Shampo Non-SLS Emang Lebih Bagus? Ini Bahan yang Dipakainya
- SLS merupakan salah satu jenis surfaktan yang membantu membersihkan minyak dan kotoran dari rambut.
- Shampoo non-SLS tetap menggunakan bahan lain untuk menjalankan fungsi pembersihan.
- Jenis bahan dan keseluruhan formulasi ikut menentukan kecocokan shampoo pada kulit kepala.
Jakarta: Lagi sering lihat tulisan “non-SLS” di botol shampoo? Klaim ini memang makin gampang ditemui, terutama pada produk yang menawarkan formula yang terasa lebih gentle. Tapi, kalo gak pakai SLS, terus apa yang bikin rambut tetap bersih?
Jawabannya adalah surfaktan lain. SLS atau Sodium Lauryl Sulfate sendiri merupakan salah satu jenis surfaktan yang membantu mengangkat minyak, kotoran, dan residu dari rambut serta kulit kepala.
Jadi, shampoo non-SLS bukan berarti gak punya bahan pembersih. Formulanya tetap membutuhkan surfaktan lain untuk menjalankan fungsi tersebut.

(Perbedaan shampoo yang menggunakan SLS dan shampoo tanpa SLS. Foto: AI Generated)
Sodium lauroyl sarcosinate
Sodium lauroyl sarcosinate merupakan salah satu surfaktan yang digunakan dalam produk kosmetik sebagai bahan pembersih. Bahan ini termasuk kelompok sarcosines dan sarcosinate salts yang telah melalui penilaian keamanan oleh Cosmetic Ingredient Review (CIR).
Sodium cocoyl isethionate
Nama ini mungkin masih asing, tapi sodium cocoyl isethionate juga merupakan surfaktan yang digunakan dalam produk pembersih. Fungsinya membantu proses cleansing sehingga rambut tetap bisa dibersihkan meski shampoo nggak menggunakan SLS.
Decyl glucoside
Decyl glucoside termasuk kelompok alkyl glucosides, yaitu surfaktan yang digunakan dalam berbagai produk kosmetik dan pembersih. Bahan ini sering ditemukan pada produk yang mengusung formula mild.
Meski begitu, bukan berarti semua orang otomatis cocok karena kelompok alkyl glucosides tetap bisa menyebabkan sensitisasi pada sebagian orang.
Lauryl glucoside
Masih satu keluarga dengan decyl glucoside, lauryl glucoside juga digunakan sebagai surfaktan dalam produk kosmetik. Jadi, kalo menemukan nama ini dalam daftar ingredients shampoo, bahan tersebut berperan dalam proses cleansing.
Coco glucoside
Coco glucoside juga termasuk kelompok alkyl glucosides yang digunakan sebagai surfaktan. Namun, kecocokan shampoo gak bisa ditentukan hanya dari satu bahan. Konsentrasi, kombinasi ingredients, dan kondisi kulit kepala juga ikut berpengaruh.
Jadi, label non-SLS gak otomatis berarti shampoo tersebut pasti lebih bagus atau cocok buat semua orang.
Yang penting bukan cuma ada atau nggaknya SLS, tetapi bagaimana keseluruhan formulanya bekerja pada kulit kepala.
Nah, kalo setelah memakai shampoo tertentu kulit kepala malah gatal, perih, atau muncul reaksi yang gak biasa, jangan cuma terpaku pada klaim “non-SLS”. Cek daftar ingredients dan pertimbangkan konsultasi dengan dokter kulit.
Desi Indasari
(TIN)