FITNESS & HEALTH
Kasus Malaria Masih Ada, Wamenkes Ajak Semua Pihak Gaspol Wujudkan Indonesia Bebas Malaria 2030!
Yatin Suleha
Kamis 30 Juli 2026 / 10:05
- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) lagi gencar-gencarnya memperkuat komitmen buat mewujudkan Indonesia Bebas Malaria di 2030.
- Wamenkes Dante mengatakan, malaria masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat, baik di tingkat global maupun nasional.
- Pemerintah terus memperkuat implementasi Peta Jalan Eliminasi Malaria 2025–2045 melalui berbagai intervensi.
Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) lagi gencar-gencarnya memperkuat komitmen buat mewujudkan Indonesia Bebas Malaria di 2030 lewat kerja sama lintas sektor dan pencegahan langsung di daerah.
Nah, pas Puncak Peringatan Hari Malaria Sedunia 2026 yang diadain di Auditorium Siwabessy Kemenkes Jakarta pada Selasa (28/7) kemarin, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono nyerahin sertifikat eliminasi malaria ke 2 provinsi dan 7 kabupaten.
Langkah ini jadi bentuk apresiasi atas keberhasilan daerah-daerah tersebut dalam memutus rantai penularan malaria sekaligus jadi dorongan semangat buat wilayah lain.
Wamenkes Dante bilang, malaria ini masih jadi PR besar buat kesehatan masyarakat, baik di kancah global maupun nasional.
Catatannya, sampai Juli 2026 aja udah ada 346.866 kasus malaria di Indonesia. Sementara itu, di tingkat global pada 2024, angkanya bahkan menyentuh 282 juta kasus dengan 610 ribu kematian.
Makanya, pemerintah terus menggenjot Peta Jalan Eliminasi Malaria 2025–2045 lewat berbagai jurus jitu. Mulai dari program TOKEN (Temukan, Obati, Kendalikan), MDA (Mass Drug Administration/Pemberian Obat Massal), TDA (Targeted Drug Administration), sampai IPTf (Intermittent Preventive Treatment) khusus buat kelompok yang paling berisiko.
"Pertahankan daerah yang telah eliminasi, percepat daerah yang belum, dan bersama kita wujudkan Indonesia Bebas Malaria Tahun 2030," ujar Wamenkes Dante.

(Kemenkes terus memperkuat komitmen menuju Indonesia Bebas Malaria 2030 melalui kolaborasi lintas sektor dan penguatan upaya pencegahan di daerah. Foto: Dok. Birkom Kemenkes)
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, tenaga kesehatan, organisasi profesi, serta seluruh mitra pembangunan yang telah berkontribusi dalam pengendalian malaria.
Menurutnya, kepemimpinan daerah dan kolaborasi lintas sektor menjadi faktor utama keberhasilan eliminasi malaria di Indonesia.
Plt. Dirjen Penanggulangan Penyakit, Andi Saguni, melaporkan bahwa hingga Juli 2026 Indonesia mencatat 346.866 kasus malaria.
Di sisi lain, sebanyak 414 kabupaten/kota atau sekitar 94,1 persen dari target kabupaten/kota tahun 2026 telah mencapai status eliminasi malaria.
"Capaian eliminasi terus menunjukkan kemajuan dengan 414 kabupaten/kota telah berhasil mencapai eliminasi malaria," lapor Andi.
Menurut Andi, rangkaian Hari Malaria Sedunia 2026 diisi dengan berbagai kegiatan, di antaranya temu media, kampanye edukasi melalui media sosial, webinar bersama WHO, organisasi profesi, dan Komite Malaria Indonesia, serta pengembangan Massive Open Online Course (MOOC) pelatihan mikroskopis malaria untuk meningkatkan kapasitas tenaga laboratorium.
Sebagai bagian dari puncak peringatan Hari Malaria Sedunia 2026, Kementerian Kesehatan menyerahkan sertifikat eliminasi malaria kepada Provinsi Sumatera Selatan, Daerah Istimewa Yogyakarta, serta tujuh kabupaten, yaitu Langkat, Kepulauan Mentawai, Timor Tengah Selatan, Sumba Tengah, Purworejo, Halmahera Utara, dan Bintan.
Selain itu, Kemenkes juga memberikan penghargaan kepada para pemenang Kejuaraan Nasional Mikroskopis Malaria yang diselenggarakan bekerja sama dengan Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (PATELKI).
Mewakili para kepala daerah penerima sertifikat eliminasi malaria, Bupati Sumba Tengah, Paulus Limu, menyampaikan Komitmen Pemeliharaan Daerah Eliminasi Malaria.
"Kami menyatakan komitmen dengan sepenuh hati dan sungguh-sungguh untuk menggerakkan seluruh pemangku kepentingan mempertahankan eliminasi malaria di kabupaten dan provinsi yang merupakan wilayah kerja kami," ujar Bupati Sumba Tengah.
Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah berkomitmen mempertahankan status eliminasi malaria melalui penguatan komitmen lintas sektor, surveilans, peningkatan kapasitas layanan diagnosis dan pengobatan, pemberdayaan masyarakat, serta kemitraan.
Pemerintah daerah juga berkomitmen menjamin ketersediaan tenaga terlatih, sarana prasarana, dan anggaran, serta mengoordinasikan seluruh upaya secara terpadu dan berkesinambungan guna mendukung target Eliminasi Malaria Nasional Tahun 2030.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)
Nah, pas Puncak Peringatan Hari Malaria Sedunia 2026 yang diadain di Auditorium Siwabessy Kemenkes Jakarta pada Selasa (28/7) kemarin, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono nyerahin sertifikat eliminasi malaria ke 2 provinsi dan 7 kabupaten.
Langkah ini jadi bentuk apresiasi atas keberhasilan daerah-daerah tersebut dalam memutus rantai penularan malaria sekaligus jadi dorongan semangat buat wilayah lain.
Wamenkes Dante bilang, malaria ini masih jadi PR besar buat kesehatan masyarakat, baik di kancah global maupun nasional.
Catatannya, sampai Juli 2026 aja udah ada 346.866 kasus malaria di Indonesia. Sementara itu, di tingkat global pada 2024, angkanya bahkan menyentuh 282 juta kasus dengan 610 ribu kematian.
Makanya, pemerintah terus menggenjot Peta Jalan Eliminasi Malaria 2025–2045 lewat berbagai jurus jitu. Mulai dari program TOKEN (Temukan, Obati, Kendalikan), MDA (Mass Drug Administration/Pemberian Obat Massal), TDA (Targeted Drug Administration), sampai IPTf (Intermittent Preventive Treatment) khusus buat kelompok yang paling berisiko.
"Pertahankan daerah yang telah eliminasi, percepat daerah yang belum, dan bersama kita wujudkan Indonesia Bebas Malaria Tahun 2030," ujar Wamenkes Dante.

(Kemenkes terus memperkuat komitmen menuju Indonesia Bebas Malaria 2030 melalui kolaborasi lintas sektor dan penguatan upaya pencegahan di daerah. Foto: Dok. Birkom Kemenkes)
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, tenaga kesehatan, organisasi profesi, serta seluruh mitra pembangunan yang telah berkontribusi dalam pengendalian malaria.
Menurutnya, kepemimpinan daerah dan kolaborasi lintas sektor menjadi faktor utama keberhasilan eliminasi malaria di Indonesia.
Plt. Dirjen Penanggulangan Penyakit, Andi Saguni, melaporkan bahwa hingga Juli 2026 Indonesia mencatat 346.866 kasus malaria.
Di sisi lain, sebanyak 414 kabupaten/kota atau sekitar 94,1 persen dari target kabupaten/kota tahun 2026 telah mencapai status eliminasi malaria.
"Capaian eliminasi terus menunjukkan kemajuan dengan 414 kabupaten/kota telah berhasil mencapai eliminasi malaria," lapor Andi.
Menurut Andi, rangkaian Hari Malaria Sedunia 2026 diisi dengan berbagai kegiatan, di antaranya temu media, kampanye edukasi melalui media sosial, webinar bersama WHO, organisasi profesi, dan Komite Malaria Indonesia, serta pengembangan Massive Open Online Course (MOOC) pelatihan mikroskopis malaria untuk meningkatkan kapasitas tenaga laboratorium.
Sebagai bagian dari puncak peringatan Hari Malaria Sedunia 2026, Kementerian Kesehatan menyerahkan sertifikat eliminasi malaria kepada Provinsi Sumatera Selatan, Daerah Istimewa Yogyakarta, serta tujuh kabupaten, yaitu Langkat, Kepulauan Mentawai, Timor Tengah Selatan, Sumba Tengah, Purworejo, Halmahera Utara, dan Bintan.
Selain itu, Kemenkes juga memberikan penghargaan kepada para pemenang Kejuaraan Nasional Mikroskopis Malaria yang diselenggarakan bekerja sama dengan Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (PATELKI).
Mewakili para kepala daerah penerima sertifikat eliminasi malaria, Bupati Sumba Tengah, Paulus Limu, menyampaikan Komitmen Pemeliharaan Daerah Eliminasi Malaria.
"Kami menyatakan komitmen dengan sepenuh hati dan sungguh-sungguh untuk menggerakkan seluruh pemangku kepentingan mempertahankan eliminasi malaria di kabupaten dan provinsi yang merupakan wilayah kerja kami," ujar Bupati Sumba Tengah.
Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah berkomitmen mempertahankan status eliminasi malaria melalui penguatan komitmen lintas sektor, surveilans, peningkatan kapasitas layanan diagnosis dan pengobatan, pemberdayaan masyarakat, serta kemitraan.
Pemerintah daerah juga berkomitmen menjamin ketersediaan tenaga terlatih, sarana prasarana, dan anggaran, serta mengoordinasikan seluruh upaya secara terpadu dan berkesinambungan guna mendukung target Eliminasi Malaria Nasional Tahun 2030.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)