FITNESS & HEALTH
3 Hal Ini Bisa Terjadi Jika Kamu Malas Mencuci Kaki
Mia Vale
Kamis 27 April 2023 / 10:05
Jakarta: Mungkin kamu berpikir dengan membasahi kaki dengan seeikit sabun mandi sudah cukup untuk menjaga kebersihan kaki.
Namun, salah satu dokter medis spesialis kesehatan kulit menyarankan upaya minimal untuk membersihkan kaki hanya dengan membasahinya saja tidak cukup. Dan itu dapat menyebabkan beberapa infeksi serius jika kamu tidak mencuci kaki dengan benar.
“Mencuci kaki adalah aspek penting dari kebersihan yang baik,” ujar Dr Rosmy Barrios, MD. “Penting untuk mencuci kaki secara menyeluruh dengan sabun dan air hangat, memberikan perhatian khusus pada area antara jari kaki dan telapak kaki. Jika kamu tidak mencuci kaki secara teratur, kamu mungkin mengalami berbagai efek negatif," tambahnya.
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, ini termasuk mencuci kaki dan mengeringkan sepenuhnya setiap hari, memotong kuku kaki, mengganti kaus kaki, dan mengenakan alas kaki pelindung.
Dan jika kebersihan kaki tidak menjadi salah satu daftar prioritas kamu, akan berdampak beberapa hal yang harus siap kamu hadapi. Apa saja itu?
.jpg)
(Dr. Kevin Adrian mengatakan bahwa salah satu cara sederhana yang bisa kamu lakukan untuk menghilangkan bau kaki yaitu dengan menaburkan bedak kaki untuk menyerap keringat, menutupi bau kaki, serta menghambat pertumbuhan jamur. Foto: Ilustrasi/Dok. Pexels.com)
Ini relatif tidak berbahaya, tapi cukup mengganggu hidung. Sebenarnya, dikatakan oleh Dr Barrios, beberapa orang memang cenderung memiliki kaki yang lebih berkeringat daripada yang lain. Namun, bau kaki juga bisa menjadi tanda tidak mencuci kaki dengan benar.
Pasalnya, kaki cenderung menumpuk keringat dan bakteri yang dapat menyebabkan bau tidak sedap. Secara khusus, menukil The Healthy, bakteri yang hidup di kulit dan sepatu benar-benar memakan keringat, menyebabkan kaki mengeluarkan bau yang tidak sedap.
Bakteri tumbuh subur di tempat yang lembap dan gelap. Bagian dalam sepatu dan kaus kaki, misalnya. Dan infeksi bisa menjadi hasil yang tidak menguntungkan. Infeksi ini bisa berupa jamur atau bakteri, atau dalam beberapa kasus, bahkan virus. Infeksi jamur yang umum adalah kutu air, yang merupakan infeksi pada kulit kaki.
Bahkan infeksi kaki yang lebih jarang terjadi karena kebersihan yang buruk adalah eksem. Oleh karena itu, sangat penting untuk memprioritaskan kebersihan kaki sebagai bagian dari rutinitas kebersihan secara keseluruhan.
Efek ini, utamanya sekitar tumit, memang bukan merupakan tanda utama tidak membersihkan kaki. Namun hal itu dapat menunjukkan bahwa kulit mati telah menumpuk dan kamu tidak melembapkan tootsies dengan benar. Kaki dapat dengan mudah mengering jika terkena air panas terlalu lama, misalnya saat berendam.
Dan kelembapan yang tepat tidak diterapkan kembali ke kulit. Seperti yang direkomendasikan oleh American Academy of Dermatology Association (AADA), pastikan untuk mengoleskan losion pada kaki setelah mandi atau berendam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Namun, salah satu dokter medis spesialis kesehatan kulit menyarankan upaya minimal untuk membersihkan kaki hanya dengan membasahinya saja tidak cukup. Dan itu dapat menyebabkan beberapa infeksi serius jika kamu tidak mencuci kaki dengan benar.
“Mencuci kaki adalah aspek penting dari kebersihan yang baik,” ujar Dr Rosmy Barrios, MD. “Penting untuk mencuci kaki secara menyeluruh dengan sabun dan air hangat, memberikan perhatian khusus pada area antara jari kaki dan telapak kaki. Jika kamu tidak mencuci kaki secara teratur, kamu mungkin mengalami berbagai efek negatif," tambahnya.
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, ini termasuk mencuci kaki dan mengeringkan sepenuhnya setiap hari, memotong kuku kaki, mengganti kaus kaki, dan mengenakan alas kaki pelindung.
Dan jika kebersihan kaki tidak menjadi salah satu daftar prioritas kamu, akan berdampak beberapa hal yang harus siap kamu hadapi. Apa saja itu?
.jpg)
(Dr. Kevin Adrian mengatakan bahwa salah satu cara sederhana yang bisa kamu lakukan untuk menghilangkan bau kaki yaitu dengan menaburkan bedak kaki untuk menyerap keringat, menutupi bau kaki, serta menghambat pertumbuhan jamur. Foto: Ilustrasi/Dok. Pexels.com)
1. Bau kaki
Ini relatif tidak berbahaya, tapi cukup mengganggu hidung. Sebenarnya, dikatakan oleh Dr Barrios, beberapa orang memang cenderung memiliki kaki yang lebih berkeringat daripada yang lain. Namun, bau kaki juga bisa menjadi tanda tidak mencuci kaki dengan benar.
Pasalnya, kaki cenderung menumpuk keringat dan bakteri yang dapat menyebabkan bau tidak sedap. Secara khusus, menukil The Healthy, bakteri yang hidup di kulit dan sepatu benar-benar memakan keringat, menyebabkan kaki mengeluarkan bau yang tidak sedap.
2. Infeksi jamur atau bakteri
Bakteri tumbuh subur di tempat yang lembap dan gelap. Bagian dalam sepatu dan kaus kaki, misalnya. Dan infeksi bisa menjadi hasil yang tidak menguntungkan. Infeksi ini bisa berupa jamur atau bakteri, atau dalam beberapa kasus, bahkan virus. Infeksi jamur yang umum adalah kutu air, yang merupakan infeksi pada kulit kaki.
Bahkan infeksi kaki yang lebih jarang terjadi karena kebersihan yang buruk adalah eksem. Oleh karena itu, sangat penting untuk memprioritaskan kebersihan kaki sebagai bagian dari rutinitas kebersihan secara keseluruhan.
3. Kulit kering dan pecah-pecah
Efek ini, utamanya sekitar tumit, memang bukan merupakan tanda utama tidak membersihkan kaki. Namun hal itu dapat menunjukkan bahwa kulit mati telah menumpuk dan kamu tidak melembapkan tootsies dengan benar. Kaki dapat dengan mudah mengering jika terkena air panas terlalu lama, misalnya saat berendam.
Dan kelembapan yang tepat tidak diterapkan kembali ke kulit. Seperti yang direkomendasikan oleh American Academy of Dermatology Association (AADA), pastikan untuk mengoleskan losion pada kaki setelah mandi atau berendam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)