FITNESS & HEALTH

4 Fakta Mengenai Norovirus

Raka Lestari
Kamis 15 Oktober 2020 / 18:37
Jakarta: Wabah norovirus baru-baru ini terjadi di sebuah universitas di Provinsi Shanxi, Tiongkok Utara. Menurut China Center for Disease Control and Prevention, dilaporkan sudah ada 30 wabah norovirus di seluruh negara sejak September lalu. 

Norovirus adalah genus virus di dalam keluarga Caliciviridae. Virus ini merupakan penyebab paling umum gastroenteritis nonbakterial.

Virus ini menyerang orang-orang dari segala usia dan ditularkan melalui makanan yang terkontaminasi melalui transmisi fekal-oral. Infeksi norovirus ditandai dengan diare tak berdarah, muntah, dan mulas.

Dari sekitar 1.500 kasus yang dilaporkan, pada umumnya terjadi di kantin di mana banyak orang mengalami sakit setelah mengonsumsi makanan yang sudah terkontaminasi atau basi.

Banyak orang yang mungkin masih belum mengetahui mengenai norovirus ini. Dan berikut ini adalah fakta-fakta mengenai norovirus dilansir dari CDC: 
 

1. Norovirus sangat menular


Norovirus adalah virus yang sangat menular yang dapat disebarkan dari orang yang terinfeksi, melalui makanan atau air yang terkontaminasi, atau dengan menyentuh permukaan yang terkontaminasi. 

Norovirus dapat ditularkan melalui muntahan dan tinja. Sayangnya, individu dapat terinfeksi norovirus lebih dari sekali. Orang-orang kemungkinan besar terinfeksi pada bulan-bulan yang lebih dingin, terutama dari November hingga April.
 

2. Norovirus menyebabkan gastroenteritis


Norovirus dapat menyebabkan gastroenteritis, yaitu radang lambung dan usus. Gejala paling umum adalah diare, mual, muntah, dan sakit perut. Gejala lain mungkin termasuk demam, sakit kepala, dan nyeri tubuh.

Gejala biasanya berkembang 12 hingga 48 jam setelah terpapar norovirus dan biasanya berlangsung 1 hingga 3 hari. Anjurkan pasien untuk menghubungi dokter jika mereka mengalami diare yang berlanjut atau jika mereka mengalami muntah parah, tinja berdarah, sakit perut, atau dehidrasi.
 

3. Orang dewasa dan anak-anak bisa terinfeksi norovirus


Beberapa faktor risiko untuk terkena norovirus di antaranya adalah:

- Mengalami gangguan imun
- Mengonsumsi makanan yang ditangani dengan prosedur yang tidak sehat
- Anak-anak yang dititipkan di daycare
- Hidup dalam suatu tempat yang terdapat banyak orang seperti panti jompo
- Menginap di hotel, resor, kapal pesiar, atau tujuan lain dengan orang-orang dalam jarak dekat
- Tidak ada pengobatan, hanya perawatan suportif

Tidak ada obat khusus yang dapat digunakan untuk mengobati norovirus. Karena norovirus adalah infeksi virus, antibiotik tidak dapat digunakan. 

Arahkan pasien yang terinfeksi norovirus untuk minum banyak cairan untuk mencegah dehidrasi. Minuman tanpa kafein atau alkohol dapat membantu mengatasi dehidrasi ringan. Dehidrasi parah mungkin memerlukan rawat inap dengan cairan infus.
 

4. Ada beberapa cara pencegahan 


Penelitian sedang dilakukan untuk vaksin untuk mencegah norovirus. Namun, saat ini tidak ada vaksin yang tersedia untuk pencegahan atau pengobatan. Hal yang bisa dilakukan adalah dengan pencegahan seperti berikut:

- Cuci tangan kamu dengan sabun dan air mengalir setidaknya 20 detik, terutama setelah menggunakan kamar mandi, mengganti popok, dan sebelum makan atau menyiapkan makanan

- Penting juga untuk tidak menyentuh mulut Anda. Jika sabun dan air tidak tersedia, gunakan pembersih tangan berbasis alkohol yang mengandung setidaknya 60 persen alkohol

- Bilas buah dan sayuran dengan hati-hati dan masak kerang sampai matang sebelum dimakan

- Seseorang yang terinfeksi norovirus tidak boleh menyiapkan makanan untuk orang lain saat mereka mengalami gejala dan setidaknya dua hari setelah sembuh

- Bersihkan dan disinfeksi permukaan yang terkontaminasi menggunakan pembersih rumah tangga berbahan pemutih

- Cuci mesin dan cucian kering secara menyeluruh yang mungkin terkontaminasi dengan muntahan atau tinja. Sentuh barang kotor dengan hati-hati dengan sarung tangan sekali pakai dan cuci tangan kamu setelahnya untuk mencegah penyebaran norovirus.
(TIN)

MOST SEARCH