FITNESS & HEALTH

Anak Pakai Parfum Orang Dewasa, Aman atau Berbahaya?

Fatha Annisa
Minggu 19 April 2026 / 14:51
Ringkasnya gini..
  • Selebgram Jule jadi sorotan karena menyemprotkan diduga parfum dewasa ke anaknya yang belum 2 tahun, memicu kekhawatiran netizen.
  • Parfum dewasa mengandung alkohol dan bahan kimia tinggi yang berisiko bagi anak-anak.
  • Bahkan pada bayi, paparan berulang bisa berdampak pada sistem saraf.
Jakarta: Selebgram Julia Prastini alias Jule kembali menjadi perbincangan karena menyemprotkan diduga parfum dewasa ke putrinya yang belum genap berusia 2 tahun. Netizen menilai hal tersebut berbahaya. Lantas, bagaimana kebenarannya?
 
Penggunaan parfum memang kerap menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari orang dewasa untuk menunjang penampilan dan meningkatkan rasa percaya diri. Tak jarang, anak-anak pun ikut menggunakannya.
 
Namun di balik kebiasaan tersebut, pemakaian produk dengan kandungan kimia tinggi seperti parfum dewasa untuk anak-anak perlu dipertimbangkan secara matang agar tidak menimbulkan risiko kesehatan.
 

Kandungan pada Parfum Dewasa Berbahaya untuk Anak

Melansir laman Klikdokter, sebagian besar parfum mengandung sekitar 78%–95% etil alkohol dan minyak esensial, baik sintetis maupun alami. Untuk menjaga ketahanan biasanya juga ditambahkan phthalate dan gliserin sebagai bahan pengawet.

 
Baca juga: Capek Jadi Kasur Berjalan? Yuk, Move On dari Contact Nap Pakai Cara yang Lebih Chill

 
Sementara itu, anak-anak memiliki kecenderungan menyerap bahan kimia dari kulit lebih tinggi dibandingkan dengan orang dewasa. Meski parfum tidak sengaja tertelan sekalipun, anak tetap berisiko mengalami keracunan.
 
Tak hanya itu, paparan pada kulit dalam jumlah banyak bisa memicu reaksi alergi, terutama pada anak dengan kulit yang sensitif. Oleh karenanya, tidak dianjurkan bagi orang tua menggunakan parfum dewasa untuk anak-anak.
 
Bahkan parfum khusus anak yang umumnya memiliki kadar alkohol lebih rendah hingga bebas alkohol, tetap mengandung minyak esensial, phthalate, dan gliserin yang bisa memicu reaksi alergi.
 

Risiko Gangguan Pernapasan

Parfum dengan ketahanan tinggi sangat diminati oleh orang dewasa untuk menjaga penampilan sepanjang hari. Nah untuk anak-anak sendiri, aroma parfum yang kuat dan tahan lama justru menimbulkan masalah pernapasan seperti asma.

 
Baca juga: Capek Liat Kakak Adik Konflik Terus? Ini Trik Biar Mereka Akur dan Gak Sering Drama
 

Merusak Sistem Saraf

Parfum atau produk berpewangi lebih berbahaya lagi bagi bayi. Pasalnya, sistem saraf bayi masih sangat sensitif dan rentang terganggu. Paparan bahan kimia dalam produk yang terjadi secara terus-menerus dalam jangka panjang berpotensi menimbulkan kerusakan pada sistem saraf.
 
Paparan tersebut bisa memicu perubahan perilaku pada bayi, misalnya lebih mudah depresi atau hiperaktif, sering mengalami iritasi kulit, gampang sakit, atau terjadi perubahan kondisi fisik.
 
Jika orang tua tetap ingin memakaikan parfum pada anak, pilihlah parfum khusus anak. Penggunaannya pun sebaiknya tidak disemprotkan langsung ke kulit, melainkan cukup pada pakaian, dan dalam jumlah yang sangat sedikit.
 
Pada dasarnya, menjaga kebersihan tubuh anak sudah cukup untuk membuatnya tetap segar dan wangi. Memandikan anak secara rutin dengan sabun yang lembut dan menggunakan produk perawatan khusus anak menjadi pilihan yang lebih ramah bagi kulit dan kesehatan mereka.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(PRI)

MOST SEARCH