FITNESS & HEALTH
Lewat Komunitas Ini, Wanita Diajak Merasa Tak Sendiri saat Perimenopause
Aulia Putriningtias
Minggu 18 Oktober 2026 / 18:00
- Perimonopause adalah salah satu transisi wanita yang masih sering dianggap tabu.
- Perimonopause adalah transisi wanita yang dialami sebelum memasuki masa menopause.
- Perimenopause umumnya berlangsung sekitar 4 hingga 10 tahun sebelum menopause terjadi.
Jakarta: Perimonopause adalah salah satu transisi wanita yang masih sering dianggap tabu. Ada berbagai macam alasannya, termasuk merasa malu. Jangan khawatir, kamu enggak sendiri!
Ladies, kamu perlu tahu dahulu apa itu perimonopause. Perimonopause adalah transisi wanita yang dialami sebelum memasuki masa menopause. Perimenopause umumnya berlangsung sekitar 4 hingga 10 tahun sebelum menopause terjadi.
Sebagian besar wanita mulai merasakan tanda-tandanya pada usia 40-an. Namun, perubahan ini juga dapat terjadi lebih awal, terutama jika terdapat riwayat menopause dini dalam keluarga atau kondisi medis tertentu.
Perimenopause dan menopause merupakan fase alami dalam kehidupan perempuan yang kerap menjadi topik yang jarang dibicarakan secara terbuka. Padahal, perubahan hormonal pada fase ini dapat memengaruhi kesehatan fisik, kondisi emosional, kualitas hidup, hingga kepercayaan diri perempuan.
Keterbatasan informasi dan dukungan yang memadai membuat banyak perempuan menjalani fase tersebut tanpa pemahaman yang menyeluruh. Menjawab kebutuhan tersebut, komunitas We Pause We Rise bersama Magnolia Collective Wellness Magnolia menghadirkan 'RISE & BLOOM'.
Acara ini bertujuan untuk membantu perempuan memperoleh informasi yang relevan, memahami perubahan yang dialami tubuhnya, serta membangun koneksi dengan sesama perempuan yang menjalani perjalanan serupa.
Mia Lukmanto, Founder of We Pause We Rise, mengatakan mereka ingin mengubah cara perempuan memandang perimenopause dan menopause. Fase ini bukanlah akhir dari perjalanan seorang perempuan, melainkan awal dari babak baru yang tetap penuh potensi, kekuatan, dan kesempatan untuk bertumbuh.
"Melalui RISE & BLOOM, kami ingin menghadirkan ruang yang aman bagi perempuan untuk belajar, berbagi pengalaman, dan menyadari bahwa mereka tidak harus menjalani fase ini sendirian," kata Mia.
Acara ini melakukan serangkaian sesi diskusi edukasi bersama para ahli dan praktisi untuk membahas berbagai aspek kesehatan perempuan. Mulai dari topik yang diangkat mencakup perubahan hormonal, gejala perimenopause dan menopause, pilihan penanganan, termasuk terapi penggantian hormon (Hormone Replacement Therapy atau HRT), nutrisi, kesehatan mental, mindfulness, serta kesehatan seksual dan intimasi.
"Kami percaya bahwa ketika perempuan memiliki akses terhadap informasi yang tepat dan dukungan dari komunitasnya, mereka dapat menjalani perubahan ini dengan lebih percaya diri dan lebih berdaya," papar dr. Dinda Derdmeisva, Sp. OG, Chief Medical Officer of Magnolia Collective Wellness Indonesia.
Selain itu, para Ladies diajak memaknai kesehatan lebih mendalam. Peserta juga dapat mengikuti pengenalan strength, serta menyaksikan "Runway After 40", peragaan busana yang merayakan kepercayaan diri, keindahan, dan ekspres personal perempuan usia lanjut.
(TIN)
Ladies, kamu perlu tahu dahulu apa itu perimonopause. Perimonopause adalah transisi wanita yang dialami sebelum memasuki masa menopause. Perimenopause umumnya berlangsung sekitar 4 hingga 10 tahun sebelum menopause terjadi.
Sebagian besar wanita mulai merasakan tanda-tandanya pada usia 40-an. Namun, perubahan ini juga dapat terjadi lebih awal, terutama jika terdapat riwayat menopause dini dalam keluarga atau kondisi medis tertentu.
Perimenopause dan menopause merupakan fase alami dalam kehidupan perempuan yang kerap menjadi topik yang jarang dibicarakan secara terbuka. Padahal, perubahan hormonal pada fase ini dapat memengaruhi kesehatan fisik, kondisi emosional, kualitas hidup, hingga kepercayaan diri perempuan.
Keterbatasan informasi dan dukungan yang memadai membuat banyak perempuan menjalani fase tersebut tanpa pemahaman yang menyeluruh. Menjawab kebutuhan tersebut, komunitas We Pause We Rise bersama Magnolia Collective Wellness Magnolia menghadirkan 'RISE & BLOOM'.

Acara ini bertujuan untuk membantu perempuan memperoleh informasi yang relevan, memahami perubahan yang dialami tubuhnya, serta membangun koneksi dengan sesama perempuan yang menjalani perjalanan serupa.
Mia Lukmanto, Founder of We Pause We Rise, mengatakan mereka ingin mengubah cara perempuan memandang perimenopause dan menopause. Fase ini bukanlah akhir dari perjalanan seorang perempuan, melainkan awal dari babak baru yang tetap penuh potensi, kekuatan, dan kesempatan untuk bertumbuh.
"Melalui RISE & BLOOM, kami ingin menghadirkan ruang yang aman bagi perempuan untuk belajar, berbagi pengalaman, dan menyadari bahwa mereka tidak harus menjalani fase ini sendirian," kata Mia.
Acara ini melakukan serangkaian sesi diskusi edukasi bersama para ahli dan praktisi untuk membahas berbagai aspek kesehatan perempuan. Mulai dari topik yang diangkat mencakup perubahan hormonal, gejala perimenopause dan menopause, pilihan penanganan, termasuk terapi penggantian hormon (Hormone Replacement Therapy atau HRT), nutrisi, kesehatan mental, mindfulness, serta kesehatan seksual dan intimasi.
"Kami percaya bahwa ketika perempuan memiliki akses terhadap informasi yang tepat dan dukungan dari komunitasnya, mereka dapat menjalani perubahan ini dengan lebih percaya diri dan lebih berdaya," papar dr. Dinda Derdmeisva, Sp. OG, Chief Medical Officer of Magnolia Collective Wellness Indonesia.
Selain itu, para Ladies diajak memaknai kesehatan lebih mendalam. Peserta juga dapat mengikuti pengenalan strength, serta menyaksikan "Runway After 40", peragaan busana yang merayakan kepercayaan diri, keindahan, dan ekspres personal perempuan usia lanjut.
(TIN)