FITNESS & HEALTH
Hordeolum 101: Fakta Bintitan yang Wajib Kamu Tahu Biar Gak Makin Parah
Yatin Suleha
Kamis 26 Maret 2026 / 14:37
- Mata bintitan adalah kondisi mata yang umum terjadi dan dapat dialami oleh siapa saja.
- Pada sebagian orang, bintitan bahkan dapat muncul berulang atau bertahan cukup lama.
- Dalam dunia medis, mata bintitan dikenal sebagai hordeolum, yaitu infeksi akut pada kelenjar minyak kecil.
Jakarta: Mata bintitan adalah kondisi mata yang umum terjadi dan dapat dialami oleh siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Meski sering dianggap ringan dan dapat sembuh sendiri, bintitan tetap perlu dipahami dengan benar agar tidak salah penanganan.
Dalam paparan Dr. Nugraha Adiyasa, SpM, Dokter Spesialis Mata dari KMN EyeCare, pada sebagian orang, bintitan bahkan dapat muncul berulang atau bertahan cukup lama hingga mengganggu kenyamanan dan aktivitas sehari-hari.
Jadi, kapan kondisi ini memerlukan pemeriksaan dokter spesialis mata? Yuk, simak penjelasan dr. Nugraha berikut ini.
Dalam dunia medis, mata bintitan dikenal sebagai hordeolum, yaitu infeksi akut pada kelenjar minyak kecil di kelopak mata. Infeksi ini paling sering disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus.
Bakteri yang secara alami dapat ditemukan di permukaan kulit, namun dapat menimbulkan masalah ketika masuk ke dalam kelenjar mata.
Hordeolum dapat muncul di bagian luar kelopak mata (hordeolum eksternal) maupun di bagian dalam kelopak mata (hordeolum internal).
Keduanya menimbulkan gejala yang serupa. Umumnya, bintitan di bagian dalam terasa lebih nyeri dan membutuhkan perhatian medis lebih lanjut jika tidak kunjung membaik.

(Bintitan (hordeolum) umumnya sembuh sendiri dalam waktu 3 hingga 7 hari, atau maksimal 1-2 minggu. Foto: Dok. RS Hermina)
Menurut literatur oftalmologi, mata bintitan bukanlah kondisi berbahaya, namun penanganan yang kurang tepat dapat memperpanjang proses penyembuhan atau meningkatkan risiko komplikasi.
Penyebab utama mata bintitan adalah infeksi bakteri pada kelenjar minyak di kelopak mata. Kebiasaan sehari-hari memiliki peran besar dalam meningkatkan risiko terjadinya kondisi ini.
Sering menyentuh atau mengucek mata dengan tangan yang tidak bersih menjadi salah satu faktor pemicu paling umum.
Selain itu, penggunaan produk makeup mata yang sudah kedaluwarsa atau tidak dibersihkan dengan baik juga dapat menjadi media berkembangnya bakteri.
Beberapa kondisi kesehatan tertentu turut meningkatkan risiko bintitan, seperti blefaritis (peradangan kronis pada kelopak mata), kulit berminyak, diabetes, serta sistem imun yang menurun.
Faktor gaya hidup seperti stres berkepanjangan, kurang tidur, dan kelelahan juga berkontribusi terhadap melemahnya daya tahan tubuh, sehingga lebih rentan terhadap infeksi.
World Health Organization (WHO) menekankan bahwa kebersihan mata dan wajah merupakan bagian penting dalam pencegahan infeksi mata, termasuk infeksi pada kelopak mata yang dapat memicu bintitan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Meski sering dianggap ringan dan dapat sembuh sendiri, bintitan tetap perlu dipahami dengan benar agar tidak salah penanganan.
Dalam paparan Dr. Nugraha Adiyasa, SpM, Dokter Spesialis Mata dari KMN EyeCare, pada sebagian orang, bintitan bahkan dapat muncul berulang atau bertahan cukup lama hingga mengganggu kenyamanan dan aktivitas sehari-hari.
Jadi, kapan kondisi ini memerlukan pemeriksaan dokter spesialis mata? Yuk, simak penjelasan dr. Nugraha berikut ini.
Mata bintitan secara medis
Dalam dunia medis, mata bintitan dikenal sebagai hordeolum, yaitu infeksi akut pada kelenjar minyak kecil di kelopak mata. Infeksi ini paling sering disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus.
Bakteri yang secara alami dapat ditemukan di permukaan kulit, namun dapat menimbulkan masalah ketika masuk ke dalam kelenjar mata.
Hordeolum dapat muncul di bagian luar kelopak mata (hordeolum eksternal) maupun di bagian dalam kelopak mata (hordeolum internal).
Keduanya menimbulkan gejala yang serupa. Umumnya, bintitan di bagian dalam terasa lebih nyeri dan membutuhkan perhatian medis lebih lanjut jika tidak kunjung membaik.

(Bintitan (hordeolum) umumnya sembuh sendiri dalam waktu 3 hingga 7 hari, atau maksimal 1-2 minggu. Foto: Dok. RS Hermina)
Menurut literatur oftalmologi, mata bintitan bukanlah kondisi berbahaya, namun penanganan yang kurang tepat dapat memperpanjang proses penyembuhan atau meningkatkan risiko komplikasi.
Penyebab mata bintitan
Penyebab utama mata bintitan adalah infeksi bakteri pada kelenjar minyak di kelopak mata. Kebiasaan sehari-hari memiliki peran besar dalam meningkatkan risiko terjadinya kondisi ini.
Sering menyentuh atau mengucek mata dengan tangan yang tidak bersih menjadi salah satu faktor pemicu paling umum.
Selain itu, penggunaan produk makeup mata yang sudah kedaluwarsa atau tidak dibersihkan dengan baik juga dapat menjadi media berkembangnya bakteri.
Beberapa kondisi kesehatan tertentu turut meningkatkan risiko bintitan, seperti blefaritis (peradangan kronis pada kelopak mata), kulit berminyak, diabetes, serta sistem imun yang menurun.
Faktor gaya hidup seperti stres berkepanjangan, kurang tidur, dan kelelahan juga berkontribusi terhadap melemahnya daya tahan tubuh, sehingga lebih rentan terhadap infeksi.
World Health Organization (WHO) menekankan bahwa kebersihan mata dan wajah merupakan bagian penting dalam pencegahan infeksi mata, termasuk infeksi pada kelopak mata yang dapat memicu bintitan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)