FITNESS & HEALTH

RSCM Terima Donasi LVAD untuk Penanganan Gagal Jantung

Aulia Putriningtias
Jumat 31 Juli 2026 / 17:15
Ringkasnya gini..
  • RSCM menerima donasi perangkat LVAD yang akan memperkuat layanan kardiovaskular berteknologi tinggi bagi pasien dengan gagal jantung stadium lanjut.
  • RSCM akan melakukan pemasangan LVAD pertama kepada seorang pasien perempuan berusia 45 tahun.
  • Alat ini juga diketahui dapat bertahan hingga sekitar 9 tahun lamanya di dalam tubuh.
Jakarta: RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) bersama HeartSPAN.ai, divisi layanan ketahanan jantung (heart longevity) dari Borderless Healthcare Group (BHG), menyelenggarakan Left Ventricular Assist Device (LVAD) Donation Ceremony. 

Melalui kolaborasi ini, RSCM menerima donasi perangkat LVAD yang akan memperkuat layanan kardiovaskular berteknologi tinggi bagi pasien dengan gagal jantung stadium lanjut.

Menurut Direktur Utama RSCM, DR. Dr. Supriyanto Dharmoredjo. Sp.B, FINACS, M.Kes, orang yang sudah gagal jantung, artinya otot-otot jantung itu sudah tidak mungkin lagi melakukan pemompaan jantung untuk keseluruhan tubuh. Karena ototnya dikatakan sudah rusak. 
 

"Ini adalah yang kita sebut dengan LVID, itu diproduce dan didonasikan oleh Dr. Wei dan didonasikan kepada pasien kita dengan harapan bilik kiri itu digantikan oleh semacam pompa air," jelasnya dalam seremonial resmi di RSCM Kiara, Jakarta, Jumat, 31 Juli 2026.

LVAD sendiri adalah alat bantu pompa jantung yang dipasang melalui operasi untuk membantu ventrikel kiri memompa darah ke seluruh tubuh. Teknologi ini telah terbukti meningkatkan kualitas hidup serta memperpanjang harapan hidup pasien dengan gagal jantung stadium lanjut.

Pada tahap awal implementasi, RSCM akan melakukan pemasangan LVAD pertama kepada seorang pasien perempuan berusia 45 tahun dengan fungsi pompa jantung sebesar 14 persen. Pasien ini mengalami sesak napas saat aktivitas ringan dan telah beberapa kali menjalani perawatan akibat gagal jantung.

Pendiri dan Chairman Borderless Healthcare Group sekaligus pendiri HeartSPAN.ai, Dr. Wei Siang Yu, menjelaskan bahwa kolaborasi ini merupakan perpaduan antara inovasi teknologi medis, pertukaran pengetahuan lintas negara, serta pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/Al) dalam tata laksana gagal jantung.

"Salah satu keunggulan penting teknologi LVAD adalah perangkat ini berpotensi dilepas di kemudian han seiring perkembangan terapi regeneratif, sehingga menjadi terobosan baru dalam penanganan gagal jantung stadium lanjut," kata Dr. Wei.

"Ke depan, perkembangan terapi regenerati, termasuk terapi stem cell diharapkan dapat semakin meningkatkan peluang pemulihan fungsi jantung pasien," lanjutnya.

Alat ini juga diketahui dapat bertahan hingga sekitar 9 tahun lamanya di dalam tubuh. Selain memberikan manfaat bagi pasien, pengembangan layanan LVAD di RSCM juga diharapkan memperkuat kemampuan bedah jantung dan pelayanan lanjutan di Indonesia.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)

MOST SEARCH