FITNESS & HEALTH

Sakit Perut Mendadak? Cek, Jangan-jangan Usus Buntu

A. Firdaus
Minggu 01 Februari 2026 / 19:47
Ringkasnya gini..
  • Gejala utama apendisitis adalah nyeri perut.
  • Usus buntu dapat menimbulkan masalah serius.
  • Gejala usus buntu bisa tidak khas,
Jakarta: Usus buntu, atau dalam istilah medis disebut apendisitis, adalah peradangan pada apendiks, sebuah kantong kecil berbentuk jari yang menempel pada usus besar di bagian kanan bawah perut. 

Meski sering dianggap tidak memiliki fungsi penting, apendiks dapat menimbulkan masalah serius apabila mengalami peradangan dan tidak segera ditangani.


Penyebab Usus Buntu


Usus buntu umumnya terjadi akibat penyumbatan pada apendiks. Penyumbatan ini dapat disebabkan oleh tinja, benda asing, infeksi, atau dalam kasus yang jarang, tumor. 

"Ketika apendiks tersumbat, bakteri dapat berkembang dan memicu peradangan," ujar dr. Desak Ketut N.S. Pramegia, Sp.B, Dokter Spesialis Bedah Umum RS Premier Bintaro.
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya usus buntu antara lain:
• Produksi lendir berlebih, yang membuat isi apendiks menjadi kental dan menyumbat salurannya.
• Pembesaran jaringan limfoid di dalam apendiks, yang dapat menutup lumen apendiks dan memicu peradangan.
 

Gejala Usus Buntu


Gejala utama apendisitis adalah nyeri perut yang biasanya bermula di sekitar pusar. Lalu berpindah ke perut kanan bawah dan semakin memburuk seiring waktu.

Gejala lain yang sering menyertai antara lain:
• Mual dan muntah.
• Kehilangan nafsu makan.
• Demam ringan hingga sedang.
• Perut terasa kembung.
• Sulit buang gas atau buang air besar.

Pada anak-anak dan lansia, gejala usus buntu bisa tidak khas sehingga diagnosis sering kali menjadi lebih sulit dan membutuhkan kewaspadaan lebih tinggi.
 

Diagnosis Usus Buntu


Untuk menegakkan diagnosis apendisitis, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, terutama dengan menilai nyeri tekan pada perut kanan bawah. 

Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan meliputi:
• Tes darah, untuk melihat tanda infeksi seperti peningkatan sel darah putih.
• Tes urine, guna menyingkirkan penyebab lain seperti infeksi saluran kemih atau batu ginjal.
• Pemeriksaan pencitraan, seperti USG perut atau CT scan, untuk memastikan kondisi apendiks.
 

Penanganan Usus Buntu


Penanganan utama usus buntu adalah operasi pengangkatan apendiks apendektomi). Tindakan ini dapat dilakukan dengan dua metode:

1. Apendektomi laparoskopi, yaitu prosedur minimal invasif dengan sayatan kecil. Metode ini umumnya memberikan pemulihan lebih cepat dan nyeri pascaoperasi yang lebih ringan.

2. Apendektomi terbuka, dilakukan dengan sayatan lebih besar pada perut kanan bawah, biasanya jika apendiks telah pecah atau terjadi infeksi yang menyebar di rongga perut (peritonitis).

Setelah operasi, pasien biasanya menjalani perawatan beberapa hari di rumah sakit dan diberikan antibiotik untuk mencegah infeksi lanjutan.


Pencegahan Usus Buntu


Hingga saat ini, belum ada cara pasti untuk mencegah apendisitis. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa pola makan tinggi serat, seperti konsumsi buah dan sayuran, dapat membantu menurunkan risiko terjadinya usus buntu.

"Usus buntu merupakan kondisi medis yang memerlukan penanganan segera. Jika tidak ditangani dengan cepat, apendisitis dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pecahnya apendiks dan infeksi di rongga perut," kata dr. Ketut.

Oleh karena itu, mengenali gejala sejak dini dan segera mencari bantuan medis sangatlah penting. Dengan diagnosis dan penanganan yang tepat, sebagian besar pasien dapat pulih dengan baik tanpa komplikasi jangka panjang.

Untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan penanganan yang sesuai, kamu bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis di Rumah Sakit Premier Bintaro. Pemeriksaan akan dilakukan oleh tim medis berpengalaman dengan metode yang sesuai dengan kondisimu. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH