- Hipertensi atau tekanan darah tinggi sering dijuluki sebagai silent killer di Indonesia. Kenapa?
- Karena sering kali kita tidak sadar memilikinya sampai kondisi kesehatan lain ikut terganggu.
- Hipertensi meningkatkan beban kerja jantung, memicu kerusakan pembuluh darah, dan gagal jantung.
Jakarta: Hipertensi atau tekanan darah tinggi sering dijuluki sebagai silent killer di Indonesia. Kenapa? Karena sering kali kita tidak sadar memilikinya sampai kondisi kesehatan lain ikut terganggu.
Salah satu yang paling sering terkait adalah kesehatan jantung. Lalu, bagaimana sebenarnya hubungan keduanya?
Secara medis, hipertensi terjadi saat tekanan darah di arteri meningkat di atas batas normal. Sebagai patokan:
- Normal: Di bawah 120/80 mmHg.
- Hipertensi: Berada di atas 130/80 mmHg.
Masalah utamanya, hipertensi sering tidak menunjukkan gejala khas di tahap awal. Tanpa disadari, tekanan yang terus-menerus ini bisa merusak pembuluh darah dan perlahan mengancam kinerja jantung kamu.
Mengapa hipertensi bahaya untuk jantung kamu? Bayangkan jantung kamu sebagai pompa yang harus bekerja ekstra keras untuk mengalirkan darah saat tekanan di arteri sedang tinggi.
Menurut dr. Teuku Istia Muda Perdana, Sp. J.P, FIHA dari RS Pondok Indah, beban kerja berlebih ini bisa menyebabkan perubahan struktural pada jantung, seperti, penebalan otot jantung, pembengkakan jantung, dan jantung melemah dan kemampuan memompa darah menurun.
Jika dibiarkan dalam jangka panjang, dinding pembuluh darah bisa mengalami peradangan dan pembentukan plak.
Plak inilah yang menyempitkan arteri, menghambat pasokan oksigen ke jantung, dan meningkatkan risiko penyakit jantung koroner hingga gagal jantung.
.jpg)
(Hipertensi adalah silent killer yang sering tidak disadari namun sangat membahayakan kesehatan jantung kamu saat ini. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Agar hasil pengukuran tekanan darahmu benar dan akurat, coba ikuti langkah-langkah simpel ini:
1. Jeda waktu: Hindari kafein, rokok, dan olahraga berat minimal 30 menit sebelumnya.
2. Relaksasi: Istirahatlah setidaknya 5 menit sebelum mulai mengukur.
3. Posisi tubuh: Duduk dengan kaki tidak bersilang dan posisikan lengan sejajar dengan jantung.
4. Konsistensi: Ada baiknya mengukur di kedua lengan dan lakukan dua kali pengukuran (dengan jeda beberapa menit) lalu ambil rata-ratanya.
Mengingat hubungan antara hipertensi dan penyakit jantung yang sangat erat, kunci utamanya adalah menjaga tekanan darah agar tetap normal. Kalau kamu sudah didiagnosis hipertensi, jangan panik.
Kamu bisa mulai dengan mengubah gaya hidup, rutin berolahraga, minum obat sesuai anjuran dokter, dan yang paling penting—rutin kontrol ke dokter spesialis jantung.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)
Salah satu yang paling sering terkait adalah kesehatan jantung. Lalu, bagaimana sebenarnya hubungan keduanya?
Secara medis, hipertensi terjadi saat tekanan darah di arteri meningkat di atas batas normal. Sebagai patokan:
- Normal: Di bawah 120/80 mmHg.
- Hipertensi: Berada di atas 130/80 mmHg.
Masalah utamanya, hipertensi sering tidak menunjukkan gejala khas di tahap awal. Tanpa disadari, tekanan yang terus-menerus ini bisa merusak pembuluh darah dan perlahan mengancam kinerja jantung kamu.
Mengapa hipertensi bahaya untuk jantung kamu? Bayangkan jantung kamu sebagai pompa yang harus bekerja ekstra keras untuk mengalirkan darah saat tekanan di arteri sedang tinggi.
Menurut dr. Teuku Istia Muda Perdana, Sp. J.P, FIHA dari RS Pondok Indah, beban kerja berlebih ini bisa menyebabkan perubahan struktural pada jantung, seperti, penebalan otot jantung, pembengkakan jantung, dan jantung melemah dan kemampuan memompa darah menurun.
Jika dibiarkan dalam jangka panjang, dinding pembuluh darah bisa mengalami peradangan dan pembentukan plak.
Plak inilah yang menyempitkan arteri, menghambat pasokan oksigen ke jantung, dan meningkatkan risiko penyakit jantung koroner hingga gagal jantung.
Tips cek tekanan darah yang akurat
.jpg)
(Hipertensi adalah silent killer yang sering tidak disadari namun sangat membahayakan kesehatan jantung kamu saat ini. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Agar hasil pengukuran tekanan darahmu benar dan akurat, coba ikuti langkah-langkah simpel ini:
1. Jeda waktu: Hindari kafein, rokok, dan olahraga berat minimal 30 menit sebelumnya.
2. Relaksasi: Istirahatlah setidaknya 5 menit sebelum mulai mengukur.
3. Posisi tubuh: Duduk dengan kaki tidak bersilang dan posisikan lengan sejajar dengan jantung.
4. Konsistensi: Ada baiknya mengukur di kedua lengan dan lakukan dua kali pengukuran (dengan jeda beberapa menit) lalu ambil rata-ratanya.
Baca Juga :
Layanan Stroke di NTT Memasuki Babak Baru
Mengingat hubungan antara hipertensi dan penyakit jantung yang sangat erat, kunci utamanya adalah menjaga tekanan darah agar tetap normal. Kalau kamu sudah didiagnosis hipertensi, jangan panik.
Kamu bisa mulai dengan mengubah gaya hidup, rutin berolahraga, minum obat sesuai anjuran dokter, dan yang paling penting—rutin kontrol ke dokter spesialis jantung.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)