FITNESS & HEALTH

Cek Penyebab dan Jenis Biang Keringat pada Bayi Biar Gak Panik Lagi

Yatin Suleha
Sabtu 21 Maret 2026 / 18:01
Ringkasnya gini..
  • Cuaca panas tidak hanya membuat anak merasa gerah, tetapi juga bisa memicu berbagai masalah kulit.
  • Biang keringat, kondisi ini sering muncul, saat tubuh kepanasan dan keringat terperangkap di dalam kulit.
  • Oleh karena itu, penting untuk mengenali penyebab dan tanda-tandanya.
Jakarta: Cuaca panas tidak hanya membuat anak merasa gerah, tetapi juga bisa memicu berbagai masalah kulit, salah satunya biang keringat. Kondisi ini sering muncul, saat tubuh kepanasan dan keringat terperangkap di dalam kulit.

Oleh karena itu, penting untuk mengenali penyebab dan tanda-tandanya, agar tidak semakin parah dan membuat anak tidak nyaman.

Dilansir dari BabyCenter, biang keringat terjadi ketika pori-pori kulit tersumbat, sehingga keringat tidak bisa keluar dengan lancar. Bayi lebih mudah mengalaminya, karena ukuran pori-pori masih kecil dibandingkan orang dewasa. 

 

Beberapa kondisi yang bisa memicu biang keringat antara lain:


• Cuaca yang panas dan lembap
• Menggunakan pakaian terlalu tebal atau berlapis, bahkan saat cuaca dingin
• Sedang demam
• Aktivitas fisik yang membuat tubuh banyak berkeringat.
 

Seperti apa biang keringat pada bayi?



(Anak kecil rawan biang keringat karena kelenjar keringat mereka belum berkembang sempurna dan pori-pori kulitnya kecil, sehingga keringat mudah terperangkap dan menyumbat saluran. Foto: Dok. iStock.com/KarenMower)

Biang keringat, biasanya terlihat seperti bintik-bintik kecil atau lepuhan kecil di kulit. Pada kulit yang lebih terang, bintik ini bisa tampak kemerahan. Area yang sering muncul antara lain:

• Bagian belakang leher
• Bahu dan dada
• Area yang tertutup atau bergesekan dengan pakaian, termasuk area popok
• Kulit kepala atau dahi, terutama jika sering memakai topi
• Lipatan kulit seperti leher, ketiak, selangkangan, lipatan siku, dan belakang lutut
 

Jenis-jenis biang keringat

 

1. Miliaria crystallina


Terjadi ketika saluran kelenjar keringat tersumbat di permukaan kulit. Kondisi ini umum terjadi, karena kelenjar keringat bayi belum berkembang sempurna. Ciri utamanya adalah bintik kecil berisi cairan bening yang mudah pecah.
 

2. Miliaria rubra (prickly heat)


Jenis yang paling sering terjadi. Sumbatan terjadi lebih dalam di bawah kulit, sehingga menimbulkan bintik merah, rasa gatal, dan sensasi seperti tertusuk. Gejala biasanya semakin terasa saat tubuh berkeringat. Pada bayi baru lahir, sering muncul di leher, ketiak, dan selangkangan.
   

3. Miliaria profunda


Jenis yang lebih jarang terjadi dan muncul di lapisan kulit yang lebih dalam. Ditandai dengan benjolan yang lebih besar, terasa keras, dan berwarna seperti kulit. 

Bisa terasa sangat gatal dan biasanya muncul di bagian tubuh, lengan, atau kaki saat berkeringat. Kondisi ini biasanya membaik setelah tubuh tidak lagi berkeringat.


Secillia Nur Hafifah


Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH