COMMUNITY
Pentingnya Kolaborasi Menjaga Kebersihan Lingkungan demi Mencegah DBD
Elang Riki Yanuar
Selasa 08 September 2026 / 19:00
- Pencegahan DBD di Mampang Prapatan diperkuat lewat Kampung Bebas Jentik yang melibatkan sekitar 100 kader Jumantik dari lima kelurahan.
- Sekitar 100 kader Jumantik di Mampang Prapatan mendapat edukasi pencegahan DBD dan perlindungan diri dari gigitan nyamuk.
- Gerakan Kampung Bebas Jentik mendorong warga Mampang Prapatan menerapkan 3M Plus secara konsisten untuk mengurangi risiko penyebaran DBD.
Jakarta: Upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue atau DBD membutuhkan keterlibatan masyarakat secara aktif, terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi risiko gigitan nyamuk. Langkah tersebut turut didorong melalui kegiatan Kampung Bebas Jentik atau KBJ di Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
Kegiatan Lomba Kampung Bebas Jentik Tingkat Kecamatan Mampang Prapatan ini diinisiasi oleh Puskesmas Mampang Prapatan dengan melibatkan sekitar 100 kader Jumantik.
Para kader tersebut berasal dari lima kelurahan, yaitu Pela Mampang, Mampang Prapatan, Tegal Parang, Bangka, dan Kuningan Barat. Mereka berperan penting dalam mengajak warga melakukan pemantauan jentik secara rutin di lingkungan tempat tinggal.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Mampang Prapatan tersebut juga mendapat dukungan dari Enesis Group melalui produk Soffell. Dukungan ini diarahkan untuk melengkapi upaya masyarakat dalam mencegah penyebaran DBD.
Selain mendukung kegiatan KBJ, Enesis Group memberikan edukasi mengenai product knowledge Soffell kepada para kader Jumantik. Edukasi tersebut menekankan pentingnya perlindungan diri dari gigitan nyamuk dalam berbagai aktivitas sehari-hari.
Head of Human Resources Services and Public Relations Enesis Group, RM Ardiantara, mengatakan pencegahan DBD membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak dan dilakukan secara konsisten.
“Pencegahan DBD merupakan upaya bersama yang membutuhkan kolaborasi dan konsistensi dari berbagai pihak. Melalui Soffell, kami berkomitmen untuk turut mendukung gerakan Kampung Bebas Jentik dengan memperkuat edukasi kepada para kader Jumantik mengenai pentingnya perlindungan diri dari gigitan nyamuk," ujar RM Ardiantara.
Ia berharap edukasi tersebut dapat memperkuat upaya pengendalian jentik yang selama ini dilakukan masyarakat. Menurutnya, kebiasaan preventif perlu diterapkan secara rutin agar pencegahan DBD menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari.
“Kami berharap dukungan edukasi dan product knowledge ini dapat melengkapi upaya pengendalian jentik di lingkungan, sekaligus mendorong masyarakat untuk menjadikan perilaku preventif sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari untuk melakukan 3M (Menguras, Menutup, Mendaur Ulang) Plus Mengoles Anti Nyamuk Soffell,” lanjutnya.
Pencegahan DBD pada dasarnya perlu dilakukan dari berbagai sisi. Masyarakat dapat mengurangi potensi perkembangbiakan nyamuk dengan menjaga kebersihan lingkungan sekaligus menerapkan perlindungan diri saat beraktivitas.
Peran kader Jumantik menjadi penting karena mereka berada dekat dengan masyarakat dan dapat membantu meningkatkan kesadaran warga mengenai pentingnya pemeriksaan lingkungan secara berkala.
Melalui kolaborasi antara Puskesmas Mampang Prapatan, kader Jumantik, masyarakat, dan Enesis Group, gerakan Kampung Bebas Jentik diharapkan dapat memperkuat kebiasaan pencegahan DBD di tingkat lingkungan.
Sinergi antara edukasi, keterlibatan komunitas, serta pemanfaatan produk perlindungan diri menjadi bagian dari upaya menjalankan komitmen Healthy Product for Healthy Family.
(ELG)
Kegiatan Lomba Kampung Bebas Jentik Tingkat Kecamatan Mampang Prapatan ini diinisiasi oleh Puskesmas Mampang Prapatan dengan melibatkan sekitar 100 kader Jumantik.
Para kader tersebut berasal dari lima kelurahan, yaitu Pela Mampang, Mampang Prapatan, Tegal Parang, Bangka, dan Kuningan Barat. Mereka berperan penting dalam mengajak warga melakukan pemantauan jentik secara rutin di lingkungan tempat tinggal.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Mampang Prapatan tersebut juga mendapat dukungan dari Enesis Group melalui produk Soffell. Dukungan ini diarahkan untuk melengkapi upaya masyarakat dalam mencegah penyebaran DBD.
Selain mendukung kegiatan KBJ, Enesis Group memberikan edukasi mengenai product knowledge Soffell kepada para kader Jumantik. Edukasi tersebut menekankan pentingnya perlindungan diri dari gigitan nyamuk dalam berbagai aktivitas sehari-hari.
Head of Human Resources Services and Public Relations Enesis Group, RM Ardiantara, mengatakan pencegahan DBD membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak dan dilakukan secara konsisten.
“Pencegahan DBD merupakan upaya bersama yang membutuhkan kolaborasi dan konsistensi dari berbagai pihak. Melalui Soffell, kami berkomitmen untuk turut mendukung gerakan Kampung Bebas Jentik dengan memperkuat edukasi kepada para kader Jumantik mengenai pentingnya perlindungan diri dari gigitan nyamuk," ujar RM Ardiantara.
Ia berharap edukasi tersebut dapat memperkuat upaya pengendalian jentik yang selama ini dilakukan masyarakat. Menurutnya, kebiasaan preventif perlu diterapkan secara rutin agar pencegahan DBD menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari.
“Kami berharap dukungan edukasi dan product knowledge ini dapat melengkapi upaya pengendalian jentik di lingkungan, sekaligus mendorong masyarakat untuk menjadikan perilaku preventif sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari untuk melakukan 3M (Menguras, Menutup, Mendaur Ulang) Plus Mengoles Anti Nyamuk Soffell,” lanjutnya.
Pencegahan DBD pada dasarnya perlu dilakukan dari berbagai sisi. Masyarakat dapat mengurangi potensi perkembangbiakan nyamuk dengan menjaga kebersihan lingkungan sekaligus menerapkan perlindungan diri saat beraktivitas.
Peran kader Jumantik menjadi penting karena mereka berada dekat dengan masyarakat dan dapat membantu meningkatkan kesadaran warga mengenai pentingnya pemeriksaan lingkungan secara berkala.
Melalui kolaborasi antara Puskesmas Mampang Prapatan, kader Jumantik, masyarakat, dan Enesis Group, gerakan Kampung Bebas Jentik diharapkan dapat memperkuat kebiasaan pencegahan DBD di tingkat lingkungan.
Sinergi antara edukasi, keterlibatan komunitas, serta pemanfaatan produk perlindungan diri menjadi bagian dari upaya menjalankan komitmen Healthy Product for Healthy Family.
(ELG)