FITNESS & HEALTH
Mendadak Jadi 'Detektif Bau' Saat Hamil, Kok Bisa? Intip Fakta di Balik Hidung yang Makin Tajam
Yatin Suleha
Selasa 14 April 2026 / 08:05
- Pas lagi hamil, tubuh emang bakal ngelewatin banyak perubahan yang kadang berasa aneh banget.
- Salah satunya indra penciuman yang mendadak jadi super sensitif.
- Banyak ibu hamil bertanya-tanya, kenapa hidung terasa seperti “lebih peka” dari biasanya?
Jakarta: Pas lagi hamil, tubuh emang bakal ngelewatin banyak perubahan yang kadang berasa aneh banget, salah satunya indra penciuman yang mendadak jadi super sensitif.
Bau yang tadinya biasa aja, tiba-tiba bisa berubah jadi menyengat banget sampai bikin mual atau enggak nyaman. Kondisi kayak gini sering bikin bingung, soalnya perubahannya emang sedrastis itu dan kadang susah dijelasin secara simpel.
Banyak ibu hamil bertanya-tanya, kenapa hidung terasa seperti “lebih peka” dari biasanya? Ternyata, meskipun fenomena ini cukup umum terjadi, para ahli masih terus mencari jawaban pasti mengenai penyebabnya.
Peningkatan sensitivitas terhadap bau selama kehamilan, memang belum sepenuhnya dipahami. Namun, salah satu penjelasan, yang paling sering dikaitkan adalah perubahan hormon dalam tubuh.
Salah satu hormon yang diduga berperan adalah human chorionic gonadotropin (hCG).
.jpg)
(Sensitivitas penciuman selama kehamilan adalah hal yang umum terjadi akibat perubahan hormon, peningkatan aliran darah, dan mekanisme perlindungan alami tubuh. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Hormon ini mulai diproduksi setelah sel telur yang telah dibuahi, menempel pada dinding rahim, dan juga menjadi penanda utama dalam tes kehamilan.
Kadar hCG yang meningkat pada awal kehamilan, sering dikaitkan dengan perubahan indra penciuman yang dialami banyak ibu hamil.
Selain itu, ada penjelasan lain yang lebih ilmiah terkait perubahan ini. Seperti yang dijelaskan oleh Shannon Smith, dokter kandungan dan kebidanan yang berbasis di Boston.
“Kadar estrogen dan progesteron yang meningkat, memodulasi neuron reseptor penciuman dan mengubah pemrosesan saraf di wilayah otak, yang bertanggung jawab atas penciuman, sehingga menyebabkan hiperosmia.”
Dengan kata lain, hormon kehamilan tidak hanya memengaruhi kondisi fisik, tetapi juga cara otak memproses bau, sehingga aroma terasa lebih kuat dari biasanya.
Di sisi lain, ada kemungkinan bahwa sebenarnya bukan hidung yang menjadi lebih sensitif, melainkan kesadaran terhadap bau yang meningkat.
Selama kehamilan, tubuh berada dalam kondisi siaga untuk melindungi janin. Hal ini bisa membuat perhatian terhadap bau-bauan menjadi lebih tinggi, terutama terhadap aroma yang dianggap berpotensi berbahaya.
Perubahan ini juga bisa memengaruhi persepsi terhadap aroma orang terdekat. Bau yang sebelumnya terasa netral bisa tiba-tiba menjadi mengganggu.
“Saya hampir 7 minggu dan hampir semua bau mengganggu saya… terutama aroma alami suami saya!” keluh seorang calon ibu di Komunitas BabyCenter.
Untuk membantu memahami kondisi ini, mencatat pengalaman sehari-hari bisa menjadi langkah yang bermanfaat.
Dengan mencatat bau apa saja yang memicu rasa tidak nyaman serta kapan hal itu terjadi, pola tertentu bisa mulai terlihat. Cara ini membantu mengenali pemicu dan memudahkan, dalam menghindarinya selama masa kehamilan.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Bau yang tadinya biasa aja, tiba-tiba bisa berubah jadi menyengat banget sampai bikin mual atau enggak nyaman. Kondisi kayak gini sering bikin bingung, soalnya perubahannya emang sedrastis itu dan kadang susah dijelasin secara simpel.
Banyak ibu hamil bertanya-tanya, kenapa hidung terasa seperti “lebih peka” dari biasanya? Ternyata, meskipun fenomena ini cukup umum terjadi, para ahli masih terus mencari jawaban pasti mengenai penyebabnya.
Mengapa indra penciuman jadi lebih tajam saat hamil?
Peningkatan sensitivitas terhadap bau selama kehamilan, memang belum sepenuhnya dipahami. Namun, salah satu penjelasan, yang paling sering dikaitkan adalah perubahan hormon dalam tubuh.
Salah satu hormon yang diduga berperan adalah human chorionic gonadotropin (hCG).
.jpg)
(Sensitivitas penciuman selama kehamilan adalah hal yang umum terjadi akibat perubahan hormon, peningkatan aliran darah, dan mekanisme perlindungan alami tubuh. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Hormon ini mulai diproduksi setelah sel telur yang telah dibuahi, menempel pada dinding rahim, dan juga menjadi penanda utama dalam tes kehamilan.
Kadar hCG yang meningkat pada awal kehamilan, sering dikaitkan dengan perubahan indra penciuman yang dialami banyak ibu hamil.
Selain itu, ada penjelasan lain yang lebih ilmiah terkait perubahan ini. Seperti yang dijelaskan oleh Shannon Smith, dokter kandungan dan kebidanan yang berbasis di Boston.
“Kadar estrogen dan progesteron yang meningkat, memodulasi neuron reseptor penciuman dan mengubah pemrosesan saraf di wilayah otak, yang bertanggung jawab atas penciuman, sehingga menyebabkan hiperosmia.”
Dengan kata lain, hormon kehamilan tidak hanya memengaruhi kondisi fisik, tetapi juga cara otak memproses bau, sehingga aroma terasa lebih kuat dari biasanya.
Di sisi lain, ada kemungkinan bahwa sebenarnya bukan hidung yang menjadi lebih sensitif, melainkan kesadaran terhadap bau yang meningkat.
Selama kehamilan, tubuh berada dalam kondisi siaga untuk melindungi janin. Hal ini bisa membuat perhatian terhadap bau-bauan menjadi lebih tinggi, terutama terhadap aroma yang dianggap berpotensi berbahaya.
Perubahan ini juga bisa memengaruhi persepsi terhadap aroma orang terdekat. Bau yang sebelumnya terasa netral bisa tiba-tiba menjadi mengganggu.
“Saya hampir 7 minggu dan hampir semua bau mengganggu saya… terutama aroma alami suami saya!” keluh seorang calon ibu di Komunitas BabyCenter.
Untuk membantu memahami kondisi ini, mencatat pengalaman sehari-hari bisa menjadi langkah yang bermanfaat.
Dengan mencatat bau apa saja yang memicu rasa tidak nyaman serta kapan hal itu terjadi, pola tertentu bisa mulai terlihat. Cara ini membantu mengenali pemicu dan memudahkan, dalam menghindarinya selama masa kehamilan.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)