FITNESS & HEALTH

Ruang Hijau Jadi Kebutuhan Baru Warga Urban, Bukan Sekadar Pelengkap

A. Firdaus
Sabtu 16 Mei 2026 / 13:11
Ringkasnya gini..
  • Peringatan Hari Bumi yang jatuh pada 22 April kembali mengingatkan pentingnya keberadaan ruang terbuka hijau (RTH) di tengah kehidupan perkotaan.
  • Ruang hijau kini tidak lagi dipandang sekadar elemen estetika, tetapi sudah menjadi kebutuhan dasar masyarakat.
  • Paramount Petals Connected Living, kota mandiri yang dikembangkan oleh Paramount Land di wilayah Barat Jakarta.
Jakarta: Peringatan Hari Bumi yang jatuh pada 22 April kembali mengingatkan pentingnya keberadaan ruang terbuka hijau (RTH) di tengah kehidupan perkotaan. Di tengah suhu kota yang semakin panas, polusi udara, hingga padatnya aktivitas urban, ruang hijau kini tidak lagi dipandang sekadar elemen estetika, tetapi sudah menjadi kebutuhan dasar masyarakat.

Pemerintah melalui Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 menegaskan bahwa RTH memiliki fungsi strategis, mulai dari menyerap polusi udara, membantu mengendalikan suhu lingkungan, hingga menunjang kesehatan masyarakat. Kesadaran ini juga sejalan dengan kampanye Earthday.org tahun ini yang menyoroti pentingnya aksi kolektif dan keterlibatan komunitas dalam menjaga lingkungan.

Pesan serupa juga muncul dalam peringatan Hari Bumi di Gunung Padang pada 22 April lalu. Wakil Sekjen WALUBI, Asun Gotama, menekankan pentingnya kesadaran manusia dalam menjaga alam.

“Ketika manusia hidup dengan kesadaran, tidak serakah, dan penuh welas asih, maka alam pun akan terjaga. Merawat bumi adalah bagian dari laku spiritual,” ujar Romo Asun.

Sementara itu, laporan Outlook 2026 dari WALHI bertajuk Membayar Mahal Ambisi Pertumbuhan juga menegaskan bahwa masyarakat memiliki peran penting dalam pemulihan lingkungan.

Di tengah meningkatnya kesadaran tersebut, konsep kota hijau mulai diadopsi sejumlah pengembang kawasan hunian. Salah satunya terlihat pada Paramount Petals Connected Living, kota mandiri yang dikembangkan oleh Paramount Land di wilayah Barat Jakarta.

Kawasan ini mengusung pendekatan berbasis lingkungan melalui integrasi ruang hijau dalam perencanaan kawasan hunian dan komersial. Konsep tersebut diwujudkan lewat desain ruang hijau berlapis, mulai dari boulevard utama yang rindang, koridor hijau di dalam kawasan, hingga taman komunal yang dapat diakses penghuni.

Direktur Design dan Planning Paramount Petals, Henry Napitupulu, menjelaskan bahwa vegetasi di kawasan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pemanis visual.

“Vegetasi tidak sekadar menjadi elemen estetika, tetapi berfungsi sebagai green buffer alami untuk menyerap polusi udara, meredam panas, dan menciptakan mikroklimat yang lebih nyaman,” jelas Henry.

Selain itu, kawasan ini juga dirancang ramah pejalan kaki dengan ruang terbuka publik yang mendukung aktivitas luar ruang. Pendekatan tersebut dinilai dapat membantu mengurangi ketergantungan kendaraan sekaligus mendorong gaya hidup yang lebih aktif dan ramah lingkungan.

Komitmen terhadap pengembangan kawasan berkelanjutan juga terlihat dari sejumlah penghargaan yang diterima Paramount Petals, di antaranya Best Masterplan Indonesia pada International Property Awards 2025, Best Township (Region Tangerang & Surrounding) pada Golden Property Awards 2025, serta Best Township Masterplan Design pada PropertyGuru Indonesia Property Awards 2024.

Pendekatan berbasis vegetasi dan pengelolaan lingkungan terintegrasi dinilai menjadi langkah penting dalam menciptakan kota yang lebih sehat dan adaptif di masa depan. Dengan meningkatnya tantangan perubahan iklim dan kualitas udara di perkotaan, keberadaan ruang terbuka hijau kini menjadi bagian penting dalam membangun kualitas hidup masyarakat urban.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH