FAMILY

Bagaimana Cara Membuat Cinta Bertahan Lama? Ini Kuncinya

A. Firdaus
Jumat 21 Agustus 2026 / 15:18
Ringkasnya gini..
  • Sesuatu yang awalnya terasa sangat intens belum tentu menjadi sesuatu yang paling bertahan.
  • Tidak ada formula yang bisa menjamin sebuah hubungan akan bertahan selamanya.
  • Sifat-sifat tersebut mungkin tidak se-heboh rasa jatuh cinta di awal hubungan.
Jakarta: Jatuh cinta bisa terjadi dalam hitungan detik. Ketemu di waktu yang pas, ngobrol nyambung, lalu tiba-tiba muncul rasa yang bikin deg-degan. Tapi kalau pertanyaannya adalah bagaimana membuat cinta bertahan lama, jawabannya ternyata bukan cuma soal menemukan momen yang tepat.

Menurut profesor filsafat Aaron Ben-Zeév, Ph.D., dalam Psychology Today, ada perbedaan penting antara timing dan time dalam hubungan. Timing bisa memicu ketertarikan dan membuat hubungan terasa intens, sementara time atau waktu yang dijalani bersama berperan penting dalam membangun cinta yang lebih dalam dan tahan lama.

 

Timing Bisa Memicu Rasa, tapi Bukan Segalanya


Kadang seseorang hadir di momen yang terasa sangat pas. Bisa saja bertemu saat sedang bepergian, di sebuah acara, atau ketika sama-sama berada dalam kondisi yang membuat koneksi terasa lebih kuat.

Momen seperti itu memang bisa menjadi awal sebuah hubungan. Bahkan, menurut Ben-Zeév, timing dapat memengaruhi intensitas ketertarikan romantis dan seksual karena hasrat cukup sensitif terhadap situasi, kebaruan, kondisi emosional, dan suasana saat itu.



Namun, timing hanya berkaitan dengan momen dan keadaan tertentu. Sementara itu, hubungan jangka panjang membutuhkan sesuatu yang lebih dari sekadar momen yang terasa sempurna.



Cinta yang Dalam Terbentuk Seiring Waktu


Cinta yang mendalam tidak langsung jadi begitu saja. Perasaan tersebut berkembang melalui interaksi berulang, pengalaman emosional, aktivitas bersama, pemahaman yang semakin baik, hingga kenangan yang dikumpulkan selama menjalani hubungan.

Karena itu, sesuatu yang awalnya terasa sangat intens belum tentu menjadi sesuatu yang paling bertahan.

Ben-Zeév menjelaskan bahwa intensitas romantis bisa berkurang seiring berjalannya hubungan, tetapi bukan berarti cinta ikut menghilang. Justru, waktu dapat membuat cinta berkembang menjadi lebih stabil dan mendalam.

Bedanya cukup sederhana: rasa tertarik bisa berubah tergantung situasi, sedangkan cinta yang lebih dalam dapat tetap ada meski pasangan sedang lelah, kecewa, sibuk, atau bahkan sedang menghadapi konflik.
 



Jangan Terus Mencari yang 'Lebih Baik'


Di era dating app dan media sosial, pilihan pasangan terasa tidak ada habisnya. Baru menjalani hubungan dengan seseorang, sudah bisa melihat banyak orang lain yang mungkin dianggap lebih menarik, lebih cocok, atau lebih sesuai dengan standar tertentu.

Masalahnya, kebiasaan terus mencari alternatif bisa membuat hubungan terasa seperti audisi tanpa akhir. Pasangan seolah harus terus membuktikan bahwa dirinya lebih baik dibandingkan orang lain.

Padahal, hubungan yang bertahan lama tidak dibangun dari kompetisi.

Cinta justru berkembang ketika dua orang bisa saling menerima, bertumbuh bersama, dan berhenti menjadikan hubungan sebagai ajang membandingkan siapa yang paling unggul.

 

Hubungan Langgeng Butuh Investasi


Membangun hubungan jangka panjang memang membutuhkan usaha. Ada waktu, energi, kesabaran, dan perhatian yang harus diberikan.

Kedengarannya mungkin tidak se-"exciting" jatuh cinta di awal. Namun, investasi tersebut bisa menciptakan sesuatu yang penting dalam hubungan, yaitu rasa aman.

Ketika pasangan merasa punya tanggung jawab bersama terhadap masa depan hubungan, mereka tidak lagi sepenuhnya bergantung pada keberuntungan atau momen yang kebetulan tepat. Keduanya bisa ikut membangun hubungan agar tetap bertahan.

Menariknya, rasa aman juga bisa menciptakan efek berantai. Semakin yakin seseorang terhadap masa depan hubungannya, semakin besar keinginannya untuk berinvestasi. Investasi tersebut kemudian dapat memperkuat hubungan dan membuat rasa aman semakin besar.



Hal yang Bikin Cinta Bertahan Justru Tidak Selalu Dramatis


Cinta sering dikaitkan dengan gairah, kejutan, dan hal-hal baru. Padahal, kualitas yang membuat hubungan bertahan lama justru bisa terasa jauh lebih sederhana.

Ben-Zeév menyoroti beberapa hal penting, seperti:
  • rasa syukur;
  • kasih sayang dan kepedulian;
  • rasa cukup;
  • kerendahan hati;
  • kebaikan;
  • kemampuan memaafkan.

Sifat-sifat tersebut mungkin tidak se-heboh rasa jatuh cinta di awal hubungan. Namun, justru kualitas seperti ini yang dapat membantu pasangan menghadapi berbagai fase dan tantangan dalam hubungan.

Pada akhirnya, sesuatu yang membuat cinta terasa seru belum tentu menjadi hal yang membuatnya awet.

   

Jadi, Bagaimana Cara Membuat Cinta Bertahan Lama?


Tidak ada formula yang bisa menjamin sebuah hubungan akan bertahan selamanya. Setiap hubungan punya dinamika, karakter pasangan, dan tantangan yang berbeda.

Namun, ada satu pelajaran penting dari pemikiran Ben-Zeév: jangan terlalu sibuk mencari momen yang sempurna, tetapi mulai bangun hubungan yang bisa tumbuh semakin kuat seiring waktu.

Timing mungkin mempertemukan dua orang dan memunculkan rasa tertarik. Tetapi, waktu yang dijalani bersama memberi kesempatan untuk membangun kepercayaan, melewati masalah, menciptakan kenangan, dan memahami pasangan lebih dalam.

Jadi, kalau ingin cinta bertahan lama, bukan berarti harus terus mengejar sensasi seperti saat pertama kali jatuh cinta. Justru, yang perlu dibangun adalah hubungan yang terasa aman, saling menerima, dan terus berkembang bersama.


Desi Indasari

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(FIR)

MOST SEARCH