FAMILY

Jujurly Gak Selalu Enak, Bongkar Sisi Gelap Contact Nap yang Ternyata Capek Juga

Yatin Suleha
Selasa 14 April 2026 / 09:05
Ringkasnya gini..
  • Contact nap emang sering banget dianggap sebagai momen paling manis antara bayi dan pengasuhnya.
  • Rasanya tuh hangat banget, si kecil jadi lebih anteng, tidurnya makin pules, dan bonding-nya juga makin dapet.
  • Tapi jujurly, di balik banyaknya manfaat itu, ada beberapa hal yang harus tetap kita perhatikan.
Jakarta: Contact nap emang sering banget dianggap sebagai momen paling manis antara bayi dan pengasuhnya. Rasanya tuh hangat banget, si kecil jadi lebih anteng, tidurnya makin pules, dan bonding-nya juga makin dapet.

Tapi jujurly, di balik banyaknya manfaat itu, ada beberapa hal yang harus tetap kita perhatikan. Tanpa disadari, kebiasaan ini bisa jadi tantangan tersendiri kalau enggak dibarengi sama persiapan atau pengawasan yang bener. Jadi, enggak bisa asal nempel aja ya!

Oleh karena itu, penting untuk memahami sisi lain dari contact nap, agar tetap bisa menjalankannya dengan aman dan seimbang. Dilansir dari BabyCenter, berikut adalah kekurangan contact nap, yang masih jarang dibahas.

 

Kekurangan contact nap


Meskipun contact nap memiliki banyak manfaat, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tetap aman dan nyaman dilakukan.


1. Risiko tertidur tanpa sadar



(Contact nap menurut dr. DeZure menjelaskan bisa membuat bayi lebih bergantung pada kehadiran pengasuh untuk bisa tertidur, terutama di tahun pertama kehidupannya. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)

Contact nap aman dilakukan selama pengasuh tetap dalam kondisi terjaga. Namun, kondisi santai saat memeluk bayi bisa membuat tubuh ikut rileks hingga tertidur. 

“Tertidur secara tidak sengaja bersama bayi meningkatkan risiko SIDS (Sindrom Kematian Bayi Mendadak),” kata Chandani DeZure, M.D., seorang dokter anak dan anggota Dewan Penasihat Medis BabyCenter.

Untuk mengurangi risiko ini, sebaiknya hindari duduk di tempat yang terlalu nyaman, seperti kursi empuk atau kursi goyang. 

Jika memungkinkan, minta bantuan orang dewasa lain untuk sesekali mengecek kondisi, terutama saat rasa kantuk mulai muncul.
 

2. Terasa “terjebak saat bayi tidur”


Contact nap sering membuat waktu terasa berhenti karena bayi tidur dalam pelukan dan sulit dipindahkan. “Jika kamu memilih untuk tidur siang sambil berpelukan dengan bayi pada tahap awal, hal itu mungkin berarti kamu tidak akan bisa melakukan apa pun selama periode tersebut,” kata Thomas Kilkenny, D.O., seorang dokter spesialis penyakit paru-paru dan ahli tidur di New York.

Kondisi ini bisa membuat aktivitas lain tertunda. Namun, tidak harus selalu dilakukan setiap waktu. Cukup pilih momen tertentu untuk menikmati waktu tenang bersama bayi.

 

3. Bayi bisa jadi terbiasa dan sulit tidur sendiri


Tidak semua bayi akan mengalaminya, tetapi ada kemungkinan bayi menjadi lebih sulit tidur mandiri, jika terlalu sering melakukan contact nap. 

Dr. DeZure menjelaskan bahwa kebiasaan ini, bisa membuat bayi lebih bergantung pada kehadiran pengasuh untuk bisa tertidur, terutama di tahun pertama kehidupannya.


Secillia Nur Hafifah

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH