FITNESS & HEALTH

Puasa Batal Nggak Sih Kalau Ngomong Kasar? Ini Faktanya Biar Nggak Salah Paham

A. Firdaus
Sabtu 21 Februari 2026 / 19:16
Ringkasnya gini..
  • Pemahaman mengenai hal ini penting.
  • Dalam aktivitas harian, terkadang tanpa sadar keluar kata-kata kasar.
  • Situasi ini sering menimbulkan kebingungan.
Jakarta: Bulan Ramadan dikenal sebagai waktu terbaik untuk memperbaiki diri, memperbanyak ibadah, sekaligus melatih kesabaran. Tidak hanya menahan lapar dan haus, puasa juga mengajarkan pengendalian emosi, sikap, serta ucapan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam aktivitas harian, terkadang tanpa sadar keluar kata-kata kasar, umpatan, atau ucapan yang menyakiti orang lain, baik karena marah, bercanda, maupun kebiasaan.

Situasi ini sering menimbulkan kebingungan, apakah ucapan buruk tersebut membuat puasa menjadi batal, atau hanya mengurangi pahala saja?
Pemahaman mengenai hal ini penting, supaya ibadah Ramadan tidak sekadar menahan makan dan minum, tetapi juga menjaga perilaku.

Dilansir dari Antara, berikut penjelasan sederhana mengenai hukum berkata kasar saat puasa, serta cara menyikapinya agar ibadah tetap maksimal.
 

1. Tidak membatalkan puasa, tetapi bisa mengurangi pahala


Ucapan kasar, kotor, atau makian tidak membuat puasa batal secara hukum fikih, sehingga ibadah tetap sah. Namun perilaku tersebut, dapat menghilangkan atau sangat mengurangi pahala puasa. Akibatnya, puasa bisa saja hanya menghasilkan rasa lapar dan haus tanpa nilai ibadah yang maksimal.
 

2. Perkataan buruk merusak kualitas ibadah puasa


Meski tidak makan atau minum, kebiasaan buruk seperti berbohong, menggunjing, menghina, dan mengumpat dapat merusak makna puasa. Ramadan bukan hanya soal menahan fisik, tetapi juga menjaga sikap serta akhlak.
 

3. Puasa bertujuan melatih pengendalian diri dan lisan


Salah satu hikmah utama puasa adalah membentuk kebiasaan menahan emosi, dan menjaga ucapan. Oleh karena itu, setiap Muslim dianjurkan menahan diri dari kata-kata kotor, pertengkaran, maupun ledakan amarah selama menjalankan ibadah.
 

4. Ada peringatan dalam hadis tentang puasa tanpa pahala


Dalam hadis yang diriwayatkan dalam kitab Musnad Ahmad, disebutkan bahwa orang beriman tidak terbiasa mencela, melaknat, ataupun berbicara kasar. Peringatan lain juga menyebutkan bahwa sebagian orang berpuasa hanya mendapatkan lapar dan dahaga, karena tidak meninggalkan ucapan dusta dan perbuatan buruk.
 

5. Jika mendapat hinaan saat puasa, dianjurkan tidak membalas


Saat menerima cacian atau provokasi, sikap yang dianjurkan adalah menahan diri dan mengingatkan bahwa sedang berpuasa. Cara ini membantu meredam konflik, sekaligus menjaga nilai ibadah tetap utuh.
 

6. Islam melarang ucapan buruk secara umum


Larangan berkata buruk juga ditegaskan dalam Al-Qur'an Surah An-Nisa ayat 148, yang menjelaskan bahwa Allah tidak menyukai perkataan jelek yang diucapkan secara terang-terangan, kecuali oleh pihak yang dizalimi. Ayat ini menunjukkan pentingnya menjaga ucapan dalam kondisi apa pun, terlebih saat Ramadan.
 

7. Segera istighfar dan perbaiki kebiasaan


Jika terlanjur berkata kasar ketika berpuasa, langkah terbaik adalah segera memohon ampun dan berusaha memperbaiki ucapan ke depannya. Menjaga lisan membantu memperoleh keberkahan, serta pahala puasa yang lebih sempurna. 

Secillia Nur Hafifah

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH