FITNESS & HEALTH
3 Berita Terpopuler Gaya: DBD Hingga Tanaman Mangrove
Yatin Suleha
Minggu 06 September 2026 / 06:05
Jakarta: DBD adalah singkatan dari Demam Berdarah Dengue. Penyakit ini merupakan infeksi virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk, terutama spesies Aedes aegypti.
Gejala umumnya meliputi demam tinggi mendadak, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, serta bintik-bintik merah pada kulit.
Kasus DBD pertama kali dilaporkan di Indonesia pada 1968 melalui kejadian luar biasa (KLB) di Jakarta dan Surabaya. Saat itu tercatat 58 kasus dengan 24 kematian.
Tingkat kematiannya mencapai 41,3 persen. Berikut ini, Medcom.id/gaya merangkum berita menarik yang terjadi sepanjang Sabtu, 5 September 2026:
Salah satu hal yang membuat dengue berbahaya adalah gejala awalnya yang dapat terlihat seperti penyakit demam lainnya.
Dokter sekaligus kreator konten, dr. Gia Pratama Putra, mengatakan kondisi pasien bahkan dapat berubah dengan cepat.
“Pada fase awal, DBD dapat sulit dibedakan dari penyakit demam lainnya. Yang membuat dengue berbahaya adalah ketika keluarga merasa demamnya sudah membaik, padahal justru pada fase tertentu kondisi pasien bisa memburuk cepat,” ujar dr. Gia.
Karena itu, orang yang mengalami demam perlu dipantau kondisinya, terutama ketika muncul tanda-tanda yang mengarah pada kondisi serius.
Selengkapnya klik di sini
Pilihan celana dalam ternyata ikut menjadi perhatian dalam pembahasan soal kesuburan pria. Sebuah studi terbaru menemukan adanya kaitan antara jenis celana dalam yang dikenakan dengan sejumlah parameter kualitas sperma.
Studi yang diterbitkan pada Juli 2026 di Chulalongkorn Medical Journal tersebut dilakukan peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Chulalongkorn, Thailand.
Para peneliti melibatkan pria berusia 20 hingga 55 tahun yang menjalani pemeriksaan infertilitas di Unit Biologi Reproduksi Rumah Sakit Memorial Raja Chulalongkorn. Penelitian berlangsung pada Maret hingga Juni 2024.
Selengkapnya klik di sini
Lumpur membasahi kaki. Air pesisir membuat langkah sedikit lebih berat. Namun, bagi Davis Martin Damaledo dan Brameldon Natan Mayaut, kondisi itu justru menjadi bagian paling menarik dari pengalaman mereka.
Hari itu, dua mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Udayana tersebut turun langsung ke kawasan Tahura Ngurah Rai, Pemogan, Denpasar Selatan, Bali yang melibatkan pemerintah Provinsi Bali.
Mereka bukan sedang mengikuti praktikum di kampus, melainkan ikut menanam mangrove dalam kegiatan Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) Green Action Mangrove Bali, Rabu (3/9/2026).
Selengkapnya klik di sini
(TIN)
Gejala umumnya meliputi demam tinggi mendadak, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, serta bintik-bintik merah pada kulit.
Kasus DBD pertama kali dilaporkan di Indonesia pada 1968 melalui kejadian luar biasa (KLB) di Jakarta dan Surabaya. Saat itu tercatat 58 kasus dengan 24 kematian.
Tingkat kematiannya mencapai 41,3 persen. Berikut ini, Medcom.id/gaya merangkum berita menarik yang terjadi sepanjang Sabtu, 5 September 2026:
1. DBD Bukan Penyakit Biasa, Waspadai Gejala hingga Tanda Bahayanya
Salah satu hal yang membuat dengue berbahaya adalah gejala awalnya yang dapat terlihat seperti penyakit demam lainnya.
Dokter sekaligus kreator konten, dr. Gia Pratama Putra, mengatakan kondisi pasien bahkan dapat berubah dengan cepat.
“Pada fase awal, DBD dapat sulit dibedakan dari penyakit demam lainnya. Yang membuat dengue berbahaya adalah ketika keluarga merasa demamnya sudah membaik, padahal justru pada fase tertentu kondisi pasien bisa memburuk cepat,” ujar dr. Gia.
Karena itu, orang yang mengalami demam perlu dipantau kondisinya, terutama ketika muncul tanda-tanda yang mengarah pada kondisi serius.
Selengkapnya klik di sini
2. Benarkah Pakai Celana Dalam Ketat Bisa Pengaruhi Kesuburan Pria? Ini Kata Studi
Pilihan celana dalam ternyata ikut menjadi perhatian dalam pembahasan soal kesuburan pria. Sebuah studi terbaru menemukan adanya kaitan antara jenis celana dalam yang dikenakan dengan sejumlah parameter kualitas sperma.
Studi yang diterbitkan pada Juli 2026 di Chulalongkorn Medical Journal tersebut dilakukan peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Chulalongkorn, Thailand.
Para peneliti melibatkan pria berusia 20 hingga 55 tahun yang menjalani pemeriksaan infertilitas di Unit Biologi Reproduksi Rumah Sakit Memorial Raja Chulalongkorn. Penelitian berlangsung pada Maret hingga Juni 2024.
Selengkapnya klik di sini
3. Gen Z Menanam Harapan untuk Mangrove Bali
Lumpur membasahi kaki. Air pesisir membuat langkah sedikit lebih berat. Namun, bagi Davis Martin Damaledo dan Brameldon Natan Mayaut, kondisi itu justru menjadi bagian paling menarik dari pengalaman mereka.
Hari itu, dua mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Udayana tersebut turun langsung ke kawasan Tahura Ngurah Rai, Pemogan, Denpasar Selatan, Bali yang melibatkan pemerintah Provinsi Bali.
Mereka bukan sedang mengikuti praktikum di kampus, melainkan ikut menanam mangrove dalam kegiatan Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) Green Action Mangrove Bali, Rabu (3/9/2026).
Selengkapnya klik di sini
(TIN)