FITNESS & HEALTH

Manis Sih, tapi Kenapa Buah Matang Kadar Gulanya Lebih Tinggi? Ini Faktanya

Mia Vale
Rabu 05 Agustus 2026 / 21:10
Ringkasnya gini..
  • Pas lagi mau makan buah, kita pasti cenderung milih yang udah matang karena rasanya jauh lebih manis, kan, Bestie?
  • Menurut Prof. Antonius Suwanto, Guru Besar FMIPA IPB University, rasa manis itu muncul karena selama proses pematangan.
  • Biar lebih gampang dipahami, ini beberapa poin pentingnya.
Jakarta: Pas lagi mau makan buah, kita pasti cenderung milih yang udah matang karena rasanya jauh lebih manis, kan, Bestie?

Menurut Prof. Antonius Suwanto, Guru Besar FMIPA IPB University, rasa manis itu muncul karena selama proses pematangan.

Pati kompleks di dalam buah berubah jadi gula sederhana seperti glukosa, fruktosa, dan sukrosa. Jadi, makin matang buahnya, makin tinggi pula kandungan gula dan rasa manisnya.

Sebaliknya, buah yang masih mengkal punya karbohidrat yang didominasi oleh pati resisten sehingga dicerna lebih lambat oleh tubuh.

Walaupun begitu, baik buah mengkal atau matang punya keunggulannya masing-masing dan bisa disesuaikan sama kebutuhan nutrisi serta kondisi kesehatanmu.

 

Biar lebih gampang dipahami, ini beberapa poin pentingnya:



(Manfaat utama makan buah secara rutin meliputi peningkatan daya tahan tubuh, pelancaran pencernaan, serta pencegahan penyakit kronis. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)

1. Kadar gula buah matang lebih tinggi: Proses pematangan mengubah pati kompleks jadi gula sederhana (glukosa, fruktosa, sukrosa), bikin rasanya makin manis. Tapi tenang, buah matang tetap kaya akan vitamin dan antioksidan yang bagus untuk tubuh.

2. Buah mengkal buat yang batasi gula: Buat orang-orang yang harus jaga asupan gula, buah mengkal bisa jadi pilihan pas karena kandungan fruktosanya lebih rendah, tapi tetap kaya serat, vitamin, dan mineral. 

Contohnya kayak durian yang dagingnya udah lembut walau kulitnya masih keras, kandungan gulanya jadi relatif lebih rendah dibanding yang matang banget.
 

3. Porsi tetap nomor satu: Prof. Antonius ingetin kalau porsi makan itu jauh lebih penting. Makan buah matang dalam jumlah sedikit mungkin masih lebih oke dibanding makan buah setengah matang tapi dalam porsi yang banyak. Intinya, dua-duanya sama-sama sehat asalkan dikonsumsi secara bijak. Gak berlebihan Bestie!

4. Lebih baik dimakan utuh: Disarankan banget buat makan buah dalam bentuk utuh supaya serat alaminya tetap terjaga. Serat ini penting banget buat makanan bakteri baik di usus besar yang ngebantu sistem imun, menghasilkan vitamin, hormon, dan bahkan bagus buat kesehatan mental.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)

MOST SEARCH