FITNESS & HEALTH

Go International! Praktik Baik Vaksinasi Ala Indonesia Bikin Delegasi Luar Negeri Kagum

Yatin Suleha
Rabu 05 Agustus 2026 / 13:48
Ringkasnya gini..
  • Delegasi dari Nigeria, India, serta berbagai lembaga global belum lama ini menyambangi Posyandu Kepodang A di Depok.
  • Lewat kerja sama Kemenkes RI dan Gavi, kunjungan ini jadi ajang seru buat negara-negara lain belajar langsung.
  • Terhadap vaksin lewat peran keren Posyandu, nakes, serta para kader di lapangan.
Jakarta: Delegasi dari Nigeria, India, serta berbagai lembaga global belum lama ini menyambangi Posyandu Kepodang A di Depok. 

Lewat kerja sama Kemenkes RI dan Gavi, kunjungan ini jadi ajang seru buat negara-negara lain belajar langsung gimana Indonesia sukses menggenjot kepercayaan masyarakat terhadap vaksin lewat peran keren Posyandu, nakes, serta para kader di lapangan.

Direktur Imunisasi Kementerian Kesehatan, dr. Indri Yogyaswari, mengatakan bahwa terpilihnya Posyandu Kepodang A sebagai lokasi pembelajaran menunjukkan pengakuan terhadap praktik kolaborasi yang telah dibangun Indonesia dalam meningkatkan cakupan imunisasi.
 
"Posyandu merupakan jantung pelayanan kesehatan masyarakat di Indonesia. Disinilah berbagai layanan kesehatan dasar diberikan secara terpadu, mulai dari pemantauan tumbuh kembang anak, pelayanan kesehatan ibu dan anak, edukasi kesehatan, hingga pelayanan imunisasi. Kekuatan Posyandu terletak pada semangat gotong royong dan partisipasi aktif masyarakat," ujar dr. Indri.

Menurutnya, imunisasi merupakan salah satu intervensi kesehatan masyarakat yang paling efektif, aman, dan efisien dalam mencegah penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. 

Selain melindungi setiap anak, imunisasi juga membangun kekebalan kelompok (herd immunity) yang melindungi masyarakat secara luas, termasuk mereka yang tidak dapat menerima vaksin karena kondisi medis tertentu.

Namun demikian, tantangan masih dihadapi, mulai dari penyebaran misinformasi, keraguan terhadap vaksin, hingga hambatan akses layanan imunisasi. Karena itu, dr. Indri menekankan pentingnya memperkuat komunikasi, informasi, dan edukasi kepada masyarakat secara berkelanjutan.

"Kita harus terus menyampaikan informasi yang benar, sederhana, dan mudah dipahami masyarakat dengan penuh kesabaran dan empati."


(Delegasi dunia tinjau Posyandu Depok untuk belajar strategi Indonesia atasi misinformasi dan tingkatkan kepercayaan vaksin. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)

"Mari yakinkan setiap orang tua bahwa membawa anak ke Posyandu untuk mendapatkan imunisasi lengkap merupakan salah satu bentuk kasih sayang kepada anak agar mereka tumbuh sehat, kuat, dan produktif di masa depan," katanya.

Ia juga berharap forum Government Learning Exchange menjadi ruang saling belajar antarnegara sehingga berbagai inovasi dan praktik baik dapat diadaptasi untuk memperkuat program imunisasi di masing-masing negara.

Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Depok, Cing Ikah, menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Kota Depok sebagai lokasi pembelajaran internasional. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, Kementerian Kesehatan, CISDI, tenaga kesehatan, dan kader Posyandu menjadi modal penting dalam meningkatkan cakupan imunisasi.

"Kami berharap tidak ada anak di Kota Depok yang tertinggal imunisasinya. Dengan semangat kolaborasi, kami ingin mewujudkan Depok Zero Dose sehingga seluruh anak memperoleh imunisasi lengkap sebagai bekal menuju Generasi Emas 2045," ujarnya.

Ia menjelaskan, Kota Depok memiliki sekitar 2 juta penduduk dengan 1.083 Posyandu yang menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat. 

Melalui pendampingan yang dilakukan pada sejumlah Posyandu, Pemerintah Kota Depok berharap praktik baik tersebut dapat direplikasi ke seluruh Posyandu sehingga semakin banyak keluarga memperoleh akses terhadap layanan imunisasi berkualitas.
 
Melalui VaxSocial Government Learning Exchange, Indonesia kembali menunjukkan komitmennya untuk memperkuat sistem imunisasi melalui pendekatan yang berpusat pada masyarakat. 

Pengalaman Indonesia dalam membangun kepercayaan terhadap vaksin melalui kader Posyandu, tenaga kesehatan, pemerintah daerah, dan kemitraan lintas sektor diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi negara lain, sekaligus memperkaya pembelajaran Indonesia dalam mewujudkan perlindungan kesehatan yang lebih baik bagi seluruh anak.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)

MOST SEARCH