Jakarta: Istilah saffron mungkin terdengar asing di telinga kamu. Namun, perlu kamu ketahui, saffron merupakan rempah-rempah termahal di dunia lho!
Harganya sangat mahal karena proses memanennya yang rumit dan khasiatnya yang luar biasa. Satu pon saffron (450 gram), dihargai senilai USD500-5.000 dolar AS atau setara Rp7 juta hingga Rp70 juta. Fantastis bukan?
Saffron berasal dari bunga crocus sativus yang tumbuh di Mediterania. Setiap bunga Crocus memiliki tiga kepala putik atau biasa disebut stigma. Stigma sendiri sangat rapuh, sehingga memanennya adalah pekerjaan manual yang dihargai mahal.
Saffron hanya tumbuh dalam kondisi yang sangat spesifik, dan mekar hanya selama satu minggu dalam setahun. Mereka tumbuh paling baik di bawah sinar matahari dan memiliki drainase yang baik, tanah yang subur di daerah yang kering di musim panas. Saffron India, Iran, dan Spanyol adalah jenis yang paling populer.
.jpg)
(Saffron (warna merah di sebelah kanan), saat ini jadi rempah termahal di dunia karena memanennya sangat sulit. Foto: Pexels.com)
Pada bagian tangkai yang menghubungkan antara kepala putik dan bunga bagian dalam disebut Saffron Crocus. Bagian itulah yang sering diolah untuk digunakan sebagai bumbu dapur. Namun, sebelum dikemas atau dipakai, bagian tangkai putik biasanya dikeringkan terlebih dahulu.
Melansir RD, untuk mendapatkan satu pon rempah-rempah saffron, dibutuhkan sekitar 75.000 bunga saffron berkualitas. Artinya, hanya sebagian kecil bunga saffron yang benar-benar bisa digunakan sebagai rempah-rempah.
Saffron memiliki rasa khas sedikit pahit dan berbau harum seperti iodoform atau rumput kering yang disebabkan zat kimia bernama picrocrocin dan safranal.
Saffron mengandung crocin, yakni salah satu bahan pewarna karotenoid yang membuat makanan menjadi kuning keemasan. Warna kuning terang saffron menjadikannya sebagai rempah-rempah yang paling banyak dicari orang di dunia.
Dalam pengobatan tradisional, saffron digunakan sebagai obat berbagai macam penyakit seperti membantu mengurangi gejala alzheimer, depresi, PMS, mengurangi tekanan darah, mencegah anemia, mengobati asma, batuk, sakit tenggorokan.
Selain itu juga dipercaya bisa untuk batuk rejan (pertusis), mengencerkan dahak (sebagai ekspektoran), mengatasi perut kembung, nyeri, psoriasis, kulit kering, memberantas alergi, membuat tidur lebih berkualitas, membantu menurunkan berat badan dan memperbaiki suasana hati. Konsultasikan ya ke dokter kamu sebelum mengonsumsinya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Harganya sangat mahal karena proses memanennya yang rumit dan khasiatnya yang luar biasa. Satu pon saffron (450 gram), dihargai senilai USD500-5.000 dolar AS atau setara Rp7 juta hingga Rp70 juta. Fantastis bukan?
Saffron berasal dari bunga crocus sativus yang tumbuh di Mediterania. Setiap bunga Crocus memiliki tiga kepala putik atau biasa disebut stigma. Stigma sendiri sangat rapuh, sehingga memanennya adalah pekerjaan manual yang dihargai mahal.
Saffron hanya tumbuh dalam kondisi yang sangat spesifik, dan mekar hanya selama satu minggu dalam setahun. Mereka tumbuh paling baik di bawah sinar matahari dan memiliki drainase yang baik, tanah yang subur di daerah yang kering di musim panas. Saffron India, Iran, dan Spanyol adalah jenis yang paling populer.
.jpg)
(Saffron (warna merah di sebelah kanan), saat ini jadi rempah termahal di dunia karena memanennya sangat sulit. Foto: Pexels.com)
Pada bagian tangkai yang menghubungkan antara kepala putik dan bunga bagian dalam disebut Saffron Crocus. Bagian itulah yang sering diolah untuk digunakan sebagai bumbu dapur. Namun, sebelum dikemas atau dipakai, bagian tangkai putik biasanya dikeringkan terlebih dahulu.
Melansir RD, untuk mendapatkan satu pon rempah-rempah saffron, dibutuhkan sekitar 75.000 bunga saffron berkualitas. Artinya, hanya sebagian kecil bunga saffron yang benar-benar bisa digunakan sebagai rempah-rempah.
Saffron memiliki rasa khas sedikit pahit dan berbau harum seperti iodoform atau rumput kering yang disebabkan zat kimia bernama picrocrocin dan safranal.
Saffron mengandung crocin, yakni salah satu bahan pewarna karotenoid yang membuat makanan menjadi kuning keemasan. Warna kuning terang saffron menjadikannya sebagai rempah-rempah yang paling banyak dicari orang di dunia.
Dalam pengobatan tradisional, saffron digunakan sebagai obat berbagai macam penyakit seperti membantu mengurangi gejala alzheimer, depresi, PMS, mengurangi tekanan darah, mencegah anemia, mengobati asma, batuk, sakit tenggorokan.
Selain itu juga dipercaya bisa untuk batuk rejan (pertusis), mengencerkan dahak (sebagai ekspektoran), mengatasi perut kembung, nyeri, psoriasis, kulit kering, memberantas alergi, membuat tidur lebih berkualitas, membantu menurunkan berat badan dan memperbaiki suasana hati. Konsultasikan ya ke dokter kamu sebelum mengonsumsinya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)