FITNESS & HEALTH

Mengapa Kecemasan Terjadi di Malam Hari?

Kumara Anggita
Senin 01 Maret 2021 / 15:27
Jakarta: Kecemasan adalah hal yang wajar terjadi saat kamu sedang stres atau gugup. Biasanya ini akan menghilang saat penyebab cemasnya sudah teratasi. Namun beberapa orang mengalaminya secara konstan, bahkan lebih parah di malam hari. 

Kira-kira mengapa kecemasan ini muncul di waktu tersebut? Gerhard Whitworth, R.N dalam Healthline menyebutkan salah satu waktu paling umum ketika orang mengalami kecemasan adalah pada malam hari. 

Banyak uji klinis menemukan bahwa kurang tidur dapat menjadi pemicu kecemasan. Secara historis, penelitian juga menunjukkan bahwa gangguan kecemasan dikaitkan dengan penurunan kualitas tidur.
 

Gejala kecemasan


Ada banyak gejala kecemasan. Setiap orang mengalami kecemasan secara berbeda. Gejala bisa terjadi kapan saja, siang, pagi, atau malam. Gejala umum kecemasan meliputi perasaan gugup, gelisah, atau khawatir, kesulitan berkonsentrasi, kesulitan tidur atau tertidur, sampai masalah gastrointestinal.

Gejala lain yang mungkin dialami oleh penderita kecemasan adalah serangan panik. Serangan panik adalah episode ketakutan yang ekstrem dan intens, yang sering kali disertai dengan manifestasi fisik. 


cemas
(Untuk mengatasi kecemasan di malam hari kamu bisa menggunakan psikoterapi, pengobatan sampai meditasi. Konsultasikan pada psikolog untuk mendapatkan cara terbaik. Foto: Ilustrasi/Freepik.com)


Gejala umum serangan panik meliputi rasa malapetaka yang akan datang, peningkatan detak jantung dan nyeri dada, sesak napas dan tenggorokan sesak, berkeringat, menggigil, dan pusing, sampai perasaan lepas, atau seperti tidak ada yang nyata.

Dalam beberapa kasus, kamu bahkan mungkin terbangun karena serangan panik nokturnal. Serangan panik nokturnal (malam hari) memiliki tanda dan gejala yang sama dengan serangan panik biasa, hanya terjadi saat kamu sedang tidur. Jika kamu mengalami serangan panik di malam hari, kamu mungkin sulit untuk tenang dan tertidur kembali.
 

Penyebab kecemasan


Masalah tidur dan kecemasan tampaknya menyertai satu sama lain. Kurang tidur bisa menjadi pemicu kecemasan, sedangkan kecemasan juga bisa menyebabkan kurang tidur.

Menurut Anxiety and Depression Association of America (ADAA) ebih dari 50 persen orang dewasa mengatakan tingkat kecemasan mereka memengaruhi kemampuan mereka untuk tidur di malam hari. 

Banyak alasan dibaliknya, kamu mungkin merasa pikiran kamu berpacu dan kamu tidak dapat menghentikan pikiran kamu. Kamum mungkin fokus pada kekhawatiran hari itu atau mengantisipasi hal-hal yang harus kamu lakukan untuk hari berikutnya.

"Stres" yang dirasakan ini dapat menyebabkan tubuh mengalami aliran adrenalin, yang membuatnya sangat sulit untuk tidur. Untuk mengatasinya kamu bisa menggunakan psikoterapi, pengobatan, meditasi, latihan pernapasan dan masih banyak lagi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH