FITNESS & HEALTH
World Digestive Health Day 2026: Spill Rahasia Biar Pencernaan Si Kecil Tetap Sehat
Yatin Suleha
Sabtu 30 Mei 2026 / 14:32
- Tahu gak sih kalau kunci tumbuh kembang optimal si kecil itu dimulai dari perutnya?
- Peringatan dunia yang diperingati setiap 29 Mei ini mengingatkan kita semua betapa pentingnya deteksi dini dan penanganan gangguan pencernaan anak.
- Masalah pencernaan pada anak masih kerap dianggap sebagai kondisi yang normal oleh orang tua.
Jakarta: Tahu gak sih kalau kunci tumbuh kembang optimal si kecil itu dimulai dari perutnya? Nah, dalam rangka memperingati World Digestive Health Day (WDHD) 2026, Danone Specialized Nutrition (SN) Indonesia ingin merangkul kamu untuk lebih memahami kesehatan saluran cerna anak.
Peringatan dunia yang diperingati setiap 29 Mei ini mengingatkan kita semua betapa pentingnya deteksi dini dan penanganan gangguan pencernaan anak sebelum terlambat.
Sejalan dengan tema global tahun ini, “Chronic Diarrhea: Don’t Flush the Signs Away”, kampanye ini juga mengingatkan bahwa gangguan saluran cerna yang terlihat ringan tidak selalu dapat diabaikan dan memerlukan perhatian lebih untuk mencegah dampak jangka panjang.
Masalah pencernaan pada anak masih kerap dianggap sebagai kondisi yang normal oleh orang tua. Padahal, saluran cerna anak merupakan sistem yang kompleks dan masih terus berkembang, serta memiliki peran penting dalam penyerapan nutrisi untuk mendukung pertumbuhan, perkembangan, dan kenyamanan anak dalam beraktivitas sehari-hari.
Ketidakseimbangan mikrobiota usus sejak dini dapat menyebabkan gangguan pencernaan yang berulang, yang pada akhirnya berpotensi memengaruhi tumbuh kembang anak.
Selain itu, periode awal kehidupan merupakan critical window dalam pembentukan mikrobiota usus, di mana saluran cerna lebih sensitif terhadap perubahan pola makan dan lingkungan, sehingga membutuhkan dukungan nutrisi yang tepat agar berkembang optimal sesuai usia anak.
Dr. dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A(K), FISQua - Dokter Spesialis Anak Konsultan Subspesialis Gastrohepatologi Anak menjelaskan bahwa, “Saluran cerna anak bukan hanya organ pencernaan, melainkan sistem yang kompleks dan terus berkembang."
"Keseimbangan mikrobiota usus sangat penting karena berpengaruh besar terhadap penyerapan nutrisi dan kenyamanan anak sehari-hari. Jika keseimbangan ini terganggu sejak dini, kondisi tersebut dapat berdampak pada gangguan pencernaan berulang hingga memengaruhi tumbuh kembang anak."
"Kondisi ini juga menjadi perhatian banyak orang tua, karena ketika kesehatan saluran cerna anak terganggu, dampaknya kerap terlihat dalam keseharian anak. Anak dapat menjadi kurang nafsu makan (low appetite), lebih rewel atau kurang nyaman (not in a good mood), hingga pertumbuhan dan perkembangan yang tidak optimal."
"Kekhawatiran orang tua terhadap kondisi seperti ini menunjukkan bahwa kesehatan saluran cerna bukan hanya isu medis, tetapi juga berkaitan erat dengan kualitas hidup anak dan keluarga secara keseluruhan."
"Oleh karena itu, upaya pencegahan serta menjaga kesehatan saluran cerna sejak dini menjadi langkah penting untuk mendukung anak tetap nyaman, aktif, serta mencapai tumbuh kembang yang optimal,” terangnya.
Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan untuk mendukung kesehatan saluran cerna adalah melalui pemenuhan nutrisi yang tepat, termasuk asupan prebiotik. Prebiotik merupakan komponen pangan yang berfungsi sebagai “makanan” bagi bakteri baik di usus.
Kombinasi Triple Prebiotics seperti FOS, GOS, dan inulin diketahui dapat mendukung pertumbuhan mayoritas bakteri baik, seperti Ruminococcaceae, Bifidobacterium, dan Lactobacillus.
Kombinasi ini juga berperan dalam menjaga keseimbangan mikrobiota usus dan mendukung kesehatan saluran cerna, sehingga berkontribusi terhadap penyerapan nutrisi yang optimal.
Secara ilmiah, prebiotik bekerja dengan memodulasi komposisi mikrobiota usus dan meningkatkan produksi senyawa yang berperan dalam menjaga kesehatan saluran cerna dan mendukung fungsi tubuh secara keseluruhan.
Untuk membantu orang tua lebih mudah mengenali kondisi pencernaan anak, diperkenalkan konsep Triple Signs sebagai indikator sederhana kesehatan saluran cerna anak.
Tanda pertama adalah Golden Poop, yaitu warna dan konsistensi feses yang normal, ditandai dengan warna kuning keemasan serta bentuk dan tekstur yang tidak terlalu cair maupun tidak terlalu keras.
Tanda kedua adalah frekuensi buang air besar yang teratur sesuai usia anak. Sementara itu, tanda ketiga adalah risiko gangguan saluran cerna yang lebih rendah.
Ketiga tanda tersebut merefleksikan keseimbangan mikrobiota usus yang baik, fungsi pencernaan yang optimal, dan kondisi saluran cerna yang sehat.
Ketika ketiga tanda ini tidak terpenuhi secara konsisten, orang tua dianjurkan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan guna mendapatkan penanganan yang tepat serta mencegah potensi dampak lebih lanjut.
Lebih jauh, kesehatan saluran cerna tidak hanya berdampak pada proses pencernaan, tetapi juga berkontribusi pada kualitas hidup anak secara menyeluruh.
.jpeg)
(Dr. dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A(K), FISQua mengatakan, “Saluran cerna anak bukan hanya organ pencernaan, melainkan sistem yang kompleks dan terus berkembang." Foto: Dok. Istimewa)
Melalui saluran cerna yang sehat, anak berpotensi merasakan manfaat yang lebih luas atau dikenal sebagai Triple Benefits, yaitu Good Mood di mana anak merasa lebih nyaman, ceria, dan aktif karena fungsi pencernaan yang baik.
Good Development yang mencerminkan perkembangan kognitif yang optimal dan ditandai dengan kemampuan motorik dan bersosialisasi yang baik.
Serta Good Growth yang ditandai dengan pertumbuhan fisik, termasuk berat dan tinggi badan, yang ideal karena penyerapan nutrisi yang optimal. Hal ini menunjukkan bahwa kesehatan pencernaan memiliki kaitan erat dengan berbagai aspek tumbuh kembang anak.
Sebagai bagian dari komitmennya dalam mendukung kesehatan pencernaan anak Indonesia, Danone SN Indonesia terus menghadirkan berbagai inisiatif berbasis sains melalui edukasi, publikasi ilmiah, serta inovasi produk dan digital.
Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH - Medical & Scientific Affairs Director Danone Indonesia, menyampaikan bahwa peningkatan literasi masyarakat terkait kesehatan saluran cerna menjadi kunci dalam membantu orang tua lebih memahami kondisi anak secara menyeluruh.
“Kami menyadari bahwa kekhawatiran orang tua terhadap anak yang kurang nafsu makan, kurang nyaman, atau pertumbuhannya belum optimal sering kali berakar dari masalah pencernaan yang tidak disadari."
"Melalui edukasi berbasis sains, inovasi digital seperti AI Poop Tracker, serta produk nutrisi yang diformulasikan dengan kandungan prebiotik seperti pada rangkaian Bebelac, kami berupaya membantu orang tua dalam menjaga kesehatan saluran cerna anak secara praktis dan berkelanjutan."
"Kami ingin membantu orang tua memantau kondisi saluran cerna anak dengan lebih mudah dan mengambil langkah yang tepat untuk mendukung tumbuh kembang optimal,” ujarnya.
Di momen World Digestive Health Day 2026 ini, yuk kita sama-sama lebih peka lagi membaca "bahasa" dari saluran cerna si kecil! Kalau ada apa-apa, jangan ragu ya buat langsung konsultasi ke tenaga kesehatan.
Lewat edukasi yang tepat dan terus-menerus, kita bisa banget lho bantu mewujudkan generasi anak Indonesia yang punya pencernaan sehat. Ingat, perut yang sehat itu fondasi utama buat tumbuh kembang optimal masa depan anakmu!
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Peringatan dunia yang diperingati setiap 29 Mei ini mengingatkan kita semua betapa pentingnya deteksi dini dan penanganan gangguan pencernaan anak sebelum terlambat.
Sejalan dengan tema global tahun ini, “Chronic Diarrhea: Don’t Flush the Signs Away”, kampanye ini juga mengingatkan bahwa gangguan saluran cerna yang terlihat ringan tidak selalu dapat diabaikan dan memerlukan perhatian lebih untuk mencegah dampak jangka panjang.
Masalah pencernaan pada anak masih kerap dianggap sebagai kondisi yang normal oleh orang tua. Padahal, saluran cerna anak merupakan sistem yang kompleks dan masih terus berkembang, serta memiliki peran penting dalam penyerapan nutrisi untuk mendukung pertumbuhan, perkembangan, dan kenyamanan anak dalam beraktivitas sehari-hari.
Ketidakseimbangan mikrobiota usus sejak dini dapat menyebabkan gangguan pencernaan yang berulang, yang pada akhirnya berpotensi memengaruhi tumbuh kembang anak.
Selain itu, periode awal kehidupan merupakan critical window dalam pembentukan mikrobiota usus, di mana saluran cerna lebih sensitif terhadap perubahan pola makan dan lingkungan, sehingga membutuhkan dukungan nutrisi yang tepat agar berkembang optimal sesuai usia anak.
Dr. dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A(K), FISQua - Dokter Spesialis Anak Konsultan Subspesialis Gastrohepatologi Anak menjelaskan bahwa, “Saluran cerna anak bukan hanya organ pencernaan, melainkan sistem yang kompleks dan terus berkembang."
"Keseimbangan mikrobiota usus sangat penting karena berpengaruh besar terhadap penyerapan nutrisi dan kenyamanan anak sehari-hari. Jika keseimbangan ini terganggu sejak dini, kondisi tersebut dapat berdampak pada gangguan pencernaan berulang hingga memengaruhi tumbuh kembang anak."
"Kondisi ini juga menjadi perhatian banyak orang tua, karena ketika kesehatan saluran cerna anak terganggu, dampaknya kerap terlihat dalam keseharian anak. Anak dapat menjadi kurang nafsu makan (low appetite), lebih rewel atau kurang nyaman (not in a good mood), hingga pertumbuhan dan perkembangan yang tidak optimal."
"Kekhawatiran orang tua terhadap kondisi seperti ini menunjukkan bahwa kesehatan saluran cerna bukan hanya isu medis, tetapi juga berkaitan erat dengan kualitas hidup anak dan keluarga secara keseluruhan."
"Oleh karena itu, upaya pencegahan serta menjaga kesehatan saluran cerna sejak dini menjadi langkah penting untuk mendukung anak tetap nyaman, aktif, serta mencapai tumbuh kembang yang optimal,” terangnya.
Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan untuk mendukung kesehatan saluran cerna adalah melalui pemenuhan nutrisi yang tepat, termasuk asupan prebiotik. Prebiotik merupakan komponen pangan yang berfungsi sebagai “makanan” bagi bakteri baik di usus.
Kombinasi Triple Prebiotics seperti FOS, GOS, dan inulin diketahui dapat mendukung pertumbuhan mayoritas bakteri baik, seperti Ruminococcaceae, Bifidobacterium, dan Lactobacillus.
Kombinasi ini juga berperan dalam menjaga keseimbangan mikrobiota usus dan mendukung kesehatan saluran cerna, sehingga berkontribusi terhadap penyerapan nutrisi yang optimal.
Secara ilmiah, prebiotik bekerja dengan memodulasi komposisi mikrobiota usus dan meningkatkan produksi senyawa yang berperan dalam menjaga kesehatan saluran cerna dan mendukung fungsi tubuh secara keseluruhan.
Untuk membantu orang tua lebih mudah mengenali kondisi pencernaan anak, diperkenalkan konsep Triple Signs sebagai indikator sederhana kesehatan saluran cerna anak.
Tanda pertama adalah Golden Poop, yaitu warna dan konsistensi feses yang normal, ditandai dengan warna kuning keemasan serta bentuk dan tekstur yang tidak terlalu cair maupun tidak terlalu keras.
Tanda kedua adalah frekuensi buang air besar yang teratur sesuai usia anak. Sementara itu, tanda ketiga adalah risiko gangguan saluran cerna yang lebih rendah.
Ketiga tanda tersebut merefleksikan keseimbangan mikrobiota usus yang baik, fungsi pencernaan yang optimal, dan kondisi saluran cerna yang sehat.
Ketika ketiga tanda ini tidak terpenuhi secara konsisten, orang tua dianjurkan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan guna mendapatkan penanganan yang tepat serta mencegah potensi dampak lebih lanjut.
Lebih jauh, kesehatan saluran cerna tidak hanya berdampak pada proses pencernaan, tetapi juga berkontribusi pada kualitas hidup anak secara menyeluruh.
.jpeg)
(Dr. dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A(K), FISQua mengatakan, “Saluran cerna anak bukan hanya organ pencernaan, melainkan sistem yang kompleks dan terus berkembang." Foto: Dok. Istimewa)
Melalui saluran cerna yang sehat, anak berpotensi merasakan manfaat yang lebih luas atau dikenal sebagai Triple Benefits, yaitu Good Mood di mana anak merasa lebih nyaman, ceria, dan aktif karena fungsi pencernaan yang baik.
Good Development yang mencerminkan perkembangan kognitif yang optimal dan ditandai dengan kemampuan motorik dan bersosialisasi yang baik.
Serta Good Growth yang ditandai dengan pertumbuhan fisik, termasuk berat dan tinggi badan, yang ideal karena penyerapan nutrisi yang optimal. Hal ini menunjukkan bahwa kesehatan pencernaan memiliki kaitan erat dengan berbagai aspek tumbuh kembang anak.
Sebagai bagian dari komitmennya dalam mendukung kesehatan pencernaan anak Indonesia, Danone SN Indonesia terus menghadirkan berbagai inisiatif berbasis sains melalui edukasi, publikasi ilmiah, serta inovasi produk dan digital.
Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH - Medical & Scientific Affairs Director Danone Indonesia, menyampaikan bahwa peningkatan literasi masyarakat terkait kesehatan saluran cerna menjadi kunci dalam membantu orang tua lebih memahami kondisi anak secara menyeluruh.
“Kami menyadari bahwa kekhawatiran orang tua terhadap anak yang kurang nafsu makan, kurang nyaman, atau pertumbuhannya belum optimal sering kali berakar dari masalah pencernaan yang tidak disadari."
"Melalui edukasi berbasis sains, inovasi digital seperti AI Poop Tracker, serta produk nutrisi yang diformulasikan dengan kandungan prebiotik seperti pada rangkaian Bebelac, kami berupaya membantu orang tua dalam menjaga kesehatan saluran cerna anak secara praktis dan berkelanjutan."
"Kami ingin membantu orang tua memantau kondisi saluran cerna anak dengan lebih mudah dan mengambil langkah yang tepat untuk mendukung tumbuh kembang optimal,” ujarnya.
Di momen World Digestive Health Day 2026 ini, yuk kita sama-sama lebih peka lagi membaca "bahasa" dari saluran cerna si kecil! Kalau ada apa-apa, jangan ragu ya buat langsung konsultasi ke tenaga kesehatan.
Lewat edukasi yang tepat dan terus-menerus, kita bisa banget lho bantu mewujudkan generasi anak Indonesia yang punya pencernaan sehat. Ingat, perut yang sehat itu fondasi utama buat tumbuh kembang optimal masa depan anakmu!
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)