FITNESS & HEALTH

Hindari Diskriminasi dan Stigmasi, WHO Mengganti Nama Monkeypox

Mia Vale
Selasa 16 Agustus 2022 / 10:39
Jakarta: Beberapa kritikus menyuarakan kekhawatiran terhadap nama monkeypox. Ini dikarenakan nama tersebut dianggap diskriminatif dan menstigmasi. Dan kini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sedang mengadakan forum terbuka untuk mengganti nama monkeypox. 

Keputusan ini menurut WHO, dibuat setelah pertemuan dengan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-bangsa (FAO) yang membantu mengidentifikasi praktik terbaik untuk penamaan penyakit manusia. 

"Untuk menghindari menyebabkan pelanggaran terhadap budaya, sosial, nasional, regional, profesional, atau kelompok etnis, dan meminimalkan dampak negatif pada perdagangan, perjalanan, pariwisata atau kesejahteraan hewan," jelas WHO, seperti yang dikutip dari Fox News. 



(WHO dan FAO membantu mengidentifikasi praktik terbaik untuk penamaan penyakit manusia. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)


Misal, versi penyakit yang sebelumnya dikenal sebagai Cekungan Kongo sekarang akan dikenal sebagai Clade satu atau I dan clade Afrika Barat akan dikenal sebagai Clade dua atau II. WHO mengatakan bahwa nama baru untuk clades akan segera berlaku sementara nama baru untuk penyakit dan virus akan dikerjakan. 

Nama baru akan meminimalkan "dampak negatif pada negara, wilayah geografis, ekonomi dan orang-orang dan yang mempertimbangkan evolusi dan penyebaran virus."

WHO mengatakan bahwa siapa pun yang ingin mengajukan saran nama dapat melakukannya di situs web mereka. Keputusan itu muncul setelah sekelompok ilmuwan pada Juni lalu mengusulkan perubahan nama monkeypox, karena menyebut namanya saat ini seakan diskriminatif dan menstigmatisasi.

"Dalam konteks wabah global saat ini, referensi lanjutan, dan nomenklatur virus ini menjadi orang Afrika tidak hanya tidak akurat tetapi juga diskriminatif dan menstigmatisasi. Manifestasi paling jelas dari ini adalah penggunaan foto pasien Afrika untuk menggambarkan cacar, lesi di media arus utama di utara global," ujar para ilmuwan yang mengusulkan nama netral yang menjelaskan evolusi virus.

(TIN)

MOST SEARCH