BEAUTY

Rambut Lepek Bikin Bad Mood? Tren Lazy Hairscaping Punya Solusinya

A. Firdaus
Senin 10 Agustus 2026 / 19:17
Ringkasnya gini..
  • Situasi ini membuat tren lazy hairscaping semakin relevan.
  • Pencarian produk dry shampoo meningkat lebih dari 50 persen.
  • Kesehatan kulit kepala kerap luput dari perhatian karena masalah rambut lebih sering dilihat dari sisi penampilan.
Jakarta: Cuaca panas dan lembap di Indonesia sering kali jadi musuh rambut. Baru beraktivitas sebentar, kulit kepala sudah terasa berminyak dan rambut pun mulai lepek. Belum lagi kalau harus menghadiri berbagai kegiatan dalam sehari, sementara waktu untuk keramas dan styling ulang terbatas.

Situasi ini membuat tren lazy hairscaping semakin relevan. Alih-alih melakukan rutinitas haircare yang panjang, tren ini mengedepankan cara-cara praktis untuk menjaga rambut tetap terlihat fresh dengan usaha seminimal mungkin.

Salah satu produk yang kini banyak dilirik untuk kebutuhan tersebut adalah dry shampoo. Berdasarkan data internal Sociolla, pencarian produk dry shampoo meningkat lebih dari 50 persen. Sementara itu, kategori haircare tumbuh lebih dari 15 persen secara tahunan (YoY), dengan hair treatment sebagai salah satu pendorong utamanya.
 

Dry shampoo juga menjadi salah satu subkategori haircare dengan pertumbuhan tercepat, yakni lebih dari 35 persen YoY. Angka tersebut menunjukkan semakin besarnya kebutuhan konsumen terhadap solusi praktis untuk menyegarkan rambut di sela-sela aktivitas.

Temuan internal Woshday turut menunjukkan kondisi serupa. Lebih dari 60 persen responden mengaku sering mengalami kulit kepala berminyak, sedangkan lebih dari 70 persen memilih menggunakan dry shampoo sebagai solusi cepat ketika rambut mulai lepek.

Namun, penggunaan dry shampoo ternyata masih memiliki sejumlah tantangan. Mulai dari residu putih yang sulit dibaurkan hingga aplikasi produk yang kurang presisi.
 

Dry Shampoo tanpa Ribet


Melihat kebutuhan tersebut, celebrity hairstylist sekaligus certified trichologist Rey Nathanael menghadirkan Woshday Dry Shampoo Puff. Berbeda dari dry shampoo berbentuk aerosol, produk ini hadir dalam format non-aerosol dengan puff applicator yang dirancang untuk membantu mengaplikasikan produk secara lebih presisi.

Menurut Rey, inovasi tersebut dikembangkan untuk menjawab kebutuhan konsumen yang membutuhkan solusi cepat tanpa mengorbankan kenyamanan kulit kepala.

"Seiring berkembangnya kebutuhan konsumen, kami melihat perawatan rambut kini tidak lagi berhenti pada saat keramas. Banyak orang membutuhkan solusi yang dapat membantu menjaga rambut tetap segar di sela-sela aktivitas, namun masih menghadapi berbagai tantangan saat menggunakan dry shampoo, seperti residu putih atau aplikasi yang kurang presisi," ujar Rey Nathanael, Founder Woshday.

Woshday Dry Shampoo Puff diformulasikan dengan Willow Bark Extract yang membantu menyerap minyak berlebih pada pangkal rambut. Formula tersebut ditujukan untuk membantu mengembalikan tampilan rambut agar terlihat lebih segar dan bervolume.

Produk ini juga mengusung konsep skincare-infused haircare dengan kandungan Amitose™ R, turunan asam amino yang membantu menjaga scalp barrier, serta Allantoin yang dikenal memiliki manfaat menenangkan dan merawat kulit sensitif.

Dengan kombinasi tersebut, produk ini tidak hanya ditujukan untuk membantu mengontrol minyak berlebih, tetapi juga menjaga kenyamanan kulit kepala.
 

Dry Shampoo Bukan Pengganti Keramas


Meski praktis, penggunaan dry shampoo tetap perlu ditempatkan sebagai solusi sementara, bukan pengganti keramas.

Rey mengatakan, kesehatan kulit kepala kerap luput dari perhatian karena masalah rambut lebih sering dilihat dari sisi penampilan.

"Banyak orang menganggap rambut lepek hanya sebagai masalah penampilan, padahal kondisi kulit kepala juga menjadi salah satu indikator kesehatan rambut secara keseluruhan. Menjaga kebersihan dan keseimbangan kulit kepala merupakan fondasi penting untuk mendukung pertumbuhan rambut yang sehat," jelasnya.

Karena itu, dry shampoo sebaiknya digunakan ketika dibutuhkan, terutama di sela aktivitas padat. Rutinitas membersihkan rambut dan kulit kepala secara menyeluruh tetap diperlukan.

Untuk melengkapi perawatan, Woshday juga menghadirkan Scalp Purifying Shampoo dan Hair Volumizing Conditioner yang dapat digunakan sebagai bagian dari rutinitas haircare sehari-hari.
 

Cara Pakai Dry Shampoo Biar Nggak Salah


Buat yang baru ingin mencoba dry shampoo, Rey membagikan cara sederhana agar hasilnya lebih maksimal.

"Gunakan pada area pangkal rambut yang berminyak, tepuk perlahan menggunakan puff applicator, lalu ratakan dengan jari hingga produk menyatu dengan rambut sebelum menata rambut kembali," kata Rey.

Cara ini bisa menjadi solusi praktis ketika rambut mulai lepek, tetapi belum sempat keramas. Jadi, rambut tetap terlihat fresh dan bervolume tanpa harus menghabiskan banyak waktu untuk styling ulang.

Melihat tren tersebut, Social Bella juga menilai kebutuhan terhadap produk haircare yang praktis semakin meningkat. Konsumen kini mencari produk yang bisa mengikuti mobilitas dan gaya hidup mereka.

"Haircare kini tidak lagi dipandang sebagai rutinitas pelengkap, tetapi telah menjadi bagian dari kebutuhan sehari-hari untuk menjaga rasa percaya diri," ujar Chrisanti Indiana, Co-founder & CMO Social Bella.

Kehadiran Woshday Dry Shampoo Puff pun menambah pilihan produk haircare lokal yang menawarkan pendekatan praktis, terutama bagi konsumen dengan aktivitas padat dan membutuhkan rambut tetap terlihat fresh sepanjang hari.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)

MOST SEARCH