FITNESS & HEALTH
Deteksi Kanker Kini Makin Presisi, Indonesia Kini Punya Teknologi SPECT/CT Terbaru
A. Firdaus
Selasa 26 Mei 2026 / 08:12
- Siemens Healthineers resmi memperkenalkan teknologi pencitraan terbaru SPECT/CT Symbia Pro.Specta.
- Peluncuran Symbia Pro.Specta menjadi langkah penting, dalam pengembangan layanan kanker di Indonesia.
- Data GLOBOCAN 2022 mencatat sekitar 408.661 kasus kanker baru dan 242.988 kematian akibat kanker di Indonesia.
Jakarta: Kasus kanker di Indonesia masih menjadi tantangan besar di dunia kesehatan. Tingginya angka pasien yang baru terdiagnosis saat stadium lanjut, membuat kebutuhan terhadap teknologi deteksi dini dan pengobatan, yang lebih personal semakin mendesak.
Berdasarkan data GLOBOCAN 2022 dari International Agency for Research on Cancer (IARC) WHO, tercatat sekitar 408.661 kasus kanker baru dan 242.988 kematian akibat kanker di Indonesia. Kanker payudara, paru-paru, kolorektal, serviks, dan hati menjadi jenis kanker yang paling banyak ditemukan.
Menjawab tantangan tersebut, Siemens Healthineers resmi memperkenalkan teknologi pencitraan terbaru SPECT/CT Symbia Pro.Specta. Teknologi ini hadir untuk mendukung deteksi kanker yang lebih presisi, sekaligus membantu dokter menentukan terapi, yang lebih sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.
Peluncuran Symbia Pro.Specta menjadi langkah penting, dalam pengembangan layanan kanker di Indonesia, khususnya di MRCCC Siloam Hospitals.
“Hari ini bukan hanya tentang peluncuran teknologi baru, tetapi tentang bagaimana teknologi ini bisa memberikan dampak nyata bagi pasien kanker di Indonesia,” ujar Alfred Fahringer, President Director Siemens Healthineers Indonesia dalam acara Siemens Healthineers meluncurkan Symbia Pro.Specta di acara “The 6th Siloam Oncology Summit 2026” di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu (23/05/26).
Menurutnya, masih banyak pasien kanker di Indonesia yang baru mengetahui penyakitnya pada stadium lanjut. Oleh karena itu, kehadiran teknologi pencitraan generasi terbaru ini, diharapkan dapat membantu proses deteksi lebih awal, dan pengambilan keputusan klinis yang lebih tepat.
“Dengan Symbia Pro.Specta, dokter dapat melihat lebih jauh dibanding pencitraan konvensional, karena teknologi ini menggabungkan pencitraan anatomi dan fungsional untuk memahami apa, yang sebenarnya terjadi di dalam tubuh,” jelasnya.
Ia menambahkan, teknologi tersebut memungkinkan diagnosis kanker dilakukan dengan lebih akurat, dan membantu dokter menyusun terapi yang lebih personal bagi pasien.
“Artinya, pasien bisa mendapatkan deteksi yang lebih dini, diagnosis yang lebih meyakinkan, dan perencanaan terapi yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Ini menjadi bagian penting dari pengembangan precision medicine,” katanya.
Symbia Pro.Specta juga mendukung perkembangan theranostics, pendekatan medis yang menggabungkan diagnosis dan terapi secara terintegrasi, untuk penanganan kanker yang lebih efektif.
Alfred menyebut Siemens Healthineers tidak hanya menghadirkan satu teknologi, tetapi membangun ekosistem layanan kanker yang saling terintegrasi, mulai dari diagnosis, terapi, hingga pemantauan pasien.
“Kolaborasi ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk meningkatkan layanan kanker di Indonesia, agar lebih presisi dan lebih personal,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan dr. Edy Gunawan, MARS, Executive Director MRCCC Siloam Semanggi Group, yang menyebut kehadiran Symbia Pro.Specta menjadi langkah penting bagi pengembangan layanan kanker di MRCCC.
Menurutnya, dunia onkologi saat ini terus berkembang, termasuk dalam pendekatan theranostics yang memungkinkan penggunaan bukan hanya untuk diagnosis, tetapi juga terapi kanker.
“Sistem SPECT/CT ini bukan hanya lebih cepat dan menggunakan dosis yang lebih rendah, tetapi juga mendukung masa depan theranostics yang sedang berkembang,” katanya dalam kesempatan yang sama.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Berdasarkan data GLOBOCAN 2022 dari International Agency for Research on Cancer (IARC) WHO, tercatat sekitar 408.661 kasus kanker baru dan 242.988 kematian akibat kanker di Indonesia. Kanker payudara, paru-paru, kolorektal, serviks, dan hati menjadi jenis kanker yang paling banyak ditemukan.
Menjawab tantangan tersebut, Siemens Healthineers resmi memperkenalkan teknologi pencitraan terbaru SPECT/CT Symbia Pro.Specta. Teknologi ini hadir untuk mendukung deteksi kanker yang lebih presisi, sekaligus membantu dokter menentukan terapi, yang lebih sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.
Peluncuran Symbia Pro.Specta menjadi langkah penting, dalam pengembangan layanan kanker di Indonesia, khususnya di MRCCC Siloam Hospitals.
“Hari ini bukan hanya tentang peluncuran teknologi baru, tetapi tentang bagaimana teknologi ini bisa memberikan dampak nyata bagi pasien kanker di Indonesia,” ujar Alfred Fahringer, President Director Siemens Healthineers Indonesia dalam acara Siemens Healthineers meluncurkan Symbia Pro.Specta di acara “The 6th Siloam Oncology Summit 2026” di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu (23/05/26).
Menurutnya, masih banyak pasien kanker di Indonesia yang baru mengetahui penyakitnya pada stadium lanjut. Oleh karena itu, kehadiran teknologi pencitraan generasi terbaru ini, diharapkan dapat membantu proses deteksi lebih awal, dan pengambilan keputusan klinis yang lebih tepat.
“Dengan Symbia Pro.Specta, dokter dapat melihat lebih jauh dibanding pencitraan konvensional, karena teknologi ini menggabungkan pencitraan anatomi dan fungsional untuk memahami apa, yang sebenarnya terjadi di dalam tubuh,” jelasnya.
Ia menambahkan, teknologi tersebut memungkinkan diagnosis kanker dilakukan dengan lebih akurat, dan membantu dokter menyusun terapi yang lebih personal bagi pasien.
“Artinya, pasien bisa mendapatkan deteksi yang lebih dini, diagnosis yang lebih meyakinkan, dan perencanaan terapi yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Ini menjadi bagian penting dari pengembangan precision medicine,” katanya.
Dukung pengembangan theranostics di Indonesia
Symbia Pro.Specta juga mendukung perkembangan theranostics, pendekatan medis yang menggabungkan diagnosis dan terapi secara terintegrasi, untuk penanganan kanker yang lebih efektif.
Alfred menyebut Siemens Healthineers tidak hanya menghadirkan satu teknologi, tetapi membangun ekosistem layanan kanker yang saling terintegrasi, mulai dari diagnosis, terapi, hingga pemantauan pasien.
“Kolaborasi ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk meningkatkan layanan kanker di Indonesia, agar lebih presisi dan lebih personal,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan dr. Edy Gunawan, MARS, Executive Director MRCCC Siloam Semanggi Group, yang menyebut kehadiran Symbia Pro.Specta menjadi langkah penting bagi pengembangan layanan kanker di MRCCC.
Menurutnya, dunia onkologi saat ini terus berkembang, termasuk dalam pendekatan theranostics yang memungkinkan penggunaan bukan hanya untuk diagnosis, tetapi juga terapi kanker.
“Sistem SPECT/CT ini bukan hanya lebih cepat dan menggunakan dosis yang lebih rendah, tetapi juga mendukung masa depan theranostics yang sedang berkembang,” katanya dalam kesempatan yang sama.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)