Jakarta: Mi atau spaghetti memiliki tekstur panjang dan kenyal, yang membuatnya menjadi makanan favorit bagi banyak orang. Tidak terkecuali bagi bayi dan anak-anak yang juga menyukai mi. Akan tetapi karena tekstur mie yang berbentuk panjang dikhawatirkan bisa membuat mereka tersedak, sehingga orangtua perlu memerhatikan terlebih dahulu sebelum memberikan mie atau spaghetti kepada bayi.
Melanie Potock, seorang ahli patologi bahasa anak-anak pediatrik dan spesialis makanan, menjelaskan “Bayi membutuhkan gigi yang sudah lengkap untuk mengonsumsi mi yang lebih panjang, seperti spaghetti. Sebaiknya, orangtua memotong-motong mi sebelum memberikan kepada bayi mereka, meskipun bayi pada usia 6 bulan sudah bisa mengonsumsinya.”
Melanie juga menambahkan, “Pada usia 6 bulan bayi masih belum memiliki kemampuan untuk mengambil mi sedikit demi sedikit, sehingga memberikan mi dalam jumlah yang kecil pada mangkuk atau piring memudahkan mereka untuk mengambil dan memakannya. Cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan memotong mi menjadi lebih kecil dengan menambahkan remahan roti untuk menambahkan tekstur, sehingga lebih mudah bagi bayi untuk memakannya.”

(Bayi membutuhkan gigi yang sudah lengkap untuk mengonsumsi mi yang lebih panjang, seperti spaghetti. Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
Dr Lisa Lewis, dokter anak bersertifikat mengatakan, “Biasanya mi atau spaghetti dapat diperkenalkan sekitar usia 8-9 bulan. Untuk mengenalkan makanan yang sesuai dengan ukuran genggaman bayi, maka bayi harus dapat duduk dengan kontrol kepala yang baik dan juga memiliki kemampuan untuk siap ambil makanan dari piring.”
Lewis menambahkan, "Meskipun hal ini masih menjadi perdebatan di negara-negara lain, kebanyakan dokter anak di Amerika Serikat dan di beberapa bagian di Eropa sepakat bahwa mi atau spaghetti harus dipotong-potong dan dimasak dengan baik agar memiliki tekstur yang lebih lembut.”
Namun, untuk akan lebih baik lagi jika kamu menanyakan kepada dokter si bayi sebelum memberikan makanan apapun kepada buah hatimu ya. Sebagian besar bayi dapat mentolerir sejumlah kecil susu pada awalnya, tetapi yang terbaik adalah untuk selalu memeriksakan diri ke dokter keluarga. Terutama jika bayi kamu memiliki intoleransi susu atau memiliki alergi terhadap beberapa jenis makanan lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(yyy)