FITNESS & HEALTH

7 Makanan yang Berhubungan dengan Umur Panjang, Menurut Penelitian

Mia Vale
Selasa 16 Januari 2024 / 18:36
Jakarta: Apapun yang kita makan tentu akan membuat perbedaan besar, entah itu membantu atau merugikan kesehatan secara keseluruhan. Misal, bila kita kecanduan terhadap makanan olahan, kemungkinan akan memberikan nutrisi yang tidak mencukupi dan merupakan penyebab penyakit seperti obesitas, penyakit kardiovaskular, dan diabetes tipe 2. 

Padahal seharusnya, kita mengonsumsi makanan yang membuat tubuh berenergi, mengurangi risiko penyakit, dan memungkinkan kita menjaga berat badan yang sehat.

Nah, untuk hidup lebih lama dan lebih sehat, kita harus mengisi tubuh dengan makanan padat bernutrisi. Pasalnya, makanan nabati alami dapat memulihkan kesehatan dan vitalitas kita. 

Ya, selain itu, juga mengikuti pola makan sehat secara keseluruhan, menggerakkan tubuh secara teratur, dan menerapkan kebiasaan gaya hidup sehat lainnya. Dan beberapa makanan ini dapat meningkatkan kesehatan dan memperpanjang umur.
 

1. Sayuran kucifer


Sayuran kucifer, mengutip laman Denver Health Medical Plan terdiri dari beragam makanan hijau, seperti kol, brokoli, kubis Brussel, kol bunga, kembang kol, bok choy, lobak, dan kale. Mengonsumsi sayuran renyah ini dikaitkan dengan sejumlah manfaat yang terkait untuk hidup lebih lama. 

Mereka kaya akan serat, antioksidan dan vitamin A,C dan K – yang semuanya berhubungan dengan penuaan yang sehat. Sulphorphane, antioksidan yang terutama ditemukan dalam sayuran silangan, diketahui memiliki manfaat antikanker, memberikan perlindungan terhadap penyakit jantung, dan bahkan mendukung pengendalian glukosa darah pada penderita diabetes tipe 2.


(Berbagai manfaat salad dapat diperoleh karena sayur dan buah mengandung beragam nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Foto: Ilustrasi/Dok. Unsplash.com)
 

2. Salad hijau


Dalam penelitian ilmiah, wanita yang makan salad di awal makan akan mengonsumsi lebih sedikit kalori dari sisa makanannya. Selain menjaga berat badan, asupan lebih banyak salad, sayuran berdaun hijau, atau sayuran mentah dikaitkan dengan penurunan risiko serangan jantung, stroke, diabetes, dan beberapa jenis kanker. 

Sayuran hijau juga kaya akan vitamin B folat esensial ditambah lutein dan zeaxanthin, karotenoid yang melindungi mata dari kerusakan ringan. Cobalah kangkung, sawi, bayam, atau selada.
 

3. Kacang-kacangan


Sumber nutrisi tinggi berupa lemak sehat, protein nabati, serat, antioksidan, fitosterol dan mineral, kacang-kacangan merupakan makanan rendah glisemik yang juga membantu mengurangi beban glikemik seluruh makanan, menjadikannya komponen penting untuk diet anti-diabetes.

Terlepas dari kepadatan kalorinya, konsumsi kacang dikaitkan dengan penurunan berat badan, yang berpotensi disebabkan oleh penekanan nafsu makan karena komponen yang menyehatkan jantung. Mengonsumsi kacang-kacangan secara teratur juga menurunkan kolesterol dan dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung sebesar 35 persen.
 

4. Biji-bijian


Profil nutrisi biji-bijian sangat mirip dengan kacang-kacangan karena mengandung lemak sehat, mineral, dan antioksidan. Namun biji-bijian memiliki lebih banyak protein dan kaya akan mineral. Biji chia, wijen, dan rami kaya akan lemak Omega-3. 

Pun lignan, fitoestrogen pelawan kanker payudara. Biji wijen kaya akan kalsium dan vitamin E dan biji labu sangat kaya akan zinc. Untuk mendapatkan manfaat nutrisi yang maksimal, kacang-kacangan dan biji-bijian sebaiknya dimakan mentah atau dipanggang sebentar saja.
 

5. Buah beri


Buah kaya antioksidan ini sangat menyehatkan jantung. Studi di mana peserta makan blueberry atau stroberi setiap hari selama beberapa minggu melaporkan peningkatan tekanan darah, tanda-tanda stres oksidatif, kolesterol total dan LDL. Buah beri juga memiliki sifat anti-kanker dan merupakan makanan yang sangat baik untuk otak. 

Terdapat bukti bahwa konsumsi buah beri dapat membantu mencegah penurunan kognitif seiring bertambahnya usia. Pilihlah stroberi atau blueberry yang sudah dicoba dan tradisional, atau coba sesuatu yang baru seperti goji berry.
 

6. Jamur


Mengonsumsi jamur secara teratur dikaitkan dengan penurunan risiko kanker payudara. Karena mengandung penghambat aromatase, senyawa yang menghambat produksi estrogen, jamur putih dan portobello sangat melindungi terhadap kanker payudara. Jamur mempunyai beragam khasiat yang bermanfaat. 

Studi pada berbagai jenis jamur telah menemukan efek anti-inflamasi, peningkatan aktivitas sel kekebalan, pencegahan kerusakan DNA, memperlambat pertumbuhan sel kanker dan penghambatan angiogenesis. Sertakan jamur putih umum secara teratur dalam makanan dan cobalah beberapa varietas yang lebih eksotis seperti shiitake, tiram, maitake, atau reishi.
 

7. Bawang merah dan bawang putih


Keluarga sayuran allium, termasuk bawang bombai, bermanfaat bagi sistem kardiovaskular dan kekebalan tubuh serta memiliki efek antidiabetes dan antikanker. Peningkatan konsumsi sayuran allium dikaitkan dengan penurunan risiko kanker lambung dan prostat. 

Sayuran ini dikenal dengan senyawa organosulfur yang membantu mencegah perkembangan kanker dengan mendetoksifikasi karsinogen, menghentikan pertumbuhan sel kanker, dan menghalangi angiogenesis. Selain bawang putih dan bawang kuning, cobalah daun bawang, daun bawang, bawang merah, dan daun bawang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH