Ilustrasi ibadah haji. ist
Ilustrasi ibadah haji. ist

Suhu di Makkah Tembus 40 Derajat, Heat Stroke Ancam Jemaah Haji

Adri Prima • 04 Mei 2026 17:33
Ringkasnya gini..
  • Suhu ekstrem di Makkah mencapai lebih dari 40 derajat celcius. Kondisi ini membuat jemaah haji berisiko kena serangan heat stroke.
  • Heat stroke merupakan kondisi kedaruratan tubuh secara bertahap, mulai dari kram otot, kelelahan, hingga penurunan kesadaran atau disorientasi.
  • Sebanyak dua jemaah haji asal Indonesia dilaporkan mengalami serangan heat stroke saat beribadah di area Masjidil Haram, Makkah.
Mekah: Suhu ekstrem dalam dua hari terakhir di Makkah, Arab Saudi mencapai lebih dari 40 derajat celcius. Kondisi ini tentunya membuat jemaah haji berisiko kena serangan heat stroke. 
 
Heat stroke merupakan kondisi yang berkembang secara bertahap, mulai dari kram otot, kelelahan akibat panas, hingga gangguan serius yang ditandai dengan penurunan kesadaran atau disorientasi.
 
Maka dari itu, petugas menyarankan jemaah lansia untuk beribadah pada waktu yang lebih teduh, seperti setelah Subuh atau menjelang malam. 

Selain itu, jemaah diingatkan bahwa ibadah di hotel tetap memiliki keutamaan pahala selama berada di Tanah Haram, sehingga tidak perlu memaksakan diri beribadah saat cuaca panas ekstrem.
 

Dua jemaah Indonesia terkena heat stroke


Sebanyak dua jemaah haji asal Indonesia dilaporkan mengalami serangan heat stroke saat beribadah di area Masjidil Haram, Makkah.  Tim Penanganan Krisis Pertama pada Jemaah Haji (PKP2JH) bergerak cepat melakukan evakuasi di sejumlah titik krusial, termasuk Pos Anjum. Petugas mendapati jemaah dalam kondisi tidak sadarkan diri dan segera memberikan penanganan medis awal di lokasi.
 
Kepala Seksi PKP2JH, Lansia, dan Disabilitas PPIH Daerah Kerja Makkah, Ridwan Susanto, mengatakan salah satu jemaah harus dirujuk ke rumah sakit di Arab Saudi karena diduga mengalami komplikasi jantung.
 
“Dari gejalanya kemungkinan ke arah sana (heat stroke), karena jemaah tiba-tiba terjatuh, tergeletak, dan tidak sadarkan diri. Tim PKP2JH langsung bereaksi cepat membawa jemaah ke tempat teduh dan mengusahakan pendinginan di ruangan ber-AC guna menstabilkan suhu tubuh serta tanda vitalnya,” ujar Ridwan.
 
Ridwan meminta Ketua Kloter dan Ketua Rombongan (Karom) untuk lebih memperhatikan kondisi jemaah, khususnya lansia, dalam mengatur aktivitas ibadah. Ia mengingatkan agar tenaga jemaah tidak terkuras sebelum memasuki puncak haji.
 
“Kita sudah menekankan, bukan sekadar imbauan lagi, agar Karom memperhatikan jemaah lansianya. Pikirkan fase Armuzna itu puncak hajiannya, jangan sampai menjelang hajian justru jemaah berhalangan karena kehabisan tenaga. Jangan terjebak euforia ‘aji mumpung’ di Tanah Suci tanpa mempertimbangkan kondisi fisik,” tegasnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>