FITNESS & HEALTH
Belajar Lewat LEGO, Anak Lebih Siap Jalani MRI Tanpa Drama
Aulia Putriningtias
Sabtu 28 Februari 2026 / 12:15
- Anak-anak yang menjalankan pemeriksaan MRI ini umumnya untuk mendiagnosis penyakit.
- ASEAN Foundation menegaskan pentingnya pendekatan edukatif.
- Program ini juga melibatkan lebih dari 20 rumah sakit.
Jakarta: ASEAN Foundation memaparkan keberhasilan regional “CALM MRI – Fear to Confidence: Learning through Play with LEGO MRI Kits Programme” yang bertujuan untuk membantu anak-anak dalam memahami prosedur Magnetic Resonance Imaging (MRI).
Sebagai informasi, anak-anak yang menjalankan pemeriksaan MRI ini umumnya untuk mendiagnosis tumor, infeksi, cedera, kejang, keterlambatan perkembangan, atau merencanakan tindakan operasi. MRI digunakan untuk mendapatkan gambaran detail jaringan lunak, otak, sumsum tulang belakang, atau sendi tanpa radiasi.
Prosedur MRI untuk anak-anak ini menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis permainan. Keberhasilan program ini merupakan sebuah dampak nyata yang dapat membantu anak-anak dalam mengatasi kecemasan dalam menghadapi prosedur medis. "Kami bangga menghadirkan misi yang melampaui batas negara: menghadirkan kenyamanan, menginspirasi pembelajaran, dan membangun ketahanan emosional anak-anak yang menjalani prosedur medis," ungkap Dr. Sonya Anderson, wakil presiden eksekutif Jaringan Internasional United Way Worldwide kepada tim Medcom.id.
Program CALM MRI sendiri merupakan kolaborasi ASEAN Foundation, United Way Worldwide, dan LEGO Group. Sejak Agustus 2025 hingga Januari 2026, sebanyak 648 set LEGO MRI scanner telah didistribusikan kepada delapan mitra pelaksana di Indonesia dan Singapura, dengan total masing-masing sebanyak 324 set.
Program ini juga melibatkan lebih dari 20 rumah sakit, institusi pendidikan kesehatan, dan lembaga anak. Tak hanya itu, program ini turut menjangkau lebih dari 1.000 anak dan keluarga melalui lebih dari 50 sesi edukasi.
Pendekatan pembelajaran melalui permainan ini dapat membantu meningkatkan pemahaman anak-anak terhadap prosedur MRI. Sejumlah mitra pelaksana melaporkan perubahan sikap anak, dari yang sebelumnya menunjukkan kecemasan, menjadi lebih siap dan kooperatif setelah mengikuti sesi edukasi menggunakan model LEGO MRI.

"Melalui pembelajaran berbasis permainan, anak-anak dapat memahami prosedur MRI dengan cara yang lebih ramah dan membangun rasa percaya diri mereka," kata Ardi Hendharto, senior manager Government and Public Affairs Indonesia–Asia Pacific LEGO Group.
Tenaga kesehatan yang terlibat dalam program juga merasakan anak-anak yang telah mengikuti sesi edukasi cenderung lebih mudah menjalani pemeriksaan. Selain itu, sesi interaktif tersebut membantu memperkuat komunikasi antara tenaga medis, anak, dan orang tua dalam mempersiapkan prosedur medis.
ASEAN Foundation juga menemukan adanya penurunan persentase kebutuhan anestesi pada anak yang telah mengikuti sesi pembelajaran menggunakan LEGO MRI Scanner. Edukasi melalui pendekatan bermain sambil belajar ini dinilai membantu anak memahami proses pemeriksaan secara lebih menyeluruh.
Melalui edukasi pendekatan bermain sambil belajar ini membuat anak-anak merasa lebih tenang, kooperatif, dan percaya diri saat menjalani prosedur MRI. ASEAN Foundation menegaskan pentingnya pendekatan edukatif yang membantu anak-anak memahami prosedur medis secara lebih baik, sekaligus mendukung pengembangan layanan kesehatan yang lebih ramah anak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Sebagai informasi, anak-anak yang menjalankan pemeriksaan MRI ini umumnya untuk mendiagnosis tumor, infeksi, cedera, kejang, keterlambatan perkembangan, atau merencanakan tindakan operasi. MRI digunakan untuk mendapatkan gambaran detail jaringan lunak, otak, sumsum tulang belakang, atau sendi tanpa radiasi.
Prosedur MRI untuk anak-anak ini menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis permainan. Keberhasilan program ini merupakan sebuah dampak nyata yang dapat membantu anak-anak dalam mengatasi kecemasan dalam menghadapi prosedur medis. "Kami bangga menghadirkan misi yang melampaui batas negara: menghadirkan kenyamanan, menginspirasi pembelajaran, dan membangun ketahanan emosional anak-anak yang menjalani prosedur medis," ungkap Dr. Sonya Anderson, wakil presiden eksekutif Jaringan Internasional United Way Worldwide kepada tim Medcom.id.
Program CALM MRI sendiri merupakan kolaborasi ASEAN Foundation, United Way Worldwide, dan LEGO Group. Sejak Agustus 2025 hingga Januari 2026, sebanyak 648 set LEGO MRI scanner telah didistribusikan kepada delapan mitra pelaksana di Indonesia dan Singapura, dengan total masing-masing sebanyak 324 set.
Program ini juga melibatkan lebih dari 20 rumah sakit, institusi pendidikan kesehatan, dan lembaga anak. Tak hanya itu, program ini turut menjangkau lebih dari 1.000 anak dan keluarga melalui lebih dari 50 sesi edukasi.
Pendekatan pembelajaran melalui permainan ini dapat membantu meningkatkan pemahaman anak-anak terhadap prosedur MRI. Sejumlah mitra pelaksana melaporkan perubahan sikap anak, dari yang sebelumnya menunjukkan kecemasan, menjadi lebih siap dan kooperatif setelah mengikuti sesi edukasi menggunakan model LEGO MRI.

"Melalui pembelajaran berbasis permainan, anak-anak dapat memahami prosedur MRI dengan cara yang lebih ramah dan membangun rasa percaya diri mereka," kata Ardi Hendharto, senior manager Government and Public Affairs Indonesia–Asia Pacific LEGO Group.
Tenaga kesehatan yang terlibat dalam program juga merasakan anak-anak yang telah mengikuti sesi edukasi cenderung lebih mudah menjalani pemeriksaan. Selain itu, sesi interaktif tersebut membantu memperkuat komunikasi antara tenaga medis, anak, dan orang tua dalam mempersiapkan prosedur medis.
ASEAN Foundation juga menemukan adanya penurunan persentase kebutuhan anestesi pada anak yang telah mengikuti sesi pembelajaran menggunakan LEGO MRI Scanner. Edukasi melalui pendekatan bermain sambil belajar ini dinilai membantu anak memahami proses pemeriksaan secara lebih menyeluruh.
Melalui edukasi pendekatan bermain sambil belajar ini membuat anak-anak merasa lebih tenang, kooperatif, dan percaya diri saat menjalani prosedur MRI. ASEAN Foundation menegaskan pentingnya pendekatan edukatif yang membantu anak-anak memahami prosedur medis secara lebih baik, sekaligus mendukung pengembangan layanan kesehatan yang lebih ramah anak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)