FITNESS & HEALTH
Kenali 8 Jenis Sakit Perut dari Lokasi Nyeri dan Gejalanya
Fatha Annisa
Rabu 29 Juli 2026 / 16:08
- Sakit perut tidak selalu disebabkan oleh hal yang sama.
- Lokasi nyeri dan gejala yang menyertainya bisa menunjukkan gangguan kesehatan yang berbeda.
- Mengenali jenis sakit perut dapat membantu menentukan penanganan yang tepat dan mengetahui kapan harus segera memeriksakan diri ke dokter.
Jakarta: Sakit perut merupakan salah satu keluhan kesehatan yang paling umum dialami hampir semua orang. Namun, tahukah Sobat Medcom bahwa lokasi nyeri, jenis rasa sakit, hingga gejala yang menyertainya bisa mengarah pada penyebab yang berbeda?
Pernah merasa perut hanya kembung, tetapi di lain waktu justru muncul nyeri tajam di sisi kanan? Meski sama-sama disebut sakit perut, kedua kondisi tersebut bisa dipicu oleh gangguan kesehatan yang berbeda.
Melansir laman Carolina Digestive Health Associates, berikut delapan jenis sakit perut, kemungkinan penyebabnya, serta cara penanganan yang perlu diketahui:
Kantung empedu berfungsi menyimpan empedu yang membantu proses pencernaan lemak. Batu empedu terbentuk ketika kolesterol berlebih mengeras di dalam kantung empedu. Saat batu mencoba melewati saluran empedu yang sempit, dapat muncul nyeri tajam di bagian kanan atas perut.
Sebagian orang tidak mengalami gejala. Namun jika sudah menimbulkan nyeri, penanganan perlu segera dilakukan, mulai dari obat pelarut batu empedu hingga operasi pengangkatan kantung empedu, tergantung tingkat keparahannya.
Gas merupakan hasil alami dari proses pencernaan. Konsumsi makanan seperti kacang-kacangan, sayuran hijau, minuman bersoda, atau makan terlalu cepat sehingga banyak menelan udara dapat menyebabkan gas berlebih dan memicu kembung.
Kondisi ini sebenarnya biasanya akan membaik dengan sendirinya. Namun bila dibutuhkan, kamu dapat menggunakan obat yang dijual bebas serta mengurangi konsumsi makanan atau minuman yang memicu gas.
Tukak lambung adalah luka pada dinding lambung akibat rusaknya lapisan pelindung lambung. Penyebabnya dapat berupa infeksi bakteri, konsumsi alkohol berlebihan, merokok, penggunaan aspirin, atau penyakit saluran cerna lainnya.
Pengobatannya difokuskan pada penurunan produksi asam lambung agar luka dapat sembuh. Jika disebabkan infeksi bakteri, dokter dapat meresepkan antibiotik.
Radang usus buntu terjadi ketika usus buntu mengalami penyumbatan atau infeksi sehingga meradang. Gejalanya biasanya berupa nyeri di perut kanan bawah yang disertai mual, muntah, atau demam.
Karena berisiko pecah dan menyebabkan infeksi serius, kondisi ini memerlukan penanganan segera. Pengobatan dapat berupa antibiotik, tetapi sebagian besar kasus memerlukan operasi pengangkatan usus buntu.
Gastroenteritis merupakan peradangan pada lambung dan usus yang umumnya disebabkan infeksi virus, seperti norovirus. Kondisi ini sering menyebabkan diare, sakit perut, mual, dan muntah.
Fokus utama pengobatan adalah mencegah dehidrasi dengan memperbanyak minum. Sebagian besar kasus akan membaik dengan istirahat dan perawatan suportif.
IBS adalah gangguan saluran cerna yang menyebabkan nyeri perut, kembung, sembelit, diare, atau keduanya. Penyebab pastinya belum diketahui, tetapi diduga berkaitan dengan faktor genetik, pola makan, stres, atau infeksi.
Hingga kini, belum ada obat yang dapat menyembuhkan IBS. Penanganan dilakukan dengan mengendalikan gejala melalui obat-obatan dan perubahan pola makan, seperti menjalani diet rendah FODMAP.
Kedua penyakit ini termasuk kelompok Inflammatory Bowel Disease (IBD) yang menyebabkan peradangan kronis pada saluran pencernaan. Gejalanya meliputi nyeri perut, diare berdarah, dan perdarahan usus.
Seperti halnya IBS, belum tersedia terapi yang dapat menyembuhkan IBD. Pengobatan hanya bertujuan mengurangi peradangan, mengendalikan gejala, dan menjaga kualitas hidup. Namun pada kasus berat, operasi mungkin diperlukan.
Intoleransi laktosa terjadi ketika tubuh kekurangan enzim laktase yang diperlukan untuk mencerna laktosa dalam susu dan produk olahannya. Akibatnya, laktosa difermentasi oleh bakteri usus sehingga menimbulkan berbagai keluhan pencernaan.
Tidak ada obat yang dapat mengembalikan produksi enzim laktase. Tapi, gejala dapat dikurangi dengan membatasi konsumsi produk susu atau mengonsumsi suplemen enzim laktase sebelum makan produk olahan susu.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(PRI)
Pernah merasa perut hanya kembung, tetapi di lain waktu justru muncul nyeri tajam di sisi kanan? Meski sama-sama disebut sakit perut, kedua kondisi tersebut bisa dipicu oleh gangguan kesehatan yang berbeda.
Melansir laman Carolina Digestive Health Associates, berikut delapan jenis sakit perut, kemungkinan penyebabnya, serta cara penanganan yang perlu diketahui:
1. Nyeri tajam di perut kanan atas
Kemungkinan penyebab: Batu empeduKantung empedu berfungsi menyimpan empedu yang membantu proses pencernaan lemak. Batu empedu terbentuk ketika kolesterol berlebih mengeras di dalam kantung empedu. Saat batu mencoba melewati saluran empedu yang sempit, dapat muncul nyeri tajam di bagian kanan atas perut.
Sebagian orang tidak mengalami gejala. Namun jika sudah menimbulkan nyeri, penanganan perlu segera dilakukan, mulai dari obat pelarut batu empedu hingga operasi pengangkatan kantung empedu, tergantung tingkat keparahannya.
| Baca juga: Plot Twist! Anak Sering "Cranky" dan Susah Tidur Ternyata Berawal dari Masalah Perut |
2. Perut terasa kembung dan penuh
Kemungkinan penyebab: Penumpukan gasGas merupakan hasil alami dari proses pencernaan. Konsumsi makanan seperti kacang-kacangan, sayuran hijau, minuman bersoda, atau makan terlalu cepat sehingga banyak menelan udara dapat menyebabkan gas berlebih dan memicu kembung.
Kondisi ini sebenarnya biasanya akan membaik dengan sendirinya. Namun bila dibutuhkan, kamu dapat menggunakan obat yang dijual bebas serta mengurangi konsumsi makanan atau minuman yang memicu gas.
3. Nyeri atau sensasi terbakar di ulu hati
Kemungkinan penyebab: Tukak lambungTukak lambung adalah luka pada dinding lambung akibat rusaknya lapisan pelindung lambung. Penyebabnya dapat berupa infeksi bakteri, konsumsi alkohol berlebihan, merokok, penggunaan aspirin, atau penyakit saluran cerna lainnya.
Pengobatannya difokuskan pada penurunan produksi asam lambung agar luka dapat sembuh. Jika disebabkan infeksi bakteri, dokter dapat meresepkan antibiotik.
4. Nyeri tajam di perut kanan bawah
Kemungkinan penyebab: Radang usus buntu (apendisitis)Radang usus buntu terjadi ketika usus buntu mengalami penyumbatan atau infeksi sehingga meradang. Gejalanya biasanya berupa nyeri di perut kanan bawah yang disertai mual, muntah, atau demam.
Karena berisiko pecah dan menyebabkan infeksi serius, kondisi ini memerlukan penanganan segera. Pengobatan dapat berupa antibiotik, tetapi sebagian besar kasus memerlukan operasi pengangkatan usus buntu.
| Baca juga: Sakit Perut Mendadak? Cek, Jangan-jangan Usus Buntu |
5. Nyeri seluruh perut disertai diare
Kemungkinan penyebab: GastroenteritisGastroenteritis merupakan peradangan pada lambung dan usus yang umumnya disebabkan infeksi virus, seperti norovirus. Kondisi ini sering menyebabkan diare, sakit perut, mual, dan muntah.
Fokus utama pengobatan adalah mencegah dehidrasi dengan memperbanyak minum. Sebagian besar kasus akan membaik dengan istirahat dan perawatan suportif.
6. Nyeri perut disertai kembung
Kemungkinan penyebab: Irritable Bowel Syndrome (IBS)IBS adalah gangguan saluran cerna yang menyebabkan nyeri perut, kembung, sembelit, diare, atau keduanya. Penyebab pastinya belum diketahui, tetapi diduga berkaitan dengan faktor genetik, pola makan, stres, atau infeksi.
Hingga kini, belum ada obat yang dapat menyembuhkan IBS. Penanganan dilakukan dengan mengendalikan gejala melalui obat-obatan dan perubahan pola makan, seperti menjalani diet rendah FODMAP.
| Baca juga: 5 Pantangan Asupan Ketika Kamu Sakit Perut Melilit hingga Perih, Termasuk Susu |
7. Kram perut disertai diare berdarah
Kemungkinan penyebab: Kolitis ulseratif atau penyakit CrohnKedua penyakit ini termasuk kelompok Inflammatory Bowel Disease (IBD) yang menyebabkan peradangan kronis pada saluran pencernaan. Gejalanya meliputi nyeri perut, diare berdarah, dan perdarahan usus.
Seperti halnya IBS, belum tersedia terapi yang dapat menyembuhkan IBD. Pengobatan hanya bertujuan mengurangi peradangan, mengendalikan gejala, dan menjaga kualitas hidup. Namun pada kasus berat, operasi mungkin diperlukan.
8. Perut tidak nyaman disertai diare atau sembelit
Kemungkinan penyebab: Intoleransi laktosaIntoleransi laktosa terjadi ketika tubuh kekurangan enzim laktase yang diperlukan untuk mencerna laktosa dalam susu dan produk olahannya. Akibatnya, laktosa difermentasi oleh bakteri usus sehingga menimbulkan berbagai keluhan pencernaan.
Tidak ada obat yang dapat mengembalikan produksi enzim laktase. Tapi, gejala dapat dikurangi dengan membatasi konsumsi produk susu atau mengonsumsi suplemen enzim laktase sebelum makan produk olahan susu.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(PRI)