FITNESS & HEALTH

Pink Pulse Run 2026 Kampanyekan Deteksi Dini Kanker Payudara

Elang Riki Yanuar
Jumat 04 September 2026 / 13:00
Ringkasnya gini..
  • Pink Pulse Run 2026 mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan payudara dan pentingnya deteksi dini kanker.
  • Hasil penjualan race pack Pink Pulse Run 2026 disalurkan untuk memperluas akses pemeriksaan kanker payudara melalui layanan kesehatan keliling.
  • Penyintas kanker payudara membagikan pengalaman bahwa pemeriksaan rutin dapat menemukan kanker sejak dini meski tubuh tidak menunjukkan gejala.
Jakarta: Pink Pulse Run 2026 hadir sebagai gerakan yang mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan payudara. Digelar dalam rangka memperingati Pink October, kegiatan ini menempatkan deteksi dini kanker payudara sebagai pesan utama yang ingin disampaikan kepada masyarakat.

HMI Medical Group bersama Mahkota Medical Centre dan Regency Specialist Hospital meluncurkan Pink Pulse Run 2026 dengan menggandeng Yayasan Daya Dara atau Lovepink Indonesia. Kolaborasi tersebut tidak hanya bertujuan membangun kesadaran, tetapi juga memberikan dukungan bagi pasien serta penyintas kanker payudara.

Bagi HMI Medical Group, Pink October menjadi kesempatan untuk mendorong masyarakat mengambil langkah nyata dalam menjaga kesehatan. Melalui Pink Pulse Run 2026, masyarakat diajak membicarakan kanker payudara secara lebih terbuka dan memahami pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin.

“Tujuan kami adalah mengubah kesadaran menjadi aksi. Kami ingin lebih banyak perempuan memahami pentingnya deteksi dini, tidak menunda pemeriksaan, dan mengetahui bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi kanker payudara," ujar Group CEO HMI Medical, Ms. Chin Wei Jia.

Salah satu bentuk dukungan dalam kampanye Pink Pulse Run 2026 diwujudkan melalui penyaluran hasil penjualan race pack kepada Yayasan Daya Dara. Dana tersebut akan digunakan untuk membantu memperluas akses deteksi kanker payudara melalui layanan pemeriksaan keliling yang dilengkapi fasilitas ultrasonografi atau USG serta tenaga kesehatan profesional.
“Kanker payudara tidak mengenal batas negara, begitu pula upaya kita untuk meningkatkan kesadaran dan memberikan dukungan kepada pasien. Kami percaya kolaborasi dapat menciptakan dampak yang jauh lebih besar dibandingkan bekerja sendiri,” kata Chin.

Pesan mengenai pentingnya deteksi dini juga datang dari Ms. Quek, seorang penyintas kanker payudara yang membagikan pengalaman pribadinya. Kanker yang dialaminya ditemukan ketika ia menjalani pemeriksaan kesehatan rutin, meski saat itu dirinya merasa dalam kondisi baik.

“Saya beruntung karena kanker saya terdeteksi sejak dini. Namun, saya tidak ingin deteksi dini menjadi sekadar masalah keberuntungan. Kami ingin membantu lebih banyak perempuan mendapatkan kesempatan yang sama melalui pemeriksaan dan deteksi dini,” ujar Ms. Quek, penyintas kanker payudara.

Menurutnya, pemeriksaan kesehatan payudara sebaiknya tidak dilakukan hanya ketika seseorang merasakan keluhan atau gejala tertentu. Pengalaman yang dialaminya menunjukkan bahwa kondisi serius dapat ditemukan melalui pemeriksaan rutin meski tubuh terasa sehat.

“Anda tidak harus merasa sakit untuk melakukan pemeriksaan. Saya merasa baik-baik saja, tetapi pemeriksaan menemukan adanya kanker. Karena ditemukan sejak dini, saya memiliki kesempatan untuk segera mendapatkan penanganan,” tambahnya.

Dukungan terhadap kampanye ini juga diperkuat oleh layanan kanker yang tersedia di Mahkota Medical Centre. Rumah sakit tersebut memiliki layanan penanganan kanker payudara secara komprehensif dengan melibatkan tim multidisiplin, mulai dari diagnosis, pembedahan, onkologi medis dan radiasi, rehabilitasi hingga pemantauan lanjutan pasien.

Mahkota Medical Centre juga tercatat memiliki JCI Clinical Care Program Certification for Breast Cancer selama dua siklus akreditasi berturut-turut. Sementara itu, Regency Specialist Hospital baru-baru ini menghadirkan pusat kanker dengan teknologi dan peralatan medis modern untuk mendukung proses diagnosis, perencanaan pengobatan serta perawatan pasien kanker.

Layanan di Regency Specialist Hospital didukung dokter spesialis dan tenaga kesehatan dengan pendekatan kolaboratif serta personal. Kehadiran fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat layanan kanker yang tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pada kebutuhan pasien sepanjang perjalanan perawatan.

HMI Medical Group menilai peran layanan kesehatan dalam menghadapi kanker payudara tidak berhenti setelah penyakit ditemukan. Edukasi, pencegahan, deteksi dini, rehabilitasi dan dukungan terhadap penyintas juga menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem kesehatan yang lebih menyeluruh.

Melalui Pink Pulse Run 2026 dan kolaborasi dengan Lovepink Indonesia, HMI Medical Group berharap pemeriksaan kesehatan payudara dapat menjadi bagian dari kebiasaan hidup sehat masyarakat. Pesan tersebut diharapkan tidak berhenti selama Pink October, tetapi terus diterapkan sepanjang tahun.

“Jangan menunggu. Kenali risiko Anda, jaga kesehatan payudara, dan ajak perempuan yang Anda cintai melakukan hal yang sama. Pink October hanya berlangsung sebulan, tetapi kesehatan payudara adalah sesuatu yang perlu kita pedulikan sepanjang tahun,” tutup Chin.










 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)

MOST SEARCH