FITNESS & HEALTH
Ini Kelompok Orang yang Gak Boleh Sembarangan Konsumsi Stevia
Yatin Suleha
Kamis 29 Oktober 2026 / 11:05
- Belakangan ini, nama stevia emang lagi harum banget di dunia per-diet-an.
- Gimana enggak? Pemanis alami ini digadang-gadang jadi penyelamat buat kamu yang pengen ngurangin gula pasir.
- Yuk, simak siapa aja yang gak disaranin atau harus ekstra hati-hati sama stevia!
Jakarta: Belakangan ini, nama stevia emang lagi harum banget di dunia per-diet-an. Gimana enggak? Pemanis alami ini digadang-gadang jadi penyelamat buat kamu yang pengen ngurangin gula pasir tanpa harus merelakan rasa manis.
Nol kalori, alami, dan ramah gula darah. Keliatannya sempurna banget kan? Tapi tunggu dulu! Walaupun stempelnya pemanis alami dan sehat, ternyata gak semua orang bisa langsung cocok konsumsi stevia.
Dalam paparan dr. Marianti via Alodokter menerangkan, ada beberapa kondisi yang bikin kamu wajib step back atau konsultasi dulu sama dokter sebelum rutin netesin pemanis ini ke kopi kamu.
Dalam sumber yang sama, dr. Marianti juga memaparkan, konsultasikan ke dokter mengenai penggunaan stevia jika kamu menggunakan obat, suplemen, atau produk herbal tertentu, untuk menghindari terjadinya interaksi antarobat.
Jadi, yuk simak siapa aja yang gak disaranin atau harus ekstra hati-hati sama stevia!
Ini poin paling krusial! Buat kamu yang punya riwayat alergi sama tanaman keluarga Asteraceae/Compositae — seperti bunga matahari, daisy, chrysanthemum (krisan), atau marigold — kamu wajib ekstra waspada.
Karena stevia masih satu kerabat dekat sama keluarga tanaman ini, ada risiko reaksi alergi silang (cross-reactivity).
Gejalanya bisa mulai dari gatal-gatal, ruam kulit, pembengkakan, sampai gangguan pernapasan. Jadi kalau kamu ada alergi ini, mending skip aja ya!
Stevia punya efek alami yang bisa membantu menurunkan tekanan darah (vasodilator). Buat penderita hipertensi, ini jelas kabar baik.
Tapi kalau tekanan darah kamu dasarnya udah rendah, konsumsi stevia berlebihan malah bisa bikin tensi kamu makin anjlok. Efeknya? Kamu bisa mendadak kliyengan, pusing, sampai lemas seharian.
Beberapa produk stevia kemasan yang dijual di pasaran biasanya gak murni 100% ekstrak stevia, tapi dicampur sama gula alkohol kayak erythritol atau maltodextrin biar rasanya makin pas.
Nah, racikan ini sering kali memicu masalah di perut buat kamu yang punya usus sensitif atau IBS (Irritable Bowel Syndrome). Efeknya bisa bikin perut kembung, begah, bergas, sampai diare ringan.
Kalau kamu lagi dalam pengobatan rutin — terutama obat pengatur gula darah atau obat penurun tekanan darah — konsumsi stevia secara agresif bisa bikin efek obatnya jadi berlipat ganda. Hal ini bisa memicu gula darah drop kelewat drastis (hipoglikemia) atau tensi terlalu rendah.
Ekstrak stevia murni yang berlabel purified stevia extract (rebaudioside A) umumnya dinyatakan aman. Tapi buat varian daun stevia utuh atau olahan mentah yang belum terstandardisasi resmi, sebaiknya dihindari dulu selama masa kehamilan dan menyusui demi keamanan janin dan bayi.
Stevia emang pilihan alternatif gula yang oke banget, tapi tetep harus disesuaikan sama kondisi tubuh masing-masing ya.
Jangan lupa buat selalu cek label komposisi di kemasan produk stevia yang kamu beli ya! Kira-kira kamu termasuk yang cocok minum stevia atau malah pernah ngalamin efek sampingnya nih?
(TIN)
Nol kalori, alami, dan ramah gula darah. Keliatannya sempurna banget kan? Tapi tunggu dulu! Walaupun stempelnya pemanis alami dan sehat, ternyata gak semua orang bisa langsung cocok konsumsi stevia.
Dalam paparan dr. Marianti via Alodokter menerangkan, ada beberapa kondisi yang bikin kamu wajib step back atau konsultasi dulu sama dokter sebelum rutin netesin pemanis ini ke kopi kamu.
Dalam sumber yang sama, dr. Marianti juga memaparkan, konsultasikan ke dokter mengenai penggunaan stevia jika kamu menggunakan obat, suplemen, atau produk herbal tertentu, untuk menghindari terjadinya interaksi antarobat.
Jadi, yuk simak siapa aja yang gak disaranin atau harus ekstra hati-hati sama stevia!
1. Kamu yang punya alergi tanaman keluarga Asteraceae
Ini poin paling krusial! Buat kamu yang punya riwayat alergi sama tanaman keluarga Asteraceae/Compositae — seperti bunga matahari, daisy, chrysanthemum (krisan), atau marigold — kamu wajib ekstra waspada.
Karena stevia masih satu kerabat dekat sama keluarga tanaman ini, ada risiko reaksi alergi silang (cross-reactivity).
Gejalanya bisa mulai dari gatal-gatal, ruam kulit, pembengkakan, sampai gangguan pernapasan. Jadi kalau kamu ada alergi ini, mending skip aja ya!
2. Pemilik tekanan darah rendah (Hipotensi)
(Stevioside pada stevia melebarkan pembuluh darah, sehingga bisa menurunkan tekanan darah penderita hipotensi secara berbahaya. Foto: Dok. News.cals.wisc.edu)
Tapi kalau tekanan darah kamu dasarnya udah rendah, konsumsi stevia berlebihan malah bisa bikin tensi kamu makin anjlok. Efeknya? Kamu bisa mendadak kliyengan, pusing, sampai lemas seharian.
3. Orang dengan masalah pencernaan sensitif
Beberapa produk stevia kemasan yang dijual di pasaran biasanya gak murni 100% ekstrak stevia, tapi dicampur sama gula alkohol kayak erythritol atau maltodextrin biar rasanya makin pas.
Nah, racikan ini sering kali memicu masalah di perut buat kamu yang punya usus sensitif atau IBS (Irritable Bowel Syndrome). Efeknya bisa bikin perut kembung, begah, bergas, sampai diare ringan.
4. Kamu yang lagi mengonsumsi obat-obatan tertentu
Kalau kamu lagi dalam pengobatan rutin — terutama obat pengatur gula darah atau obat penurun tekanan darah — konsumsi stevia secara agresif bisa bikin efek obatnya jadi berlipat ganda. Hal ini bisa memicu gula darah drop kelewat drastis (hipoglikemia) atau tensi terlalu rendah.
5. Ibu hamil dan menyusui (jika pakai varian daun utuh)
Ekstrak stevia murni yang berlabel purified stevia extract (rebaudioside A) umumnya dinyatakan aman. Tapi buat varian daun stevia utuh atau olahan mentah yang belum terstandardisasi resmi, sebaiknya dihindari dulu selama masa kehamilan dan menyusui demi keamanan janin dan bayi.
Intinya...
Stevia emang pilihan alternatif gula yang oke banget, tapi tetep harus disesuaikan sama kondisi tubuh masing-masing ya.
Jangan lupa buat selalu cek label komposisi di kemasan produk stevia yang kamu beli ya! Kira-kira kamu termasuk yang cocok minum stevia atau malah pernah ngalamin efek sampingnya nih?
(TIN)