FAMILY

Kamu Ekstrovert? Ini 4 Tanda yang Kelihatan dari Cara Kamu Menjalani Cinta

A. Firdaus
Rabu 19 Agustus 2026 / 14:43
Ringkasnya gini..
  • Dalam urusan cinta, kepribadian juga bisa ikut memengaruhi cara seseorang menjalani hubungan.
  • Penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Research and Review menemukan adanya hubungan positif antara ekstroversi dan kepuasan dalam hubungan.
  • Baik introvert maupun ekstrovert sama-sama bisa punya hubungan yang sehat dan menyenangkan, cara menjalaninya saja yang mungkin berbeda.
Jakarta: Kalau kamu tipe yang gampang ngobrol dengan orang baru, nyaman berada di tengah banyak orang, dan cukup terbuka saat berinteraksi, bisa jadi kamu punya kecenderungan ekstrovert.

Dalam urusan cinta, kepribadian juga bisa ikut memengaruhi cara seseorang menjalani hubungan. Penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Research and Review menemukan adanya hubungan positif antara ekstroversi dan kepuasan dalam hubungan.

Penelitian tersebut melibatkan 100 mahasiswa berusia 18 hingga 25 tahun. Hasilnya menunjukkan korelasi positif sebesar 0,596 antara tingkat ekstroversi dan kepuasan hubungan.
 

Lantas, seperti apa kecenderungan ekstrovert dalam urusan cinta? Berikut beberapa tandanya.
 

1. Lebih mudah mengajak pasangan berkomunikasi


Kalau ada sesuatu yang ingin dibicarakan, kamu lebih memilih langsung ngomong daripada menyimpannya sendiri.

Penelitian tersebut mengaitkan ekstroversi dengan kemampuan komunikasi yang efektif. Peneliti juga menyebut ekstrovert cenderung lebih antusias dan memiliki emosi positif yang lebih tinggi.

Dalam hubungan, kecenderungan ini bisa terlihat dari kebiasaan mengajak pasangan berdiskusi, menceritakan apa yang dirasakan, atau membicarakan sesuatu yang mengganggu pikiran.

Daripada berharap pasangan bisa membaca kode, kamu mungkin lebih nyaman kalau semuanya dibicarakan secara jelas.
 

2. Gampang menunjukkan antusiasme saat bersama pasangan


Kalau lagi senang, kamu mungkin cukup ekspresif menunjukkannya.

Mulai dari excited saat merencanakan kencan, semangat mencoba 
aktivitas baru, sampai spontan mengajak pasangan melakukan sesuatu. Sikap antusias seperti ini sejalan dengan karakter ekstrovert yang dibahas dalam penelitian.

Peneliti menyebut ekstrovert cenderung memiliki tingkat antusiasme dan positive affect yang lebih tinggi.

Dalam hubungan, energi positif tersebut bisa membuat interaksi bersama pasangan terasa lebih hidup. Kamu mungkin lebih menikmati momen ketika bisa melakukan banyak hal bersama, bukan hanya sekadar menghabiskan waktu berdua tanpa aktivitas.
 

3. Lebih nyaman membangun kedekatan lewat interaksi


Buat kamu, kedekatan mungkin terasa semakin kuat ketika sering berkomunikasi dan melakukan sesuatu bersama.

Penelitian yang dirangkum dalam artikel tersebut menunjukkan bahwa ekstroversi memiliki hubungan positif dengan kepuasan hubungan dan keintiman. Salah satu studi yang dibahas melibatkan 196 partisipan dan menemukan bahwa ekstroversi serta agreeableness berkaitan positif dengan kepuasan hubungan dan intimacy.

Artinya, interaksi yang aktif bisa menjadi bagian penting dalam cara seseorang membangun hubungan.

Bukan berarti harus selalu bareng pasangan setiap saat. Namun, kamu mungkin lebih menikmati hubungan yang terasa komunikatif, hangat, dan punya banyak momen untuk saling terhubung.
 

4. Bisa merasa lebih puas ketika hubungan berjalan dengan baik


Kalau hubungan terasa nyaman, komunikasi lancar, dan kamu bisa menikmati kebersamaan dengan pasangan, kamu mungkin merasakan kepuasan yang cukup besar dalam hubungan tersebut.

Penelitian Jain dan Singh menemukan hubungan positif antara ekstroversi dan kepuasan hubungan dengan koefisien korelasi 0,596. 

Namun, hasil tersebut menunjukkan hubungan antara dua variabel, bukan berarti ekstroversi secara langsung menyebabkan seseorang memiliki hubungan yang lebih bahagia.

Temuan tersebut juga sejalan dengan sejumlah penelitian yang dirangkum dalam artikel. Salah satunya adalah meta-analisis terhadap 3.848 partisipan yang menemukan bahwa tingkat ekstroversi yang lebih tinggi berkaitan dengan kepuasan hubungan yang lebih tinggi pada pasangan heteroseksual.

Jadi, kalau kamu merasa komunikasi, antusiasme, dan interaksi aktif menjadi bagian penting dari hubungan yang bikin kamu nyaman, hal tersebut bisa relate dengan kecenderungan ekstrovert.
 

Ekstrovert bukan berarti selalu lebih romantis


Meski penelitian menemukan hubungan positif antara ekstroversi dan kepuasan hubungan, bukan berarti semua orang ekstrovert pasti punya hubungan yang lebih bahagia.

Kepribadian hanya salah satu hal yang dapat berkaitan dengan pengalaman dalam hubungan. Cara pasangan berkomunikasi, membangun kepercayaan, menjaga komitmen, dan menyelesaikan masalah juga tetap berperan.

Selain itu, penelitian ini menggunakan 100 mahasiswa berusia 18 hingga 25 tahun, sehingga hasilnya tidak bisa langsung dianggap mewakili semua orang.

Jadi, kalau kamu merasa lebih komunikatif, antusias, dan menikmati banyak interaksi bersama pasangan, bisa saja beberapa karakter tersebut memang relate dengan kecenderungan ekstrovert. Tapi nggak perlu buru-buru memberi label pada diri sendiri hanya karena punya beberapa sifat tersebut.

Pada akhirnya, baik introvert maupun ekstrovert sama-sama bisa punya hubungan yang sehat dan menyenangkan. Cara menjalaninya saja yang mungkin berbeda.


Desi Indasari

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)

MOST SEARCH