tinggi dan tingkat rekurensi (kekambuhan) paling rendah,” tambah dr. Affan.
Microvascular Decompression (MVD) adalah operasi bedah saraf minimal invasif, yang bertujuan untuk menghilangkan tekanan langsung pada saraf trigeminal, sehingga diharapkan keluhan nyeri wajah pada pasien dapat berkurang/hilang.
Operasi MVD adalah operasi minimal invasif, dimana hanya dibutuhkan sayatan kecil sekitar 3-4 cm dan menggunakan mikroskop serta neuroendoskopi dalam pengerjaannya.
Pembedahan neuroendoskopi adalah tindakan operatif menggunakan kamera mikro yang dimasukkan ke rongga kepala dengan tujuan untuk mengidentifikasi kondisi serabut saraf dan struktur otak lain secara langsung.
Pada operasi MVD, tim dokter bedah saraf akan memasang bahan implant medis yang disebut serabut Teflon, sebagai bantalan antara saraf trigeminal dan pembuluh darah yang mengompresi.
Perawatan pasca operasi MVD rata-ratanya membutuhkan tiga hari perawatan, karena luka sayatan operasi kecil, jumlah perdarahan sedikit, dan nyeri pasca operasi minimal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Nyeri kronis akibat kompresi pada saraf trigeminal atau saraf kelima dari dua belas pasang saraf di otak ini, dapat menyebabkan penderita merasakan nyeri hebat seperti tertusuk bahkan terasa seperti tersengat listrik.
“Kompresi atau penekanan pada penyakit Trigeminal Neuralgia paling banyak disebabkan karena adanya pembuluh darah yang menekan bagian saraf trigeminal yang masuk ke batang otak," jelas dr. Affan Priyambodo, SpBS (K), Dokter Spesialis Bedah Saraf RSUI.
Ia juga menambahkan, "Selain itu, adanya tumor atau penyakit multiple sclerosis dapat menyebabkan kompresi atau penekanan pada saraf trigeminal, sehingga penderita dapat merasakan nyeri hebat pada satu sisi wajah.
Trigeminal Neuralgia dapat terjadi pada siapa saja. Ditinjau dari usia, trigeminal neuralgia pada umumnya terjadi pada usia di atas 50 tahun.
Penyakit ini biasa dikenal dengan “penyakit bunuh diri” karena penderita dapat merasakan nyeri yang tak tertahankan, sehingga diperlukan tatalaksana yang komprehensif, baik dengan obat maupun tindakan pembedahan.
“Terapi untuk Trigeminal Neuralgia bisa dengan obat atau dengan tindakan pembedahan, namun biasanya obat hanya meringankan gejala. Tindakan pembedahan dengan teknik Microvascular Decompression (MVD) merupakan tindakan yang memiliki tingkat kesembuhan paling tinggi dan tingkat rekurensi (kekambuhan) paling rendah,” tambah dr. Affan.
Microvascular Decompression (MVD) adalah operasi bedah saraf minimal invasif, yang bertujuan untuk menghilangkan tekanan langsung pada saraf trigeminal, sehingga diharapkan keluhan nyeri wajah pada pasien dapat berkurang/hilang.
Operasi MVD adalah operasi minimal invasif, dimana hanya dibutuhkan sayatan kecil sekitar 3-4 cm dan menggunakan mikroskop serta neuroendoskopi dalam pengerjaannya.
Pembedahan neuroendoskopi adalah tindakan operatif menggunakan kamera mikro yang dimasukkan ke rongga kepala dengan tujuan untuk mengidentifikasi kondisi serabut saraf dan struktur otak lain secara langsung.
Pada operasi MVD, tim dokter bedah saraf akan memasang bahan implant medis yang disebut serabut Teflon, sebagai bantalan antara saraf trigeminal dan pembuluh darah yang mengompresi.
Perawatan pasca operasi MVD rata-ratanya membutuhkan tiga hari perawatan, karena luka sayatan operasi kecil, jumlah perdarahan sedikit, dan nyeri pasca operasi minimal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)