FITNESS & HEALTH
Pregnancy Drama: Rahasia di Balik Air Liur Berlebih Pas Lagi Hamil
Yatin Suleha
Rabu 25 Maret 2026 / 18:37
- Produksi air liur yang meningkat saat hamil, sebenarnya merupakan kondisi yang normal.
- Hal ini bisa terjadi karena produksi yang meningkat, frekuensi menelan yang berkurang, atau kombinasi keduanya.
- Beberapa ibu hamil juga merasakan produksi air liur meningkat saat sedang mual.
Jakarta: Produksi air liur yang meningkat saat hamil, sebenarnya merupakan kondisi yang normal. Dalam dunia medis, kondisi ini disebut ptyalism atau sialorrhea, dan pada kehamilan dikenal sebagai ptyalism gravidarum. Meski terasa mengganggu, kondisi ini tidak berbahaya bagi bayi.
“Saya cukup sering melihat ptyalism ringan,” kata Kristin Cohen, DNP, seorang bidan bersertifikat dan praktisi keperawatan kesehatan wanita bersertifikat di New Jersey.
“Kondisi ini dianggap lebih umum terjadi pada orang keturunan Haiti dan Afrika, dan dalam praktik saya, saya memang melihat kedua kelompok pasien ini lebih sering terkena. Biasanya tidak terlalu parah, ibu hamil menyadari adanya air liur berlebih dan menganggapnya mengganggu, tetapi masih bisa ditangani,” tambahnya.
Dalam kondisi normal, tubuh memproduksi sekitar 1,5 liter air liur setiap hari. Biasanya hal ini tidak terasa, karena air liur langsung tertelan tanpa disadari. Namun saat hamil, rasa seperti “kebanyakan air liur” bisa muncul.
Hal ini bisa terjadi karena produksi yang meningkat, frekuensi menelan yang berkurang, atau kombinasi keduanya.
Beberapa ibu hamil juga merasakan produksi air liur meningkat saat sedang mual. Bahkan, ada yang sampai harus sering meludah, karena jumlahnya cukup banyak. Kondisi ini tetap tergolong normal.
Dilansir dari BabyCenter, berikut adalah beberapa penyebab umum meningkatnya air liur saat hamil.
Pada trimester awal, perubahan hormon diduga menjadi salah satu pemicu utama, meskipun penyebab pastinya belum diketahui secara pasti.
.jpg)
(Produksi air liur berlebih biasanya paling sering muncul pada trimester pertama kehamilan. Foto: Ilustrasi/Unsplash.com)
Rasa mual bisa membuat frekuensi menelan berkurang, sehingga air liur terasa menumpuk di mulut. Kondisi ini lebih sering terjadi pada ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum, yaitu mual muntah yang cukup parah.
Mulas yang sering terjadi saat hamil, juga bisa memicu produksi air liur berlebih. Asam lambung yang naik dapat mengiritasi kerongkongan, sehingga tubuh merespons dengan memproduksi lebih banyak air liur, untuk menetralkan asam tersebut.
Gangguan seperti gigi berlubang atau infeksi pada mulut, juga dapat meningkatkan produksi air liur. Oleh karena itu, pemeriksaan gigi tetap penting selama masa kehamilan.
Paparan asap, zat berbahaya seperti merkuri atau pestisida, serta beberapa obat dan kondisi medis tertentu juga bisa memicu produksi air liur yang lebih banyak.
Produksi air liur berlebih biasanya paling sering muncul pada trimester pertama kehamilan. Pada sebagian besar kasus, kondisi ini mulai berkurang saat memasuki trimester kedua.
Namun, dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, kondisi ini bisa berlangsung hingga menjelang persalinan, bahkan terasa semakin meningkat seiring waktu.
Meski tidak membahayakan bayi, kondisi ini memang bisa terasa cukup mengganggu, terutama jika harus sering meludah atau membawa wadah khusus saat beraktivitas.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
“Saya cukup sering melihat ptyalism ringan,” kata Kristin Cohen, DNP, seorang bidan bersertifikat dan praktisi keperawatan kesehatan wanita bersertifikat di New Jersey.
“Kondisi ini dianggap lebih umum terjadi pada orang keturunan Haiti dan Afrika, dan dalam praktik saya, saya memang melihat kedua kelompok pasien ini lebih sering terkena. Biasanya tidak terlalu parah, ibu hamil menyadari adanya air liur berlebih dan menganggapnya mengganggu, tetapi masih bisa ditangani,” tambahnya.
Dalam kondisi normal, tubuh memproduksi sekitar 1,5 liter air liur setiap hari. Biasanya hal ini tidak terasa, karena air liur langsung tertelan tanpa disadari. Namun saat hamil, rasa seperti “kebanyakan air liur” bisa muncul.
Hal ini bisa terjadi karena produksi yang meningkat, frekuensi menelan yang berkurang, atau kombinasi keduanya.
Beberapa ibu hamil juga merasakan produksi air liur meningkat saat sedang mual. Bahkan, ada yang sampai harus sering meludah, karena jumlahnya cukup banyak. Kondisi ini tetap tergolong normal.
Dilansir dari BabyCenter, berikut adalah beberapa penyebab umum meningkatnya air liur saat hamil.
1. Perubahan hormon
Pada trimester awal, perubahan hormon diduga menjadi salah satu pemicu utama, meskipun penyebab pastinya belum diketahui secara pasti.
2. Mual
.jpg)
(Produksi air liur berlebih biasanya paling sering muncul pada trimester pertama kehamilan. Foto: Ilustrasi/Unsplash.com)
Rasa mual bisa membuat frekuensi menelan berkurang, sehingga air liur terasa menumpuk di mulut. Kondisi ini lebih sering terjadi pada ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum, yaitu mual muntah yang cukup parah.
3. Heartburn (mulas)
Mulas yang sering terjadi saat hamil, juga bisa memicu produksi air liur berlebih. Asam lambung yang naik dapat mengiritasi kerongkongan, sehingga tubuh merespons dengan memproduksi lebih banyak air liur, untuk menetralkan asam tersebut.
4. Masalah gigi dan mulut
Gangguan seperti gigi berlubang atau infeksi pada mulut, juga dapat meningkatkan produksi air liur. Oleh karena itu, pemeriksaan gigi tetap penting selama masa kehamilan.
5. Zat iritan dan faktor lain
Paparan asap, zat berbahaya seperti merkuri atau pestisida, serta beberapa obat dan kondisi medis tertentu juga bisa memicu produksi air liur yang lebih banyak.
Kapan kondisi ini paling sering terjadi?
Produksi air liur berlebih biasanya paling sering muncul pada trimester pertama kehamilan. Pada sebagian besar kasus, kondisi ini mulai berkurang saat memasuki trimester kedua.
Namun, dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, kondisi ini bisa berlangsung hingga menjelang persalinan, bahkan terasa semakin meningkat seiring waktu.
Meski tidak membahayakan bayi, kondisi ini memang bisa terasa cukup mengganggu, terutama jika harus sering meludah atau membawa wadah khusus saat beraktivitas.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)