FITNESS & HEALTH

Edukasi Pencegahan DBD Sejak Dini Diperkuat Lewat Gerakan 3M+

Elang Riki Yanuar
Senin 03 Agustus 2026 / 19:08
Ringkasnya gini..
  • Edukasi Gerakan 3M+ diperkuat di sekolah dasar lewat ASEAN Dengue Day 2026 untuk membangun kebiasaan mencegah DBD sejak dini.
  • Kolaborasi pemerintah, sekolah, dan swasta diperkuat demi mendukung target Indonesia Zero Dengue Death 2030 melalui edukasi DBD.
  • Ririn Ekawati dan putrinya ikut mengajak anak-anak membiasakan hidup bersih serta melindungi diri dari gigitan nyamuk penyebab DBD.
Jakarta: Edukasi pencegahan demam berdarah dengue atau DBD dinilai perlu ditanamkan sejak usia dini agar anak-anak memahami pentingnya menjaga lingkungan sekaligus melindungi diri dari gigitan nyamuk. Langkah tersebut menjadi salah satu fokus dalam rangkaian peringatan ASEAN Dengue Day 2026 yang digelar di Jakarta.

Melalui berbagai kegiatan edukatif, para siswa sekolah dasar diajak mengenal cara sederhana mencegah penyebaran nyamuk Aedes aegypti. Materi yang disampaikan tidak hanya berisi teori, tetapi juga dikemas secara interaktif agar lebih mudah dipahami oleh anak-anak.

Salah satu materi utama yang dikenalkan adalah penerapan Gerakan 3M+, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup wadah yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, mendaur ulang barang bekas, serta melindungi diri dari gigitan nyamuk sebagai langkah pencegahan.

Kegiatan edukasi tersebut dilaksanakan di sejumlah sekolah dasar di Jakarta, di antaranya SDN 03 dan 05 Tanah Tinggi, SDN 20 Utan Kayu Selatan, serta SDN 02 Mampang Prapatan. Melalui pendekatan yang menyenangkan, para siswa diajak membangun kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak dini.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dalam acara puncak ASEAN Dengue Day 2026 yang berlangsung di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Kegiatan ini melibatkan kolaborasi Enesis Group berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, dan Dinas Pendidikan DKI Jakarta sebagai mitra strategis dalam memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat.

Kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen bersama untuk memperkuat upaya mendukung target Indonesia Zero Dengue Death 2030.
 

Direktorat Penyakit Menular Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang diwakili Dr. Agus Handito mengatakan penanganan dengue membutuhkan keterlibatan banyak pihak, tidak hanya sektor kesehatan.

"Keberhasilan penanggulangan dengue tidak dapat dilakukan oleh sektor kesehatan saja. Dibutuhkan keterlibatan aktif pemerintah daerah, dunia pendidikan, sektor komunikasi publik, organisasi profesi, akademisi, masyarakat sipil, dan seluruh mitra pembangunan. Pendekatan kolaboratif berbasis bukti harus menjadi landasan dalam setiap implementasi program menuju target Indonesia Zero Kematian Akibat Dengue pada tahun 2030," ujar Dr. Agus Handito.



Selain penyampaian materi, kegiatan juga menghadirkan demonstrasi mengenai pentingnya perlindungan diri dari gigitan nyamuk sebagai bagian dari upaya pencegahan. Edukasi tersebut dikemas secara langsung agar peserta dapat memahami langkah-langkah yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Publik figur Ririn Ekawati bersama putrinya, Abigail Cattleya Putri, turut berpartisipasi dalam kegiatan edukasi tersebut. Keduanya juga berbagi pengalaman mengenai pentingnya membiasakan pola hidup sehat di lingkungan keluarga, termasuk mengajarkan anak menjaga kebersihan lingkungan sejak usia dini.

Melalui penyelenggaraan ASEAN Dengue Day 2026, Enesis Group berharap budaya Gerakan 3M+ dapat semakin diterapkan oleh masyarakat sejak usia dini di sekolah, rumah, maupun lingkungan sekitar.  

"Kami berharap Gerakan 3M+ tidak hanya menjadi jargon, tetapi menjadi kebiasaan yang diterapkan di sekolah, di rumah, dan di lingkungan masyarakat. Sebagai perusahaan Indonesia yang juga hadir di sejumlah negara ASEAN, kami berharap semangat Gerakan Bebas Dengue yang dimulai dari Indonesia dapat menginspirasi lahirnya inisiatif serupa di negara-negara ASEAN lainnya," ujar RM Ardiantara selaku Head of Human Resources, Services and Public Relations Enesis Group.
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)

MOST SEARCH