FITNESS & HEALTH

Awas Zonk Pas Liburan! Cek 6 Penyakit Langganan Musim Kemarau Panjang

Mia Vale
Senin 23 Maret 2026 / 15:03
Ringkasnya gini..
  • El Nino merupakan fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik ekuator.
  • Musim kemarau berkepanjangan juga bisa berpengaruh pada kesehatan.
  • fenomena ini diperkirakan diperkuat oleh Indian Ocean Dipole (IOD).
Jakarta: Seperti yang sudah diberitakan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), mereka memrediksi fenomena El Nino super yang dijuluki 'Godzilla El Nino' akan terjadi mulai April 2026. 

Dan melalui akun resmi Instagramnya @brin_indonesia, Profesor Riset dari Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN Erma Yulihastin juga menjelaskan, kalau El Nino merupakan fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik ekuator. 

Belum lagi, fenomena ini diperkirakan diperkuat oleh Indian Ocean Dipole (IOD) positif yang di mana dapat mengakibatkan musim kemarau panjang di Indonesia. 

Semua ini ditandai Indonesia, IOD positif ditandai dengan mendinginnya suhu laut di dekat Sumatra dan Jawa, sehingga curah hujan berpotensi menurun drastis. 
 
Kondisi ini diperkirakan akan mulai sepanjang bulan April sampai Oktober 2026. Dan selain berakibat pada panen hasil bumi yang ada di Indonesia, musim kemarau berkepanjangan juga bisa berpengaruh pada kesehatan. Apa saja itu?
 

1. Ancaman dehidrasi



(Cuaca panas bisa menyebabkan dehidrasi karena tubuh terus-menerus kehilangan cairan. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)

Saat musim kemarau cuaca bisa menjadi sangat panas. Tak jarak sinar matahari akan terasa menyakitkan di kulit. Akibatnya, kamu bisa lebih rentan mengalami dehidrasi. 

Untuk itu, selalu cukupi kebutuhan air minimal 8 gelas sehari, terlebih bagi kamu yang lebih banyak beraktivitas di luar ruangan. Usahakan membawa cadangan air untuk kamu minum saat beraktivitas. 
 

2. Dermatitis atopik


Musim kemarau cuacanya sedang kering. Bagi beberapa orang, kondisi ini bisa memicu gangguan kulit seperti dermatitis atopik. Dermatitis atopik sendiri menurut dr. Nadia Octavia dari KlikDokter, merupakan penyakit kulit kronis yang membuat kulit meradang, gatal, kering, dan pecah-pecah. 

Biasanya, kondisi ini disebut juga sebagai penyakit eksem. Selain itu, cuaca yanh panas juga bisa kulitmu alergi. Pasalnya, cuaca panas membuat kulit kering dan membuat lapisan kulit menipis, di mana kuman mudah masuk dan membuat alergi.
 

3. Demam berdarah


"Memang, saat musim hujan nyamuk-nyamuk akan berkembang biak, karena adanya genangan air. Nah, saat memasuki musim kemarau, nyamuk dewasa akan semakin banyak," jelas dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter. Dengan kata lain, tak hanya pada musim hujan, saat musim kemarau pun, risiko penyakit demam berdarah bisa muncul. 
 

4. Infeksi saluran pernapasan atas


Musim kemarau identik dengan udara menjadi lebih berdebu. Debu-debu yang bertebaran di udara berpotensi mengiritasi saluran pernapasan. Dalam kondisi demikian, kamu menjadi lebih rentan mengalami infeksi saluran pernapasan atas.
 

5. Diare


Sama halnya dengan demam berdarah, diare juga bisa terjadi saat musim kemarau. Berkurangnya pasokan air bersih di beberapa tempat, bisa mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk dalam proses pencucian makanan dan peralatan makan. Akibatnya, kondisi makanan dan peralatan makan yang kotor berpotensi menyebabkan diare. 

Pun, makanan lebih mudah terkontaminasi oleh udara yang berdebu. Akibatnya, hidangan kurang higienis dan berisiko menimbulkan diare, begitu yang dikatakan dr. Andika Widyatama dari KlikDokter.
   

6. Mata kering


Kondisi ini bisa terjadi ketika udara sangat kering. Udara yang kering saat musim kemarau dapat meningkatkan penguapan air mata. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan masalah dry eyes. 

Gejala-gejala mata kering biasanya dirasakan pada kedua mata, yang meliputi perih, sensasi terbakar, dan gatal di mata, mata memerah, mata mengganjal, mata belekan, sensitif terhadap cahaya, pandangan kabur, sampai air mata keluar terus-menerus.

Untuk menghindarinya, jaga selalu daya tahan tubuh agar tetap prima. Caranya, konsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, serta cukup tidur. Ingat, saat kemarau, heatstroke sangat mungkin terjadi. 

Ini merupakan kondisi kegawatdaruratan yang terjadi ketika suhu tubuh terlalu panas akibat paparan suhu panas di luar tubuh dalam jangka waktu yang lama. 

Suhu tubuh bisa mencapai 40 derajat Celsius. Bila mengami, segera mihta pertolomgan medis karena dapat dengan cepat merusak fungsi berbagai organ dalam tubuh, seperti otak, jantung, ginjal, dan organ vital lainnya hingga mengancam jiwa. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH