FITNESS & HEALTH
Kanker Payudara Jadi Sorotan, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Lewat SADARI
Elang Riki Yanuar
Selasa 14 April 2026 / 16:00
- Edukasi kesehatan World Health Day 2026 digelar di Desa Gunung Putri Bogor, libatkan 100 relawan dan layanan mini medical check-up untuk warga.
- Kegiatan Hari Kesehatan Dunia 2026 soroti deteksi dini kanker payudara, dr. Junaidi jelaskan gejala awal dan pentingnya cek payudara mandiri.
- Prudential Indonesia dan Eka Hospital dorong gaya hidup sehat di tengah inflasi medis 17,8%, lewat edukasi, sanitasi, dan program rumah sehat.
Jakarta: Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Sedunia yang jatuh pada 7 April 2026, kegiatan edukasi kesehatan digelar di Desa Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat. Program tersebut berlangsung pada 11 April 2026 dan menyasar peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan penyakit sejak dini.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan World Health Day 2026 yang melibatkan berbagai pihak, termasuk relawan dan mitra organisasi sosial. Lebih dari 100 relawan turut ambil bagian dalam aktivitas yang berfokus pada kesehatan lingkungan dan kualitas hidup warga desa.
Selain edukasi kesehatan, kegiatan juga mencakup pembangunan fondasi rumah layak huni yang dinilai dapat mendukung kehidupan lebih sehat. Program tersebut turut dilengkapi dengan pengelolaan sampah, pembuatan lubang biopori, serta aktivitas lingkungan yang berkaitan dengan sanitasi dan kebersihan.
Dalam catatan pelaksana program, kegiatan ini menargetkan 2.780 penerima bantuan langsung serta 21.733 penerima bantuan tidak langsung sepanjang 2026. Upaya ini dilakukan untuk memperluas dampak kegiatan, tidak hanya bagi warga yang terlibat langsung, tetapi juga masyarakat sekitar.
Pada kesempatan tersebut, warga juga mendapat layanan mini medical check-up berupa pengecekan tekanan darah dan kadar kolesterol. Pemeriksaan sederhana ini diberikan agar masyarakat bisa memperoleh gambaran awal mengenai kondisi kesehatan mereka.
Selain layanan kesehatan, kegiatan edukasi juga diisi dengan sesi diskusi kesehatan bersama tenaga medis. Salah satu pembahasan yang menjadi sorotan adalah penyakit kanker, khususnya kanker payudara yang masih menjadi ancaman serius bagi perempuan.
Topik kanker payudara dipilih karena risiko perempuan terhadap penyakit kritis ini masih tinggi. Data IARC Indonesia tahun 2024 menunjukkan kanker payudara masih menjadi kasus kanker nomor satu pada perempuan Indonesia dengan 66.271 kasus baru.
Dalam sesi tersebut, dr. Junaidi, Sp.B, Dokter Spesialis Bedah Umum dari Eka Hospital Bekasi dan Eka Hospital Permata Hijau, menekankan pentingnya deteksi dini. Ia menjelaskan gejala awal kanker payudara yang perlu diwaspadai masyarakat.
dr. Junaidi menyebut gejala tersebut antara lain munculnya benjolan di payudara, perubahan bentuk atau tekstur kulit, hingga keluarnya cairan dari puting. Ia juga menganjurkan pemeriksaan payudara secara mandiri secara rutin setiap bulan.
Masyarakat juga diingatkan untuk menerapkan pola hidup sehat serta melakukan pemeriksaan berkala oleh tenaga kesehatan agar perubahan dapat diketahui lebih cepat. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan peluang penanganan yang lebih efektif.
Maria Rosalinda, Chief Risk & Compliance Officer Prudential Indonesia, menilai gaya hidup sehat semakin penting di tengah kenaikan biaya layanan kesehatan.
“Menjalankan gaya hidup sehat menjadi kunci untuk menjaga kesehatan jangka panjang. Hal ini semakin relevan mengingat inflasi medis di Indonesia jauh melampaui rata-rata global, bahkan diproyeksikan mencapai 17,8% tahun ini menurut Health Trends Report 2026,” katanya.
Ia menambahkan bahwa edukasi kesehatan dan pemantauan rutin perlu terus didorong agar masyarakat lebih siap menghadapi risiko penyakit.
“Prudential Indonesia berkomitmen meningkatkan pemahaman masyarakat akan pentingnya gaya hidup sehat dan layanan kesehatan preventif, termasuk mendorong pemantauan kesehatan secara rutin. Upaya ini sejalan dengan fokus pemerintah dalam memperkuat pendekatan promotif dan preventif guna menekan beban penyakit sejak dini," ujarnya.
Kolaborasi dalam kegiatan ini juga mendapat dukungan dari pihak rumah sakit. Risma C. Simajuntak, Sales Director Eka Hospital Group, menekankan pentingnya literasi kesehatan dan pemeriksaan berkala.
“Melalui kolaborasi dengan Prudential Indonesia dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Sedunia, kami berupaya untuk turut membuka akses layanan kesehatan yang lebih luas, sekaligus meningkatkan literasi masyarakat terhadap pentingnya pencegahan penyakit,” ujarnya.
Menurut Risma, kesadaran untuk melakukan pemeriksaan rutin dapat membantu masyarakat menekan risiko penyakit di masa depan.
“Kami percaya, bahwa peningkatan kesadaran terhadap pemeriksaan kesehatan berkala serta penerapan gaya hidup sehat secara konsisten merupakan langkah penting dalam menekan risiko penyakit di masa depan dan memberikan ketenangan pikiran dalam menjalani hidup,” lanjutnya.
Program edukasi kesehatan di Desa Gunung Putri ini juga merupakan bagian dari program berkelanjutan yang telah berjalan sejak 2020 bersama Habitat for Humanity Indonesia. Program tersebut mencakup pelatihan konstruksi rumah sehat, promosi higiene, pola hidup sehat, hingga pelatihan pengelolaan sampah.
Sepanjang 2025, program serupa disebut telah menjangkau 18.160 penerima manfaat di Desa Gunung Putri dengan 1.861 penerima bantuan langsung dan 16.299 penerima bantuan tidak langsung.
Selain kegiatan di desa, rangkaian Hari Kesehatan Dunia 2026 juga diisi dengan program pemeriksaan kesehatan gratis bagi karyawan. Kegiatan tersebut meliputi mini MCU, pemeriksaan USG, hingga pemeriksaan BMI yang diikuti lebih dari 800 peserta pada 7 sampai 9 April 2026 di Jakarta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(ELG)
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan World Health Day 2026 yang melibatkan berbagai pihak, termasuk relawan dan mitra organisasi sosial. Lebih dari 100 relawan turut ambil bagian dalam aktivitas yang berfokus pada kesehatan lingkungan dan kualitas hidup warga desa.
Selain edukasi kesehatan, kegiatan juga mencakup pembangunan fondasi rumah layak huni yang dinilai dapat mendukung kehidupan lebih sehat. Program tersebut turut dilengkapi dengan pengelolaan sampah, pembuatan lubang biopori, serta aktivitas lingkungan yang berkaitan dengan sanitasi dan kebersihan.
Dalam catatan pelaksana program, kegiatan ini menargetkan 2.780 penerima bantuan langsung serta 21.733 penerima bantuan tidak langsung sepanjang 2026. Upaya ini dilakukan untuk memperluas dampak kegiatan, tidak hanya bagi warga yang terlibat langsung, tetapi juga masyarakat sekitar.
Pada kesempatan tersebut, warga juga mendapat layanan mini medical check-up berupa pengecekan tekanan darah dan kadar kolesterol. Pemeriksaan sederhana ini diberikan agar masyarakat bisa memperoleh gambaran awal mengenai kondisi kesehatan mereka.
Selain layanan kesehatan, kegiatan edukasi juga diisi dengan sesi diskusi kesehatan bersama tenaga medis. Salah satu pembahasan yang menjadi sorotan adalah penyakit kanker, khususnya kanker payudara yang masih menjadi ancaman serius bagi perempuan.
Topik kanker payudara dipilih karena risiko perempuan terhadap penyakit kritis ini masih tinggi. Data IARC Indonesia tahun 2024 menunjukkan kanker payudara masih menjadi kasus kanker nomor satu pada perempuan Indonesia dengan 66.271 kasus baru.
Dalam sesi tersebut, dr. Junaidi, Sp.B, Dokter Spesialis Bedah Umum dari Eka Hospital Bekasi dan Eka Hospital Permata Hijau, menekankan pentingnya deteksi dini. Ia menjelaskan gejala awal kanker payudara yang perlu diwaspadai masyarakat.
dr. Junaidi menyebut gejala tersebut antara lain munculnya benjolan di payudara, perubahan bentuk atau tekstur kulit, hingga keluarnya cairan dari puting. Ia juga menganjurkan pemeriksaan payudara secara mandiri secara rutin setiap bulan.
Masyarakat juga diingatkan untuk menerapkan pola hidup sehat serta melakukan pemeriksaan berkala oleh tenaga kesehatan agar perubahan dapat diketahui lebih cepat. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan peluang penanganan yang lebih efektif.
Maria Rosalinda, Chief Risk & Compliance Officer Prudential Indonesia, menilai gaya hidup sehat semakin penting di tengah kenaikan biaya layanan kesehatan.
“Menjalankan gaya hidup sehat menjadi kunci untuk menjaga kesehatan jangka panjang. Hal ini semakin relevan mengingat inflasi medis di Indonesia jauh melampaui rata-rata global, bahkan diproyeksikan mencapai 17,8% tahun ini menurut Health Trends Report 2026,” katanya.
Ia menambahkan bahwa edukasi kesehatan dan pemantauan rutin perlu terus didorong agar masyarakat lebih siap menghadapi risiko penyakit.
“Prudential Indonesia berkomitmen meningkatkan pemahaman masyarakat akan pentingnya gaya hidup sehat dan layanan kesehatan preventif, termasuk mendorong pemantauan kesehatan secara rutin. Upaya ini sejalan dengan fokus pemerintah dalam memperkuat pendekatan promotif dan preventif guna menekan beban penyakit sejak dini," ujarnya.
Kolaborasi dalam kegiatan ini juga mendapat dukungan dari pihak rumah sakit. Risma C. Simajuntak, Sales Director Eka Hospital Group, menekankan pentingnya literasi kesehatan dan pemeriksaan berkala.
“Melalui kolaborasi dengan Prudential Indonesia dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Sedunia, kami berupaya untuk turut membuka akses layanan kesehatan yang lebih luas, sekaligus meningkatkan literasi masyarakat terhadap pentingnya pencegahan penyakit,” ujarnya.
Menurut Risma, kesadaran untuk melakukan pemeriksaan rutin dapat membantu masyarakat menekan risiko penyakit di masa depan.
“Kami percaya, bahwa peningkatan kesadaran terhadap pemeriksaan kesehatan berkala serta penerapan gaya hidup sehat secara konsisten merupakan langkah penting dalam menekan risiko penyakit di masa depan dan memberikan ketenangan pikiran dalam menjalani hidup,” lanjutnya.
Program edukasi kesehatan di Desa Gunung Putri ini juga merupakan bagian dari program berkelanjutan yang telah berjalan sejak 2020 bersama Habitat for Humanity Indonesia. Program tersebut mencakup pelatihan konstruksi rumah sehat, promosi higiene, pola hidup sehat, hingga pelatihan pengelolaan sampah.
Sepanjang 2025, program serupa disebut telah menjangkau 18.160 penerima manfaat di Desa Gunung Putri dengan 1.861 penerima bantuan langsung dan 16.299 penerima bantuan tidak langsung.
Selain kegiatan di desa, rangkaian Hari Kesehatan Dunia 2026 juga diisi dengan program pemeriksaan kesehatan gratis bagi karyawan. Kegiatan tersebut meliputi mini MCU, pemeriksaan USG, hingga pemeriksaan BMI yang diikuti lebih dari 800 peserta pada 7 sampai 9 April 2026 di Jakarta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)