FAMILY

Magnesium Emang Bagus, Tapi Kalau Kebanyakan Buat Anak Gimana?

Yatin Suleha
Minggu 25 Januari 2026 / 17:08
Jakarta: Magnesium adalah salah satu mineral penting yang dibutuhkan tubuh manusia untuk menjalankan berbagai fungsi vital, seperti membantu otot dan saraf bekerja dengan baik, menjaga kekuatan tulang, serta mendukung sistem kekebalan tubuh.

Tubuh menggunakan mineral penting ini untuk menjaga tulang kuat dan ritme jantung stabil. Magnesium juga mendukung sistem kekebalan tubuh dan membantu menjaga fungsi otot dan saraf.

Pada anak-anak, magnesium memainkan peran krusial dalam proses pertumbuhan dan perkembangan, karena ia membantu tubuh memproduksi energi, mengatur detak jantung, dan bahkan mendukung fungsi otak agar anak bisa belajar dan berkonsentrasi dengan optimal.
 
Dilansir dari BabyCenter, tubuh membutuhkan magnesium dari suplemen karena mendapatkan terlalu banyak magnesium dari pola makan saja sangat tidak mungkin, tetapi mungkin untuk kelebihan magnesium dari suplemen makanan.

Mengonsumsi terlalu banyak magnesium dalam bentuk suplemen dapat menyebabkan masalah seperti diare dan kram perut. Dalam dosis yang sangat besar, magnesium dapat menjadi toksik.

Batasan atas asupan magnesium yang aman dalam bentuk suplemen adalah 65 mg per hari untuk anak usia 1 hingga 3 tahun, dan 110 mg per hari untuk anak usia 4 hingga 8 tahun.


(Anak yang kelebihan magnesium (hipermagnesemia) dapat mengalami gangguan pencernaan parah, kelemahan otot, hingga tekanan darah rendah. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)

Itu adalah jumlah maksimum magnesium yang ditambahkan ke pola makan harian normal yang dianggap aman oleh Dewan Pangan dan Gizi Institut Kedokteran. Tidak ada batasan atas asupan magnesium yang diperoleh dari makanan.

Jika anak mengalami gejala seperti mual, diare, atau kelelahan setelah minum suplemen, hentikan segera dan konsultasikan dokter.

Kebanyakan anak mendapat magnesium cukup dari makanan, jadi suplemen jarang diperlukan kecuali dokter merekomendasikan. Selalu baca label suplemen dan ikuti dosis yang disarankan.
   

Kekurangan magnesium pada anak


Kekurangan magnesium bisa terjadi jika anak makan terlalu sedikit makanan kaya magnesium, seperti saat pola makan terbatas atau sakit. Gejala kekurangan termasuk kelelahan, kram otot, sakit kepala, atau sulit konsentrasi.

Pada anak kecil, ini bisa memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan. Jika curiga kekurangan, dokter bisa melakukan tes darah untuk memeriksa kadar magnesium.

Untuk mencegah kekurangan, dorong anak makan makanan seimbang dengan banyak sayuran, kacang, dan biji. Jika anak susah makan, coba hidangkan makanan favorit yang diperkaya magnesium, seperti oatmeal dengan kacang almond.

Dengan memerhatikan pola makan anak, magnesium bisa membantu mereka tumbuh sehat dan kuat. Jika ada pertanyaan tentang nutrisi anak, bicarakan dengan dokter atau ahli gizi untuk saran yang tepat.
 

Secillia Nur Hafifah


Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH