FITNESS & HEALTH
Vibes Soft Living: Rahasia Hidup Tenang di Tengah Dunia yang Berisik
Aulia Putriningtias
Rabu 25 Maret 2026 / 18:21
- Soft living menguak di kalangan remaja dan dewasa.
- Inti dari soft living adalah semuanya dimulai dari dalam diri dengan kedamaian dan ketenangan.
- Ini adalah perubahan gaya dari yang keras menjadi lembut sedikit demi sedikit.
Jakarta: Setiap tahunnya orang-orang remaja dan dewasa menuliskan daftar-daftar yang harus mereka capai dalam satu tahun. Namun, kelelahan terus muncul karena terlalu memaksakan daftar tersebut.
Uniknya, mereka mulai sadar bahwa ini tidak benar-benar sehat. Pencapaian memang baik, tetapi mencapainya dengan segala stres dan burn out, dapat berisiko mengganggu kesehatan.
Soft living menguak di kalangan remaja dan dewasa. Inti dari soft living adalah semuanya dimulai dari dalam diri dengan kedamaian dan ketenangan. Ini adalah perubahan gaya dari yang keras menjadi lembut sedikit demi sedikit.
Orang dewasa tumbuh dengan mentalitas bahwa bekerja lebih keras akan memberi lebih banyak imbalan dalam hidup. Tak dipungkir, budaya kerja keras ini telah mendorong kita semua hingga batas kemampuan kita.
Tren ini menekankan pentingnya menerima diri sendiri apa adanya dan melonggarkan area kehidupan yang bisa diperbaiki. Berjuang terlalu keras bukanlah satu-satunya cara untuk mencapai kebahagiaan dalam hidup.
Soft living memberikan diri kita izin untuk melakukan apa yang kita inginkan. Baik itu menghormati batasan diri, membela diri, atau sekadar melakukan aktivitas sendirian.

(Inti dari soft living adalah semuanya dimulai dari dalam diri dengan kedamaian dan ketenangan. Foto: Ilustrasi/Unsplash.com)
Kamu bisa juga menerapkan soft living dan tetap berjuang dalam satu waktu, loh! Berjuang bukan selalu mengeraskan diri. Inilah cara-cara agar dapat menjalankan soft living.
Buatlah batasan-batasan tertentu agar kamu tenang. Misalnya adalah berani untuk menolak atau bilang tidak terhadap tambahan yang membuatmu lelah.
Selain wajib istirahat seperti tidur malam, kamu juga perlu mengistirahatkan kepala sejenak. Seperti baca buku, jalan-jalan, atau mendengarkan musik.
Nikmatilah momen-momen kecil seperti meminum secangkir teh, memesan makanan kesukaan, atau pergi ke tempat yang sangat kamu inginkan.
Ketika kamu tidak biasa di dalam hal baru, rasanya mungkin merasa bersalah. Lepas perlahan-lahan rasa bersalah kamu dan beristirahatlah.
Tak semua hal dapat dikontrol dan ada juga yang bisa kamu kontrol. Pilah hal-hal tersebut agar tidak memaksakan diri kamu lebih jauh yang berujung stres.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Uniknya, mereka mulai sadar bahwa ini tidak benar-benar sehat. Pencapaian memang baik, tetapi mencapainya dengan segala stres dan burn out, dapat berisiko mengganggu kesehatan.
Soft living menguak di kalangan remaja dan dewasa. Inti dari soft living adalah semuanya dimulai dari dalam diri dengan kedamaian dan ketenangan. Ini adalah perubahan gaya dari yang keras menjadi lembut sedikit demi sedikit.
Orang dewasa tumbuh dengan mentalitas bahwa bekerja lebih keras akan memberi lebih banyak imbalan dalam hidup. Tak dipungkir, budaya kerja keras ini telah mendorong kita semua hingga batas kemampuan kita.
Tren ini menekankan pentingnya menerima diri sendiri apa adanya dan melonggarkan area kehidupan yang bisa diperbaiki. Berjuang terlalu keras bukanlah satu-satunya cara untuk mencapai kebahagiaan dalam hidup.
Soft living memberikan diri kita izin untuk melakukan apa yang kita inginkan. Baik itu menghormati batasan diri, membela diri, atau sekadar melakukan aktivitas sendirian.
Bagaimana terapkan soft living?

(Inti dari soft living adalah semuanya dimulai dari dalam diri dengan kedamaian dan ketenangan. Foto: Ilustrasi/Unsplash.com)
Kamu bisa juga menerapkan soft living dan tetap berjuang dalam satu waktu, loh! Berjuang bukan selalu mengeraskan diri. Inilah cara-cara agar dapat menjalankan soft living.
1. Membuat batasan
Buatlah batasan-batasan tertentu agar kamu tenang. Misalnya adalah berani untuk menolak atau bilang tidak terhadap tambahan yang membuatmu lelah.
2. Tentukan cara istirahat
Selain wajib istirahat seperti tidur malam, kamu juga perlu mengistirahatkan kepala sejenak. Seperti baca buku, jalan-jalan, atau mendengarkan musik.
3. Menikmati kenyamanan kecil
Nikmatilah momen-momen kecil seperti meminum secangkir teh, memesan makanan kesukaan, atau pergi ke tempat yang sangat kamu inginkan.
4. Lepas rasa bersalah perlahan
Ketika kamu tidak biasa di dalam hal baru, rasanya mungkin merasa bersalah. Lepas perlahan-lahan rasa bersalah kamu dan beristirahatlah.
Baca Juga :
5 Habit Simpel Biar Awet Muda Tanpa Harus Botoks
5. Membedakan hal yang dapat dikontrol dan tidak
Tak semua hal dapat dikontrol dan ada juga yang bisa kamu kontrol. Pilah hal-hal tersebut agar tidak memaksakan diri kamu lebih jauh yang berujung stres.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)