FITNESS & HEALTH

Setop 5 Kebiasaan Malam yang Bisa Bahayain Jantung

Mia Vale
Minggu 05 April 2026 / 11:00
Ringkasnya gini..
  • Beberapa kebiasaan malam hari ini bisa diam-diam memberi tekanan pada jantung.
  • Di malam hari, sensitivitas insulin menurun dan tubuh menjadi kurang efisien dalam memproses glukosa dan lemak.
  • Seperti dikatakan pada laman CNBC, makan larut malam dikaitkan dengan kadar gula darah yang lebih tinggi.
Jakarta: Malam hari mungkin tidak berbahaya, di mana pekerjaan melambat, layar menyala, camilan muncul, dan tubuh akhirnya mendapatkan "waktu untuk diri sendiri." Namun ternyata, saat itu juga jantung diam-diam memulai pekerjaan pemulihannya. 

“Tubuh secara bertahap beralih ke fase pemulihan sirkadian setelah pukul 7 malam, ketika tekanan darah, detak jantung, dan aktivitas metabolisme mulai melambat," jelas Dr VP Sharma, Direktur dan Konsultan Senior Kardiologi, Rumah Sakit Fortis Jalandhar, kepada Times of India. 

"Mengganggu ritme ini dapat memberi tekanan yang tidak perlu pada sistem kardiovaskular." Nah, meski terlihat sepele, beberapa kebiasaan malam hari ini bisa diam-diam memberi tekanan pada jantung.
   

1. Makan larut malam 


Fungsi metabolisme mengikuti ritme sirkadian. Di malam hari, sensitivitas insulin menurun dan tubuh menjadi kurang efisien dalam memproses glukosa dan lemak. 

Seperti dikatakan pada laman CNBC, makan larut malam dikaitkan dengan kadar gula darah yang lebih tinggi setelah makan, gangguan metabolisme lipid, dan peningkatan sinyal inflamasi. 

Penelitian tentang pola makan terbatas waktu menunjukkan bahwa waktu makan yang lebih awal mendukung tekanan darah yang lebih sehat, kontrol glukosa, dan penanda risiko kardiovaskular. 

Pencernaan di malam hari juga bersaing dengan proses perbaikan tubuh semalaman, yang sangat penting untuk kesehatan pembuluh darah.
 

2. Ngopi atau ngeteh malam hari



(Dalam tinjauan dr. Fadhli Rizal Makarim, mengonsumsi garam berlebih, terutama di atas jam 7 malam, memaksa jantung bekerja ekstra memompa darah. Kebiasaan ini juga meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan gangguan ritme sirkadian tubuh. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)

Secangkir kopi atau teh di malam hari terasa menenangkan. Tetapi kafein bertahan lebih lama dari yang diharapkan. Kafein merangsang sistem saraf, meningkatkan detak jantung, dan menunda tidur. 

Kurang tidur kemudian menyebabkan tekanan darah tinggi keesokan harinya. Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) mencatat bahwa kafein dapat tetap berada di dalam tubuh hingga 6 jam atau lebih. 

Jadi, kopi pukul 7 malam mungkin masih aktif hingga tengah malam. Jantung tidak pernah benar-benar berhenti bekerja.
 

3. Main ponsel sampai malam 


Menggulir layar sebelum tidur telah menjadi rutinitas. Tetapi layar memancarkan cahaya biru yang memberi tahu otak bahwa hari masih siang. Ini menunda pelepasan melatonin, hormon yang memberi sinyal tidur. 

Hasilnya adalah siklus tidur yang lebih pendek dan berkualitas buruk. Dicatat oleh Dr Sharma, “Paparan cahaya di malam hari dapat meningkatkan risiko kondisi kardiovaskular hingga 30–50 persen.” Jantung bergantung pada ritme. Pasalnya, layar diam-diam mengganggu ritme tersebut.
 

4. Camilan asin 


Kebiasaan ini dengan diam-diam akan meningkatkan tekanan darah kamu. Keinginan ngemil larut malam sering kali berujung pada keripik atau makanan olahan. Makanan-makanan ini tinggi sodium. Keripik atau camilan olahan larut malam menyebabkan tubuh menahan air. 

Ini meningkatkan volume darah yang harus dipompa jantung kamu. Beban cairan ekstra tersebut mendorong tekanan darah naik pada saat seharusnya tekanan darah menurun. Ini bukan hanya tentang kalori. Ini tentang tekanan di dalam arteri.
   

5. Stres karena aktivitas malam hari


Malam hari sering digunakan untuk "mengejar ketertinggalan." Panggilan kerja larut malam, olahraga intens, atau bahkan sebatang rokok untuk bersantai. Semua ini melakukan hal yang sama, meningkatkan kortisol dan merangsang jantung. 

Disarankan untuk menghindari aktivitas intens di larut malam. Nikotin, khususnya, menyempitkan pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penggunaan tembakau adalah salah satu penyebab utama penyakit kardiovaskular secara global. Tubuh tidak dapat rileks jika masih terus dipaksa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH