FITNESS & HEALTH

Fasilitas Jantung Kelas Dunia di RS KEI Solo Akhirnya Bisa Diakses Peserta BPJS!

Yatin Suleha
Minggu 17 Mei 2026 / 07:05
Ringkasnya gini..
  • Layanan jantung berstandar internasional di RS KEI Surakarta sekarang sudah terintegrasi sama BPJS Kesehatan.
  • Menurut Wamenkes Dante lewat sambutan daringnya, kolaborasi ini jadi langkah besar buat memperkuat sistem kesehatan nasional.
  • Ia mengibaratkan rumah sakit sebagai organ vital, sementara BPJS Kesehatan merupakan aliran darah yang menopang keberlangsungan layanan kesehatan.
Jakarta: Ada kabar gembira nih! Layanan jantung berstandar internasional di Rumah Sakit Kardiologi Emirates Indonesia (RS KEI) Surakarta sekarang sudah terintegrasi sama BPJS Kesehatan. 

Peluncuran ini diresmikan langsung oleh Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono, pada Rabu (13/5) kemarin. Jadi, seluruh peserta JKN sekarang sudah bisa mengakses fasilitas keren ini. 

Menurut Wamenkes Dante lewat sambutan daringnya, kolaborasi ini jadi langkah besar buat memperkuat sistem kesehatan nasional kita, terutama dalam menghadapi penyakit katastropik.
 
Ia mengibaratkan rumah sakit sebagai organ vital, sementara BPJS Kesehatan merupakan aliran darah yang menopang keberlangsungan layanan kesehatan.

“Tanpa skema pembiayaan yang kuat, teknologi medis secanggih apa pun hanya akan menjadi statis,” tegas Wamenkes Dante.

Penguatan layanan jantung dinilai mendesak berdasarkan data Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) yang mencatat lebih dari 600 ribu kematian di Indonesia setiap tahun disebabkan penyakit kardiovaskular. 

Artinya, satu dari tiga kematian di Tanah Air berasal dari penyakit tersebut.

Sejak diresmikan pada November 2025, rumah sakit khusus jantung kelas A ini telah melayani 1.053 pasien dan meraih Akreditasi Paripurna. 

RS KEI juga didukung berbagai teknologi mutakhir, seperti cathlab, hybrid operating theater, CT scan, hingga MRI yang mampu menangani prosedur kompleks, termasuk penggantian katup mitral jantung.


(Pemerintah berharap integrasi layanan JKN di RS KEI mampu memperluas pemerataan akses kesehatan berkualitas tinggi sekaligus menekan angka fatalitas penyakit kardiovaskular di Indonesia. Foto: Dok. Birkom Kemenkes)

“Hari ini, fasilitas berstandar tinggi ini bukan lagi kemewahan yang sulit dijangkau, melainkan hak yang bisa diakses seluruh masyarakat,” tambahnya.

Senada, Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan, Abdi Kurniawan, menilai kehadiran RS KEI sangat strategis dalam memutus hambatan geografis dan mempercepat penanganan pasien jantung.

“Dalam penanganan jantung, setiap detik sangat berharga. Konsep golden period tidak boleh hanya menjadi teori medis, tetapi harus menjadi standar operasional,” ujar Abdi.

Ia juga menyampaikan empat pesan strategis kepada manajemen RS KEI, yakni transformasi mutu layanan (quality over volume), digitalisasi pelayanan yang seamless, penguatan jejaring rujukan, serta pelayanan yang humanis. Menurutnya, pembiayaan penyakit jantung tidak semata dilihat sebagai pengeluaran, melainkan investasi untuk menjaga produktivitas bangsa.

RS KEI merupakan rumah sakit yang dibangun melalui hibah Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) lewat Zayed Humanitarian Legacy Initiative. Rumah sakit berkapasitas 100 tempat tidur itu diresmikan Presiden Prabowo Subianto bersama Sheikh Theyab bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan pada 19 November 2025.
 
Saat ini, Kementerian Kesehatan menugaskan RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta untuk mendampingi operasional rumah sakit guna menjaga mutu pelayanan. RS KEI juga diproyeksikan menjadi pusat rujukan layanan jantung bagi wilayah Jawa Tengah, DIY, dan sekitarnya.

Pemerintah berharap integrasi layanan JKN di RS KEI mampu memperluas pemerataan akses kesehatan berkualitas tinggi sekaligus menekan angka fatalitas penyakit kardiovaskular di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH