FITNESS & HEALTH

Sudah Diet Sampai Olahraga, Berat Badan Enggak Turun-turun, 5 Alasan Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Mia Vale
Minggu 11 Januari 2026 / 12:04
Jakarta: Setiap tubuh orang berbeda-beda. Logikanya, bila kamu melakukan diet dengan baik dan olahraga teratur, berat badan bisa turun? Tapi bagaimana bila itu tidak berhasil? 

Mungkin kamu akan frustasi! Eits ingat, apa yang berhasil untuk orang lain mungkin tidak berhasil untuk kamu. Jadi, cobalah untuk tidak membandingkan diri sendiri dengan orang lain. 

Sebenarnya, ada banyak sekali alasan mengapa seseorang mengalami stagnasi penurunan berat badan. Oleh karena itu penting untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai masalah pribadi kamu. 
 
Namun, berikut beberapa alasan paling umum mengapa, kamu tidak bisa menurunkan berat badan?
 

1. Mengalami resistensi insulin


Dengan kondisi resistensi insulin, sel-sel dalam tubuh berhenti merespons insulin. Ini menyebabkan kadar gula darah tinggi. Jika tubuh mengalami resistensi insulin, gula darah berlebih tersebut akan disimpan sebagai lemak, bukan sebagai sumber energi yang disebut glikogen.

Hal ini membuat kita lebih sulit menurunkan berat badan meskipun memiliki kebiasaan makan yang baik. Cara terbaik untuk melawan resistensi insulin adalah dengan berolahraga dan menjalani gaya hidup aktif secara umum. 
 

2. Stres 



(Stres bisa membuat berat badan sulit turun karena memicu hormon kortisol yang meningkatkan nafsu makan (terutama makanan tidak sehat) dan menyimpan lemak, terutama di perut, sambil memperlambat metabolisme. Foto: Ilustrasi/Pexels.com) 

Stres dapat menghasilkan kadar hormon kortisol yang berlebihan. Kortisol menggeser metabolisme untuk menyimpan lemak. Pun meningkatkan nafsu makan dan dapat menyebabkan keinginan untuk mengonsumsi makanan manis, berlemak, dan asin. 

Dan menurut BSW Health, umumnya orang akan lebih banyak makan, utamanya camilan. Oleh karena itu, manajemen stres dan menjaga kesehatan mental sangat penting dalam mencapai dan mempertahankan berat badan yang sehat. 
 

3. Minum dengan pemanis buatan 


Minuman bebas gula dan "nol kalori" mengandung pemanis buatan, yang secara signifikan meningkatkan kadar ghrelin. Ghrelin sendiri adalah "hormon lapar" yang merangsang nafsu makan. Artinya dapat menyebabkan peningkatan asupan makanan dan penyimpanan lemak. 

Begitu juga minuman karbonasi dalam cairan, akan melakukan hal yang sama, meningkatkan ghrelin. 
 

4. Rutinitas olahraga perlu diubah 


Jika kamu sudah berolahraga secara teratur tetapi tidak melihat hasil, mungkin jenis olahragamu kurang tepat. Misalnya, terlalu banyak melakukan kardio tanpa latihan kekuatan akan menyulitkan untuk mendapatkan otot, dan otot membantu meningkatkan metabolisme. Alasan potensial lain yang perlu dipertimbangkan adalah kamu melakukan latihan yang sama berulang kali. 
   

5. Kurang tidur 


Tidur yang cukup dan berkualitas sangat penting untuk penurunan berat badan. Pasalnya, keteraturan jadwal tidur dapat membantu mengurangi tingkat stres tubuh dan menurunkan kortisol, memungkinkan kamu untuk rileks dan pulih di malam hari. 

Tidur juga membantu mengatur hormon lapar dan kenyang. Usahakan tidur 7-8 jam setiap malam, dan cobalah untuk mempertahankan rutinitas yang konsisten dengan tidur dan bangun sekitar waktu yang sama setiap hari. 

Rasanya sangat frustrasi ketika kamu merasa sudah melakukan semua yang seharusnya, tetapi tetap belum mencapai berat badan ideal. Jika begitu, tarik napas dalam-dalam dan berikan diri sedikit kelonggaran hari ini. 

Ingatlah bahwa kebiasaan sehat ini tetap memberikan manfaat luar biasa bagi tubuh, meskipun belum melihat hasil penurunan berat badan yang diinginkan. Bicaralah dengan dokter tentang tujuan penurunan berat badan dan bagaimana kamu dapat bekerja sama untuk mencapainya. 






Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH