FITNESS & HEALTH

Benarkah Pakai Celana Dalam Ketat Bisa Pengaruhi Kesuburan Pria? Ini Kata Studi

A. Firdaus
Sabtu 05 September 2026 / 12:14
Ringkasnya gini..
  • Studi terbaru mengaitkan jenis celana dalam dengan volume semen dan morfologi sperma.
  • Ada alasan biologis yang membuat pakaian dalam menjadi bahan perdebatan.
  • Bukti ilmiah mengenai hubungan celana dalam dan kesuburan pria masih belum konsisten.
Jakarta: Pilihan celana dalam ternyata ikut menjadi perhatian dalam pembahasan soal kesuburan pria. Sebuah studi terbaru menemukan adanya kaitan antara jenis celana dalam yang dikenakan dengan sejumlah parameter kualitas sperma.

Studi yang diterbitkan pada Juli 2026 di Chulalongkorn Medical Journal tersebut dilakukan peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Chulalongkorn, Thailand.

Para peneliti melibatkan pria berusia 20 hingga 55 tahun yang menjalani pemeriksaan infertilitas di Unit Biologi Reproduksi Rumah Sakit Memorial Raja Chulalongkorn. Penelitian berlangsung pada Maret hingga Juni 2024.

Peserta diminta mengisi kuesioner mengenai data demografi, riwayat kesehatan, serta kebiasaan menggunakan celana dalam. Mereka juga memberikan sampel air mani yang kemudian dianalisis menggunakan standar yang tercantum dalam edisi keenam manual laboratorium Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Dari 116 peserta yang memenuhi kriteria penelitian, sebanyak 93,1 persen mengaku mengenakan celana dalam ketat pada siang hari. Sementara itu, 74,1 persen memilih menggunakan boxer atau tidak mengenakan celana dalam saat tidur.
 

Lalu, Apa Temuannya?


Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan pada beberapa parameter sperma berdasarkan jenis celana dalam yang digunakan.

Pria yang mengenakan celana dalam longgar baik pada siang maupun malam hari memiliki volume semen yang lebih tinggi, dengan rata-rata sekitar 1,2 mililiter.

Sementara itu, pria yang mengenakan celana dalam ketat pada siang dan malam hari justru memiliki persentase sperma dengan bentuk normal atau morfologi normal yang sedikit lebih tinggi, yakni sekitar setengah poin persentase.

Artinya, hasil penelitian ini tidak sesederhana menyimpulkan bahwa celana dalam ketat selalu buruk untuk kesuburan pria.

Para peneliti menyebut pilihan pakaian dalam sebagai salah satu faktor gaya hidup yang mungkin berkaitan dengan volume semen dan morfologi sperma. Namun, temuan tersebut belum cukup untuk menjadikan jenis celana dalam sebagai penentu utama kesuburan.
 

Kenapa Celana Dalam Bisa Dikaitkan dengan Sperma?


Ada alasan biologis yang membuat pakaian dalam menjadi bahan perdebatan.

Testis berada di luar rongga tubuh karena proses produksi sperma membutuhkan suhu yang sedikit lebih rendah dibandingkan suhu inti tubuh. Karena itu, perubahan suhu di sekitar skrotum secara teori dapat memengaruhi proses produksi sperma.

Sejumlah penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa jenis pakaian dan celana dalam dapat memengaruhi suhu skrotum.

Namun, pertanyaan berikutnya adalah apakah perubahan suhu tersebut cukup besar dan berlangsung cukup lama untuk benar-benar memengaruhi kesuburan pria. Sampai saat ini, hal tersebut belum memiliki jawaban yang benar-benar pasti.

Selain pakaian, posisi tubuh dan aktivitas sehari-hari juga dapat memengaruhi suhu di sekitar skrotum.
 

Jangan Salah Memahami Volume Semen dan Morfologi Sperma


Ada satu hal penting yang perlu dipahami dari penelitian tersebut. Volume semen tidak sama dengan jumlah sperma.

Volume semen merupakan jumlah cairan yang dikeluarkan saat ejakulasi. Sebagian besar cairan tersebut berasal dari vesikula seminalis dan prostat, bukan dari testis. Jumlahnya juga dapat dipengaruhi oleh hidrasi serta jarak waktu sejak ejakulasi terakhir.

Sementara itu, morfologi sperma mengacu pada persentase sperma yang memiliki bentuk normal ketika diperiksa menggunakan mikroskop dengan kriteria tertentu.

Kedua parameter tersebut memang menjadi bagian dari pemeriksaan semen, tetapi volume semen maupun morfologi sperma saja tidak dapat menentukan apakah seorang pria subur atau tidak.
 

Penelitian Sebelumnya Punya Hasil Beragam


Hubungan antara celana dalam dan kesuburan pria sebenarnya bukan topik baru.

Sekitar tiga dekade lalu, sebuah surat yang diterbitkan di The Lancet juga membahas kaitan pakaian dalam ketat dengan kualitas sperma.

Penelitian lain terhadap pria yang menjalani pemeriksaan di pusat kesuburan menemukan bahwa mereka yang lebih sering mengenakan boxer memiliki konsentrasi sperma dan jumlah sperma total yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang menggunakan pakaian dalam lebih ketat.

Namun, penelitian lain memberikan hasil yang lebih hati-hati. Sebuah studi kohort prakonsepsi berbasis populasi mengenai pilihan pakaian dalam dan kesuburan pria tidak memberikan kesimpulan sekuat penelitian sebelumnya. Bahkan, sebuah tinjauan penelitian mempertanyakan apakah penggunaan boxer benar-benar memberikan keuntungan terhadap kesuburan.

Dengan kata lain, bukti ilmiah mengenai hubungan celana dalam dan kesuburan pria masih belum konsisten.

Menariknya, studi terbaru dari Chulalongkorn juga melihat fragmentasi DNA sperma, salah satu parameter kualitas sperma yang semakin banyak digunakan dalam layanan kesuburan. Namun, penelitian tersebut tidak menemukan hubungan antara jenis celana dalam dan parameter tersebut.
 

Faktor Lain Jauh Lebih Penting


Kalau sedang menjalani program memiliki anak, mengganti celana dalam sebaiknya tidak menjadi satu-satunya perhatian.

Sejumlah faktor lain memiliki hubungan yang lebih kuat dengan kualitas semen dan kesuburan pria. Di antaranya merokok, konsumsi alkohol berlebihan, obesitas, penggunaan obat-obatan tertentu, infeksi, varikokel, hingga faktor usia.

Karena itu, pria yang memiliki kekhawatiran mengenai kesuburan sebaiknya tidak langsung menyimpulkan masalah hanya karena sering menggunakan celana dalam ketat.

Pemeriksaan analisis sperma dan konsultasi dengan dokter, seperti ahli urologi atau spesialis reproduksi, jauh lebih tepat untuk mengetahui kondisi kesuburan.

Jadi, boleh saja memilih boxer atau celana dalam yang lebih longgar jika terasa lebih nyaman. Namun, jangan sampai perdebatan soal model celana dalam membuat faktor-faktor kesuburan yang jauh lebih penting justru terlupakan.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(FIR)

MOST SEARCH