FITNESS & HEALTH
Kanker Payudara Bukan Satu Jenis, Ini Bedanya
A. Firdaus
Kamis 29 Oktober 2026 / 12:17
- Kanker payudara memiliki beberapa subtipe, di antaranya Luminal A, Luminal B, HER2-positif, dan triple negative.
- Biopsi dan pemeriksaan lanjutan penting untuk mengetahui karakteristik tumor.
- Penanganan kanker payudara tidak hanya berkaitan dengan pilihan terapi medis.
Jakarta: Penanganan kanker payudara tidak bisa disamaratakan pada setiap pasien. Jenis atau subtipe kanker, karakteristik tumor, hingga stadium penyakit menjadi sejumlah faktor yang dipertimbangkan dokter untuk menentukan terapi yang tepat.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Hematologi Onkologi Medik MRCCC Siloam Semanggi, Dr. dr. Jeffry Beta Tenggara, Sp.PD-KHOM, menjelaskan kanker payudara memiliki beberapa subtipe, di antaranya Luminal A, Luminal B, HER2-positif, dan triple negative. Setiap subtipe memiliki karakteristik yang berbeda sehingga pemeriksaan lebih lanjut diperlukan sebelum menentukan pengobatan.
Menurut Dr. Jeffry, biopsi dan pemeriksaan lanjutan berperan penting untuk mengetahui karakteristik tumor. Hasil pemeriksaan tersebut membantu dokter memastikan diagnosis, mengidentifikasi subtipe kanker, serta menentukan pilihan terapi yang sesuai dengan kondisi pasien.
Selain karakteristik tumor, penentuan stadium juga menjadi bagian penting dalam penanganan kanker payudara. Jeffry mengibaratkan kanker seperti rayap yang perlu diketahui jenisnya sekaligus diperiksa kemungkinan penyebarannya ke bagian tubuh lain.
“Biopsi dan pemeriksaan lanjutan penting untuk mengetahui karakteristik tumor sehingga pasien dapat memperoleh pengobatan yang sesuai,” jelas Dr. Jeffry.
Ia menambahkan, pengobatan kanker bersifat spesifik dan individual. Pada kondisi tertentu, dokter dapat memberikan terapi terlebih dahulu untuk mengecilkan ukuran tumor sebelum melakukan operasi. Pilihan ini bergantung pada hasil pemeriksaan, stadium, karakteristik tumor, dan pertimbangan tim medis.
“Sekarang pengobatan dulu dengan kemoterapi misalnya, lalu operasi setelah tumor mengecil,” imbuhnya.
Jeffry juga menyoroti anggapan bahwa kanker merupakan vonis mati yang masih melekat di masyarakat. Padahal, pasien membutuhkan dukungan dan pendampingan selama menjalani proses diagnosis maupun pengobatan.
Ia mengingatkan keluarga dan orang terdekat agar memberikan ruang bagi pasien untuk memproses kabar diagnosisnya. Niat memberikan semangat terkadang justru dapat membuat pasien merasa semakin tertekan jika disampaikan tanpa memahami kondisi emosionalnya.
“Beri waktu saat seseorang sedang kalut. Kadang kita ingin beri semangat, tapi tanpa disadari malah menjatuhkan mental. Cukup kasih waktu dan temani dia,” ujar Dr. Jeffry.
Karena itu, penanganan kanker payudara tidak hanya berkaitan dengan pilihan terapi medis, tetapi juga dukungan emosional bagi pasien. Pemeriksaan yang tepat, penentuan terapi sesuai kondisi, serta pendampingan dari orang terdekat dapat menjadi bagian penting dalam perjalanan pengobatan.
(FIR)
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Hematologi Onkologi Medik MRCCC Siloam Semanggi, Dr. dr. Jeffry Beta Tenggara, Sp.PD-KHOM, menjelaskan kanker payudara memiliki beberapa subtipe, di antaranya Luminal A, Luminal B, HER2-positif, dan triple negative. Setiap subtipe memiliki karakteristik yang berbeda sehingga pemeriksaan lebih lanjut diperlukan sebelum menentukan pengobatan.
Menurut Dr. Jeffry, biopsi dan pemeriksaan lanjutan berperan penting untuk mengetahui karakteristik tumor. Hasil pemeriksaan tersebut membantu dokter memastikan diagnosis, mengidentifikasi subtipe kanker, serta menentukan pilihan terapi yang sesuai dengan kondisi pasien.
Baca Juga :
Lestari Moerdijat: Akses Kanker Payudara Belum Setara, RAN Harus Dieksekusi hingga Daerah
Selain karakteristik tumor, penentuan stadium juga menjadi bagian penting dalam penanganan kanker payudara. Jeffry mengibaratkan kanker seperti rayap yang perlu diketahui jenisnya sekaligus diperiksa kemungkinan penyebarannya ke bagian tubuh lain.
“Biopsi dan pemeriksaan lanjutan penting untuk mengetahui karakteristik tumor sehingga pasien dapat memperoleh pengobatan yang sesuai,” jelas Dr. Jeffry.
Ia menambahkan, pengobatan kanker bersifat spesifik dan individual. Pada kondisi tertentu, dokter dapat memberikan terapi terlebih dahulu untuk mengecilkan ukuran tumor sebelum melakukan operasi. Pilihan ini bergantung pada hasil pemeriksaan, stadium, karakteristik tumor, dan pertimbangan tim medis.
“Sekarang pengobatan dulu dengan kemoterapi misalnya, lalu operasi setelah tumor mengecil,” imbuhnya.
Jeffry juga menyoroti anggapan bahwa kanker merupakan vonis mati yang masih melekat di masyarakat. Padahal, pasien membutuhkan dukungan dan pendampingan selama menjalani proses diagnosis maupun pengobatan.
Ia mengingatkan keluarga dan orang terdekat agar memberikan ruang bagi pasien untuk memproses kabar diagnosisnya. Niat memberikan semangat terkadang justru dapat membuat pasien merasa semakin tertekan jika disampaikan tanpa memahami kondisi emosionalnya.
“Beri waktu saat seseorang sedang kalut. Kadang kita ingin beri semangat, tapi tanpa disadari malah menjatuhkan mental. Cukup kasih waktu dan temani dia,” ujar Dr. Jeffry.
Karena itu, penanganan kanker payudara tidak hanya berkaitan dengan pilihan terapi medis, tetapi juga dukungan emosional bagi pasien. Pemeriksaan yang tepat, penentuan terapi sesuai kondisi, serta pendampingan dari orang terdekat dapat menjadi bagian penting dalam perjalanan pengobatan.
(FIR)